TVRINews - Leeds, Inggris

Setiap syal dirancang untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa memiliki bagi para penggemar sepak bola.

Seorang seniman asal Leeds yang merupakan penggemar fanatik sepak bola seakan tidak percaya dengan keberuntungan yang didapatkannya saat diundang untuk merancang koleksi syal resmi Piala Dunia 2026. Tom Pitt bersama timnya di Hand Drawn Pixels, sebuah agensi kreatif yang berbasis di Otley, diminta oleh Global Scarves untuk menciptakan desain pesanan khusus bagi setiap negara peserta ajang bergengsi tersebut.

Tim kreatif tersebut telah menghasilkan hampir 200 desain syal unik yang akan menghiasi panggung global saat ajang Piala Dunia 2026 dimulai di Los Angeles bulan depan. Tom dan timnya merancang identitas visual yang berbeda bagi setiap negara guna merayakan semangat sepak bola, sejarah budaya, serta loyalitas para penggemarnya.

Setiap desain dikerjakan dengan sangat teliti agar mampu tampil menonjol secara mandiri namun tetap terlihat selaras saat dipasarkan bersama koleksi topi bucket. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan harmoni visual yang kuat di lingkungan retail sekaligus menjaga keunikan masing-masing produk yang dihasilkan.

Tom mengungkapkan kesempatan ini merupakan tantangan kreatif yang luar biasa bagi timnya untuk merefleksikan keberagaman negara-negara peserta. Ia merasa bangga dapat menuangkan identitas bangsa-bangsa besar tersebut ke dalam sebuah produk ikonik seperti syal sepak bola.

“Merupakan tantangan kreatif yang luar biasa bagi kami untuk benar-benar mencerminkan individualitas dan keberagaman negara-negara yang berkompetisi dalam turnamen bergengsi ini pada produk ikonik seperti syal sepak bola. Koleksi syal terakhir ini adalah bukti dari pendekatan kolaboratif sejati antara kami dan klien kami, Global Scarves LLC,” kata Tom dikutip dari Yorkshire Evening Post

Tom menambahkan mereka telah menggabungkan kreativitas desain dengan keahlian teknis dari Global Scarves guna menciptakan produk yang bermakna bagi suporter. Ia berharap para penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia menghargai dan menyimpan koleksi ini sebagai barang berharga.

“Kami telah memadukan desain kami dengan keahlian teknis mereka untuk menciptakan produk yang kami harap akan dihargai oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia,” ucapnya.

Tom dan timnya melakukan riset mendalam untuk memastikan setiap negara menerima syal yang benar-benar mencerminkan identitas budayanya secara akurat. Mereka mempelajari berbagai elemen visual, mulai dari sejarah jersei tim nasional hingga pola-pola tradisional yang menjadi ciri khas suatu bangsa.

“Kami telah melakukan riset mendalam terhadap warna bendera nasional, sejarah seragam sepak bola, pola budaya, tokoh sejarah, seniman, hingga bahasa visual ikonik yang spesifik bagi setiap negara. Beberapa desain merujuk pada warisan budaya secara langsung, sementara yang lain menginterpretasikannya dengan cara yang lebih abstrak dan kontemporer,” ujarnya.

Menurut Tom, setiap negara akhirnya memiliki bahasa visual yang berbeda untuk merayakan budaya sepak bola, identitas nasional, serta kebanggaan para pendukungnya. Proyek berskala internasional ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi seluruh tim yang terlibat di dalamnya.

“Setiap bangsa mengembangkan bahasa visualnya yang berbeda, merayakan budaya sepak bola, identitas nasional, dan kebanggaan suporter. Seluruh proyek ini telah menjadi pengalaman belajar pribadi yang sangat besar, memberikan wawasan budaya yang lebih dalam tentang setiap negara yang terlibat,” tuturnya.