TVRINews - Madrid, Spanyol

Luis de la Fuente mengawali kariernya sebagai pelatih tim muda yang sukses, termasuk di timnas Spanyol U-19 dan U-21.

Jika Spanyol menang atas Arab Saudi pada 21 Juni nanti, kemenangan tersebut akan menjadi kado indah untuk Luis de la Fuente yang hari itu bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-65. Pelatih Timnas Spanyol ini tentu akan merayakan dengan para pemainnya.

Itu adalah salah satu skenario impian La Roja di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Bukan hanya menang lawan Arab Saudi tentunya melainkan juga menang di laga pertama lawan Tanjung Hijau lalu mengalahkan Uruguai di laga ketiga.

Tanjung Hijau, Arab Saudi, dan Uruguai adalah deretan tim yang berada di Grup H bersama Spanyol. Banyak yang menilai, Spanyol favorit lolos ke fase knockout sebagai juara grup di antara lawan-lawan mereka tersebut. Bahkan, bukan hanya yang paling kuat dari grup itu melainkan juga sebagai salah satu tim favorit peraih gelar Piala Dunia tahun ini selain Prancis, Brasil, Portugal, atau Inggris, dan Argentina.

"Masih ada waktu, dan kami sedang dalam fase mengumpulkan informasi tentang lawan-lawan kami. Tetapi tujuan kami bukan hanya untuk lolos dari babak penyisihan grup melainkan untuk melangkah selangkah demi selangkah hingga mencapai final," kata Luis de la Fuente pada akhir Desember 2025 lalu dalam wawancaranya dengan media Spanyol, As, saat ditanya apa yang membuat dirinya khawatir dari tiga negara yang menjadi lawan-lawan Spanyol di Grup H itu.

"Berada di grup yang terlihat relatif mudah hanya membuka pintu untuk pertandingan yang lebih besar. Tetapi saya ingin mengingatkan semua orang bahwa Arab Saudi mengalahkan Argentina di Piala Dunia terakhir dan bahwa Uruguai adalah bagian dari sejarah sepak bola yang kuat," Luis de la Fuente menambahkan.

Meski Spanyol diunggulkan di Piala Dunia 2026 ini, Luis de la Fuente tidak akan meremehkan lawan-lawan yang akan dihadapi timnya. Pria kelahiran Haro pada 21 Juni 1961 ini tentu belajar dari Luis Enrique, pelatih Spanyol sebelumnya di Piala Dunia 2022 silam.

Dalam turnamen yang saat itu digelar di Qatar, Spanyol satu grup dengan Kosta Rika, Jepang, dan Jerman. Setelah menggulung Kosta Rika 7-0, Spanyol imbang 1-1 lawan Jerman dan kemudian kalah 1-2 dari Jepang. Spanyol lolos sebagai runner-up grup namun langkah La Roja saat itu hanya sampai 16 besar karena secara mengejutkan kalah dari Maroko dengan skor yang telak, 0-3.

Dari situasi sulit itu pula yang menjadi latar belakang kehadiran Luis de la Fuente sebagai pelatih Spanyol. Setelah kepergian Luis Enrique, Luis de la Fuente diangkat sebagai pelatih La Roja pada 8 Desember 2022. Sejak saat itu, Spanyol tampil dalam 40 pertandingan bersama Luis de la Fuente.

Dari jumlah laga tersebut, dia membawa Spanyol meraih 30 kemenangan, 8 kali imbang, dan hanya mengalami 2 kekalahan yang berarti rata-rata kemenangan bersama Luis de la Fuente mencapai 75 persen. Itu merupakan rapor yang sangat mengesankan tentunya. Apalagi, sepanjang periode itu pula, ditandai dengan dua gelar yang diberikan Luis de la Fuente untuk Spanyol yaitu juara Liga Negara Eropa 2022-2023 dan juara Piala Eropa 2024.

Jika Luis de la Fuente berhasil membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026, dia akan menyamai rekor pelatih legendaris Spanyol, Vicente del Bosque yang membawa Spanyol juara Piala Dunia (2010) dan Piala Eropa (2012). Di sisi lain, Luis de la Fuente akan mencatat rekor sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah Timnas Spanyol yang mampu meraih tiga gelar.

Berawal di Level Junior

Keputusan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengangkat Luis de la Fuente tidak terlepas dari fase regenerasi dari para pemain bintang Negeri Matador. Dan, RFEF saat itu memiliki keyakinan bahwa Luis de la Fuente adalah sosok yang tepat untuk memimpin munculnya para generasi baru La Roja.

