TVRINews - Paris, Prancis

Didier Deschamps ingin pemain fokus untuk laga pertama mereka di Piala Dunia 2026 yaitu menghadapi Senegal.

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mengakui bahwa timnya salah satu favorit peraih gelar Piala Dunia 2026 ini. Namun, dia berharap pemainnya tidak terlena dengan penilaian tersebut. Pria berusia 57 tahun ini meminta pemainnya untuk berkonsentrasi menghadapi pertandingan pertama ketimbang berpikir terlalu jauh.

"Prancis ada di posisi pertama dalam peringkat FIFA, tapi apakah kami lebih favorit dibandingkan dengan Spanyol, Portugal, Jerman, Inggris, Argentina, Brasil atau Maroko?" kata Didier Deschamps, dalam konferensi pers setelah mengumumkan 26 pemain skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026, Kamis (14/5/2026) atau Jumat dini hari WIB ini.

Prancis memang sudah mengumumkan daftar skuad tetap mereka untuk bertarung di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Les Bleus berada di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia. Laga pertama Prancis di fase grup tersebut adalah menghadapi Senegal pada 16 Juni 2026 nanti.

Menurut mantan gelandang bertahan Les Bleus ini, timnya ada di grup dengan lawan-lawan yang tangguh dan memiliki potensi untuk memberikan kesulitan. "Saya paham ada harapan kepada kami. Namun, kami memiliki lawan-lawan yang tangguh di tiga laga awal. Jadi, mari fokus kepada yang pertama," kata Didier Deschamps.

Laga menghadapi Senegal sendiri sudah disebut-sebut sebagai laga yang sulit oleh sejumlah pers Eropa. Pertandingan menghadapi tim berjulukan Lions of Teranga ini kemudian dikaitkan dengan duel pada Piala Dunia 2002 silam. Saat itu, Prancis juga menghadapi Senegal di laga pertama fase grup dan secara mengejutkan, Prancis kalah 0-1 karena gol yang diciptakan bintang Senegal saat itu, Bouba Diop.

"Hasil yang paling penting dalam hal ini. Ini akan menjadi pertandingan dengan level yang tinggi, akan banyak harapan dari laga nanti. Perjalanan ke final masih sangat jauh," kata Didier Deschamps lagi, mengingatkan.

Memuji Philippe Mateta

Dalam kesempatan ini pula, Didier Deschamps memberikan alasan mengapa dia memanggil tiga pemain dalam daftar skuad yang di antaranya bahkan belum pernah tampil untuk Timnas Prancis. Robin Risser contohnya, kiper Lens yang akan menjadi penjaga gawang ketiga di tim ini setelah Mike Maignan dan Brice Samba. Dia belum pernah sekalipun bermain untuk Prancis.

Lalu ada dua pemain Crystal Palace yaitu bek Maxence Lacroix yang baru tampil dalam 2 laga untuk Timnas Prancis serta penyerang Jean-Philippe Mateta yang baru tampil dalam tiga laga untuk Les Bleus namun telah mencetak dua gol.

"Pada laga Maret lalu, Mexence Lacroix sangat bagus saat kami tanpa William Saliba yang mengalami cedera," kata Didier Deschamps, tentang bek berusia 26 tahun tersebut. Dalam dua laga uji coba akhir Maret lalu, Maxence Lacroix memang diturunkan dalam debutnya saat lawan Brasil dan dilanjutkan dengan lawan Kolombia.

"Dia dapat bermain baik di kanan atau kiri dan juga sebagai bek tengah. Dengan demikian, membuat kami memiliki pemain yang bisa menjaga di tiga posisi tersebut. Skuad ini memiliki 9 bek, 5 gelandang, dan 9 penyerang, kami memiliki sejumlah pemain yang berbeda di posisinya," kata Didier Deschamps lagi.

"Seperti Jean-Philippe Mateta yang selalu efektif saat bermain di timnas dan juga memiliki statistik yang bagus di level klub," Didier Deschamps menambahkan. Menurut Didier Deschamps, Mateta penyerang tengah yang bagus dan efektif.

"Dia sudah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan bersama kami. Bagus dalam duel udara dan striker kotak penalti, yang bisa bergerak bebas meskipun dia tidak akan sering mendekati garis pinggir lapangan," Didier Deschamps menjelaskan.

Sebelum tampil di Piala Dunia, Prancis akan menghadapi dua laga uji coba yaitu lawan Pantai Gading pada 4 Juni dan dilanjutkan menghadapi Irlandia Utara pada 8 Juni nanti.

Didier Deschamps melatih Timnas Prancis sejak 8 Juli 2012 silam dengan membawa Les Bleus tampil dalam 178 laga, meraih 115 kemenangan, 35 imbang, dan mengalami 28 kekalahan. Didier Deschamps membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 dan juara Liga Negara Eropa 2020-2021.