TVRINews - Philadelphia, Amerika Serikat

Menurut pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, Neymar akan menjalani latihan individu pada Minggu (21/6/2026), lalu Senin dia akan berlatih bersama seluruh skuad Selecao.

Timnas Brasil berpeluang kembali diperkuat pemain bintangnya, Neymar, saat menghadapi Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026. 

Pelatih Carlo Ancelotti memastikan sang bintang sudah semakin dekat dengan pemulihan cedera dan diyakini siap tampil dalam pertandingan yang akan berlangsung di Miami, Rabu (24/6/2026) waktu setempat.

Kabar tersebut disampaikan Ancelotti seusai Brasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti pada laga kedua Grup C di Philadelphia, Jumat (19/6/2026) waktu setempat. Hasil itu membawa Selecao memuncaki klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Maroko.

"Neymar akan menjalani latihan individu besok. Lalu pada Senin dia akan berlatih bersama seluruh tim. Dia akan tersedia untuk pertandingan melawan Skotlandia," ujar Ancelotti dalam konferensi pers setelah pertandingan, dikutip dari Reuters.

Neymar, yang kini berusia 34 tahun, tengah menjalani pemulihan dari cedera otot betis. Penyerang Santos itu terakhir kali tampil dalam pertandingan kompetitif pada 17 Mei 2026 di kasta tertinggi Liga Brasil.

Cedera sempat membatasi kontribusinya selama babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski demikian, setiap kali dimainkan, Neymar tetap menunjukkan pengaruh besar dengan mencetak dua gol dan menyumbang tiga asis hanya dalam empat penampilan bersama Timnasi Brasil.

Kembalinya Neymar tentu menjadi tambahan kekuatan penting bagi Brasil yang tengah memburu status juara Grup C. Posisi puncak diyakini akan memberi keuntungan dalam undian fase gugur, sehingga pertandingan melawan Skotlandia menjadi sangat krusial.

Cunha Belum Tentu Starter

Pelatih Carlo Ancelotti di sisi lain belum memastikan apakah Matheus Cunha akan kembali dipercaya sebagai penyerang utama setelah tampil gemilang saat menghadapi Haiti.

Cunha mencetak dua gol pada babak pertama setelah mendapat kesempatan menjadi starter menggantikan Igor Thiago. Sebelumnya, ia hanya tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-61 ketika Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko di laga pembuka.

Saat ditanya apakah Cunha akan tetap mengisi posisi ujung tombak, Ancelotti tidak memberikan jawaban pasti. "Mungkin saja," kata pelatih asal Italia tersebut.

"Saya pikir posisi Matheus (Cunha) sangat bagus untuk menciptakan masalah bagi lini pertahanan lawan. Dia juga mampu mengalirkan umpan dengan sangat baik, dan penempatannya membuat dia efektif di lini depan," Ancelotti menambahkan.

"Itu bisa menjadi salah satu pilihan. Kami sudah membahasnya kemarin. Saya tidak ingin tim ini memiliki identitas yang terlalu kaku. Mungkin saja kami akan mengubahnya lagi pada pertandingan berikutnya," ucapnya.

Pendekatan fleksibel itu menunjukkan Ancelotti masih terus mencari kombinasi terbaik untuk menghadapi fase-fase penting turnamen.

Meski kemenangan atas Skotlandia dapat mengakhiri langkah lawannya di Piala Dunia 2026, Ancelotti menegaskan fokus Brasil bukanlah menyingkirkan tim asuhan Steve Clarke tersebut, melainkan terus meningkatkan kualitas permainan.

"Kami tidak memikirkan bagaimana menyingkirkan Skotlandia. Kami memikirkan bagaimana bermain dengan baik, terus berkembang, dan menganalisis setiap pertandingan," ujar Ancelotti.

"Jika kami bisa finis sebagai juara grup, itu akan sangat penting untuk perjalanan kami selanjutnya. Karena itu kami ingin mempersiapkan pertandingan tersebut sebaik mungkin."

Ancelotti juga menilai Skotlandia merupakan lawan yang tidak boleh diremehkan. Menurutnya, permainan agresif mereka sudah terbukti mampu merepotkan Maroko meski akhirnya kalah tipis 0-1.

"Skotlandia memiliki karakteristik permainan yang bisa menyulitkan lawan. Mereka membuat Maroko kesulitan hari ini. Karena itu kami harus benar-benar fokus menghadapi pertandingan, tetap tenang, dan terus bekerja keras untuk meningkatkan performa."

Saat ini Brasil memimpin Grup C dengan empat poin, diikuti Maroko yang juga mengoleksi empat angka namun kalah selisih gol. Skotlandia berada di posisi ketiga dengan tiga poin, sedangkan Haiti dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun. 

Kondisi tersebut membuat duel Brasil kontra Skotlandia dipastikan menjadi laga penentu bagi kedua tim, dengan Selecao memburu posisi puncak klasemen sementara The Tartan Army berjuang menjaga asa lolos ke babak 32 besar.