Pria berkelapa plontos ini datang dengan membawa pengalaman menangani tim usia muda. Luis de la Fuente berhasil membawa Spanyol U-19 juara Piala Eropa 2015. Dia juga membawa Spanyol U-21 juara Piala Eropa 2019.

Pemain seperti Rodri, Unai Simon, Marco Asensio, Dani Ceballos, Pape Cheikh Diop barisan pemain muda saat itu yang berhasil meraih juara Piala Eropa U-19 pada 2015. Lalu ada Fabian Ruiz, Dani Olmo, Mikel Oyarzabal, atau Pablo Fernals yang karena peran Luis de la Fuente meraih gelar Piala Eropa U-21 pada 2019.

Perhatiannya dan kepercayaan terhadap pemain muda pun diperlihatkan Luis de la Fuente sepanjang kariernya sebagai pelatih senior Timnas Spanyol. Dalam laga uji coba terakhir La Roja pada akhir Maret lalu, dia memberikan kesempatan kepada dua pemain muda tampil dalam debut di Timnas Spanyol, mereka adalah Victor Munoz (22 tahun) dan Christian Mosquera (21 tahun).

Dengan demikian, Victor Munoz dan Christian Mosquera merupakan pemain ke-26 dan ke-27 yang berdebut untuk Timnas Spanyol sejak era kepelatihan Luis de la Fuente di laga lawan Serbia. Lalu, debutan itu bertambah di laga kedua saat lawan Mesir dengan tampilnya Joan Garcia di bawah mistar dan Ander Barrenetxea di lini depan.

Kepercayaan Luis de la Fuente terhadap pemain muda juga diperlihatkan di Piala Eropa 2024 dengan memberikan kesempatan bermain untuk bintang Barcelona, Lamine Yamal (Barcelona) serta Nico Williams (Athletic Bilbao). Keduanya merupakan kunci sukses Spanyol meraih gelar Piala Eropa 2024.

"Saya mengawali karier sebagai pelatih tim muda. Jadi saya memiliki keyakinan yang besar terhadap para pemain muda, pemain masa depan Spanyol," kata Luis de la Fuente.

Dalam karier kepelatihannya selain menangani tim junior dan senior Spanyol, Luis de la Fuente mengawali kariernya di level tim muda dan tim B seperti Sevilla, Athletic Bilbao, serta pernah menangani tim senior Alaves. Di tim muda Sevilla pula, dia yang berperan dalam membangun awal karier Sergio Ramos.

Luis de la Fuente juga sudah dikenal di masa kariernya ketika masih sebagai pemain. Dia salah satu bek tangguh yang pernah dimiliki Athletic Bilbao di era 1980-an hingga 1995. Namun, Namanya tentu lebih dikenal sebagai pelatih Timnas Spanyol dibandingkan dengan masa kariernya sebagai pemain.

Kini, Luis de la Fuente, pelatih yang kerap menggunakan pola 4-3-3 dan 4-2-3-1, akan membawa Spanyol ke Piala Dunia 2026, mencoba meraih kembali gelar juara yang terakhir kali diraih pada 2010 silam.

Biodata Luis de la Fuente

Nama Lengkap: Luis de la Fuente Castillo
Kelahiran: Haro, 21 Juni 1961, Spanyol

Karier Bermain:
Bilbao Athletic (1978-1982)
Athletic Bilbao (1981-1987)
Sevilla (1987-1991)
Athletic Bilbao (1991-1993)
Alaves (1993-1994)
Spanyol U-18 (1978-1979)
Spanyol U-21 (1982-1984)
Spanyol Olimpiade (1988)

Gelar sebagai Pemain:
Juara La Liga 1982-1983, 1983-1984
Juara Piala Raja 1983-1984
Piala Super Spanyol 1984

Karier Melatih:
Portugalete (1997-2000)
Aurrera (2000-2001)
Sevilla (tim muda, 2001-2005)
Athletic Bilbao (tim muda, 2005-2006)
Bilbao Athletic (2006-2007)
Bilbao Athletic (2009-2011)
Alaves (2011)
Spanyol U-19 (2013-2018)
Spanyol U-21 (2018-2022)
Spanyol U-23 (2021)
Spanyol (2022-kini)

Prestasi sebagai Pelatih:
Juara Piala Eropa U-19 2015
Juara Piala Eropa U-21 2019
Medali Perak Olimpiade 2020 (U-23)
Juara Liga Negara Eropa 2022-2023
Juara Piala Eropa 2024