TVRINews – New York, Amerika Serikat

Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi Piala Dunia kedua bagi Natalia Rodrigues Belloli mendampingi Raphinha yang memperkuat Brasil.

Natalia Rodrigues Belloli, istri Raphinha, berbicara kepada majalah Quem tentang kehidupan di bawah sorotan, kritik di media sosial, dan pentingnya keluarga, pada saat ia menemani suaminya yang pemain sayap Tim Nasional Brasil dan FC Barcelona, ke Piala Dunia 2026.

Pemengaruh digital asal Brasil ini mengungkapkan bahwa suaminya yang mantan pemain Vitoria de Guimaraes, Sporting CP, Rennes, dan Leeds United, serta putra mereka yang berusia tiga tahun, Gael, adalah pilar utamanya dalam menghadapi sorotan media dan komentar negatif. 

“Saya mencoba untuk mengelilingi diri saya dengan orang-orang yang mendukung saya dan mengingatkan saya akan jati diri saya yang sebenarnya. Kehadiran suami dan putra saya sangat penting dalam proses ini. Mereka adalah tempat perlindungan saya,” katanya.

Hubungan antara Natalia dan Raphinha dimulai sejak mereka masih remaja, jauh sebelum winger bernama lengkap Raphael Dias Belloli itu mencapai ketenaran internasional. 

“Kami bertemu ketika masih sangat muda dan memulai persahabatan yang kemudian berubah menjadi cinta. Yang membawa kami ke sini adalah fondasi kokoh yang kami bangun sejak awal. Banyak kepercayaan, dukungan, dan kekaguman,” tutur model dan pemengaruh berusia 25 tahun itu. 

Natalia baru-baru ini berpartisipasi dalam serial dokumenter Convocadas, yang menggambarkan kehidupan di balik layar keluarga para pemain Timnas Brasil. Salah satu tujuan partisipasnya itu adalah untuk menghilangkan mitos tentang kehidupan mewah keluarga pemain Selecao. 

“Selain menjadi ibu dan istri, saya memiliki karier sebagai model dan pemengaruh. Kami juga aktif terlibat dalam sebuah komunitas di Porto Alegre, dan saya ingin menunjukkan lebih banyak sisi itu,” ujarnya. 

Di antara tantangan terbesar, Natalia menunjuk pada perubahan negara yang konstan dan logistik yang terkait dengan transfer Raphinha, yang tidak selalu dikomunikasikan sebelumnya. “Bagian adaptasi dan logistik itu tidak terlalu glamor,” katanya.

Meskipun turnamen di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko ini menjadi Piala Dunia keduanya (setelah 2022 di Qatar) bersama sang suami, sulit baginya untuk tidak emosi saat melihatnya di lapangan untuk Tim Nasional Brasil. 

“Saya akui, saya masih sangat emosional ketika melihatnya memasuki lapangan untuk mewakili negara kami. Saya tidak akan pernah terbiasa dengan itu,” tutur Natalia. 

“Saya tidak bisa bersantai. Saya lebih berada di pihak tim yang menderita selama 90 menit ditambah waktu tambahan.”