TVRINews - Praia, Tanjung Hijau

Bubista mempersembahkan hasil indah buat Tanjung Hijau dari pendekatan humanis sekaligus pragmatis.

Selain Tubaroes Azuis atau Hiu Biru, julukan lain Timnas Tanjung Hijau adalah Crioulos. Julukan kedua merupakan bahasa Portugis (dalam bahasa Inggris: "Creoles") yang kurang lebih dalam bermakna masyarakat multisuku atau ragam bahasa tertentu hasil percampuran budaya Eropa, Afrika, dan suku asli selama masa kolonial. Tanjung Hijau atau Cape Verde, yang merupakan koloni Portugal sampai kemerdekaan pada 1975, adalah salah satunya.

Efek kreol itu dirasakan secara langsung oleh Bubista, pelatih Timnas Tanjung Hijau. Bubista sebenarnya merupakan julukan dari bentuk kreol dari tempat kelahirannya, Boa Vista. Untuk membedakan dengan klub di Portugal, kota ini terletak di Tanjung Hijau.

Bubista bernama asli lengkap Pedro Leitao Brito. Namanya tengah harum di Tanjung Hijau karena keberhasilannya membawa Crioulos mencetak sejarah: lolos untuk pertama kali ke Piala Dunia.

Tak berlebihan bila pemahaman Bubista mengenai permainan ia dapatkan lebih dulu dari masa bermain, terutama secara profesional selama sedekade. 

Pada 1995, Bubista bergabung ke Badajoz. Catatan sang bek tengah selama semusim di klub La Liga Segunda Division itu adalah dua penampilan.

Pria kelahiran 6 Januari 1970 itu direkrut klub Angola, AS Aviacao, pada 1997. Selama enam musim di sana, Bubista merasakan gelar Liga Angola pada 2002. Ia disebut kemudian digamit klub Portugal, Estoril, sebelum kembali ke klub Tanjung Hijau, Falcoes do Norte pada 2003.

Bubista memasuki dunia kepelatihan pada 2007 dengan menjadi asisten pelatih di Timnas Tanjung Hijau pada rentang 2007-2013. Transfermarkt mencatat Bubista mendampingi Lucio Antunes di 20 laga, Joao de Deus di 3 pertandingan, dan Ricardo di 2 laga. Periode keduanya menjadi asisten di Hiu Biru adalah pada 2016-2017, dengan catatan 8 laga bersama Lucio Antunes dan 4 laga membantu Beto.

Eks bek sentral bertinggi badan 180 cm itu menangani sejumlah klub lokal, yakni Mindelense (2012-2013), Academica do Mindelo (2015 dan 2017), Sporting Clube de Praia (2015-2016), dan Batuque (2018-2019). 


Efek Setengah Dekade

Sebelum menjadi asisten pelatih Timnas Tanjung Hijau, Bubista lekat dengan Blue Sharks sejak masa bermain. Sejak debut pada 1991 hingga 2005, pria kelahiran Boa Vista, Tanjung Verde Portugis, itu menorehkan 28 penampilan. Bubista tercatat pula sebagai kapten di sejumlah pertandingan Hiu Biru.

Bubista menerima tawaran menukangi pasukan senior Tanjung Hijau per 29 Januari 2020. Kiprahnya segera mengangkat Blue Sharks.

Sejumlah sumber menyebut bahwa Bubista berfokus pada kebersamaan dan solidaritas serta stabilitas yang kuat dalam tim. Hubungan harmonis antarpemain menjadi keutamaan Bubista dalam membangun tim. Sang pelatih disebut pula membangun mentalitas tidak kenal takut pada timnya, termasuk dengan mencantumkan pemain-pemain senior. 

Sports Illustrated menggambarkan Bubista pragmatis saja soal teknis dengan preferensi pada ketangguhan defensif di garis rendah dan transisi atau serangan balik cepat dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. 

Sang bos menyertakan visi jangka panjang buat timnas. Namun, hasil segera terasa dalam tempo yang relatif singkat, yakni setengah dasawarsa saja.

Mantan bek petarung itu membawa Tanjung Hijau ke Piala Afrika 2021 setelah kemenangan tandang dramatis atas Mozambik di hari laga terakhir. Dua tahun kemudian, Hiu Biru mencapai perempat final Piala Afrika 2023, terbaik mengulangi edisi 2013.


Panorama Cantik Kado 50

Hari bersejarah itu datang pada 13 Oktober 2025. Bubista memastikan Tanjung Hijau lolos ke Piala Dunia 2026, Piala Dunia pertama mereka dalam sejarah. Kepastian itu datang setelah membekuk Eswatini dengan skor 3-0 di kandang. Perlu dicermati pula bagaimana Tanjung Hijau memenangi persaingan di Grup A zona Afrika atas pelanggan Piala Dunia, Kamerun, dan peserta 2006, Angola.

Tanjung Hijau pun menjadi negara terkecil kedua yang tampil di putaran final turnamen akbar tersebut setelah Islandia pada 2018.

"Memberikan kebahagiaan ini untuk rakyat rasanya luar biasa. Ini merupakan kemenangan bagi semua rakyat Tanjung Hijau dan, di atas segalanya, sebuah kemenangan bagi mereka yang berjuang untuk kemerdekaan. Ini merupakan momen istimewa dalam perayaan 50 tahun kemerdekaan kami," ucap Bubista, sang pahlawan sepak bola negeri tersebut.

Omong-omong, Boa Vista kurang lebih berarti "panorama indah". Bubista, meski pelesetan dari kota asal, tak ayal mengejawantahkan makna pemandangan cantik itu buat Tanjung Hijau.

Setelah hasil indah tersebut, akan menarik menanti kelanjutan besutan Bubista. Mental pemberani Tanjung Hijau bisa memakan korban lagi.