Mantan kiper Timnas Belanda, Tim Krul. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Lima pemain yang memberikan peran besar setelah masuk sebagai pemain cadangan di ajang Piala Dunia.
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, berharap Lamine Yamal dapat tetap tampil di Piala Dunia 2026. Lamine Yamal saat ini dalam proses penyembuhan cedera hamstring yang membuatnya absen untuk Barcelona hingga akhir musim ini.
Pihak Barcelona pun sudah menyatakan akan membantu Lamine Yamal pulih. Luis de la Fuente memiliki rencana menjadikan Lamine Yamal sebagai pemain cadangan di Piala Dunia 2026 nanti jika memang sudah pulih tapi masih mengkhawatirkan. Dalam sejarah Piala Dunia, banyak pemain cadangan yang mampu memberikan dampak besar bagi sukses timnya dalam meraih kemenangan.
Mereka berperan baik lewat gol, asis, atau bahkan sebagai kiper di bawah mistar. Kehadiran mereka pun menjadi fenomenal atau luar biasa bagi timnya. Pemain cadangan juga menjadi kejutan yang menarik perhatian suporter. Berikut ini, lima pemain cadangan fenomenal yang mampu memberikan perbedaan bagi timnya dalam sejarah Piala Dunia:
Tim Krul (Belanda)
Satu pertandingan Piala Dunia namun sangat berarti. Tim Krul, kiper Belanda yang menjadi perhatian di Piala Dunia 2014 silam. Penjaga gawang nomor dua Oranje dalam turnamen yang digelar di Brasil menentukan Langkah timnya ke semifinal setelah melakukan dua penyelamatan dalam drama adu penalti di perempat final lawan Kosta Rika.
Dalam laga 5 Juli 2014 tersebut, laga Belanda vs Kosta Rika imbang tanpa gol di waktu normal dan perpanjangan waktu. Hingga kemudian, laga dilanjutkan dengan adu penalti. Pelatih Belanda, Louis van Gaal, membuat keputusan mengejutkan dengan menggantikan kiper utamanya, Jasper Cillessen dengan Tim Krul di menit ke-120. Itu menjadi pergantian yang menarik perhatian saat itu.
Untuk pertama kalinya pula dalam sejarah adu penalti di Piala Dunia, sebuah tim melakukan pergantian untuk posisi kiper. Hasilnya mengejutkan karena Tim Krul menjadi bintang dalam adu penalti tersebut. Dia meredam dua tembakan penalti pemain Kosta Rika yaitu Bryan Ruiz dan Michael Umana. Hasil ini pun membuat Belanda menang adu penalti, 4-3 dan lolos ke semifinal.
Itu menjadi satu-satunya penampilan Tim Krul di Piala Dunia bersama Timnas Belanda. Tim Krul pun mendapat pujian dari rekan setimnya saat itu. Dalam kariernya sebagai pemain timnas, dia telah tampil dalam 15 pertandingan untuk Oranje, kemasukan 16 gol dan mencatat 6 clean sheet.
Mario Gotze (Jerman)
Piala Dunia 2014 juga menampilkan Mario Gotze sebagai bintang penentu gelar Jerman meraih gelar juara dalam turnamen yang bergulir di Brasil tersebut. Mario Gotze masuk pada menit ke-88 menggantikan mesin gol Jerman saat itu, Miroslav Klose, dalam laga final lawan Argentina, 13 Juli 2014.
Saat itu, pertandingan dalam kedudukan 0-0 hingga waktu normal. Pertandingan pun dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Pada menit ke-113 momen itu pun terjadi. Sebuah umpan Andre Schurrle berhasil diteruskan Mario Gotze dengan tembakan kaki kanannya ke gawang Argentina yang dijaga kiper Sergio Romero, yang membuat Jerman unggul 1-0. Kedudukan tidak berubah hingga pertandingan berakhir dan Jerman tampil sebagai juara Piala Dunia 2014.
Bahkan, Andre Schurrle pun ketika itu masuk sebagai pemain cadangan. Keputusan pelatih Jerman, Joachim Low, yang menurunkan Mario Gotze dan Andre Schurrle pun berakhir dengan gelar. Banyak yang tidak menyangka bahwa gelar Jerman justru ditentukan oleh pemain yang sebelumnya merupakan pemain cadangan. Awalnya, Mario Gotze tampil sebagai starter saat Jerman tampil di laga pertama Piala Dunia 2014 itu.
Mario Gotze memberikan asis di laga lawan Portugal dalam kemenangan 1-0 lalu mencetak gol dalam pertandingan lawan Gana yang berakhir 2-2. Gotze kemudian malah ditempatkan di bangku cadangan di tiga laga selanjutnya, bahkan tidak diturunkan di laga lawan Brasil saat Jerman menggulung tuan rumah dengan skor 7-1 pada laga semifinal.
Roger Milla (Kamerun)
Piala Dunia 1990 menjadi panggung bagi Roger Milla. Usianya sudah 38 tahun namun memberikan efek positif bagi negerinya di Piala Dunia yang digelar di Italia ini. Roger Milla menjadi bintang yang berstatus pemain cadangan di timnya. Usia tampaknya membuat pelatih Kamerun saat itu, Valery Nepomnyaschchy menempatkan Roger Milla sebagai pemain cadangan.
Keputusan sang pelatih tepat karena dengan cara tersebut, dia berhasil memaksimalkan kemampuan pemain veteran ini. Ada tiga laga di mana Roger Milla masuk sebagai cadangan tapi justru dua di antaranya menjadi kunci sukses timnya melangkah ke fase berikutnya di Piala Dunia 1990 ini.
Tiga laga tersebut adalah lawan Rumania, Kolombia, dan Inggris. Menghadapi Rumania dalam fase grup, Roger Milla masuk ke lapangan menggantikan Maboang Kessack di menit ke-59 saat kedudukan 0-0. Di menit ke-76, Roger Milla mencetak gol pertamanya. Roger Milla Kembali mencetak gol di menit ke-86 yang membuat Kamerun menang 2-1.
Menghadapi Kolombia di 16 besar, Roger Milla masuk di menit ke-54 menggantikan Louis M'Fede yang cedera. Laga kemudian dilanjutkan dengan tambahan waktu setelah imbang di waktu normal. Roger Milla kemudian mencetak gol di menit ke-106 dan menit ke-109, Kolombia lolos ke perempat final.
Menghadapi Inggris di perempat final, Roger Milla yang masuk sebagai cadangan tidak mencetak gol dan Kamerun kalah 2-3. Namun dalam pertandingan ini, Roger Milla memberikan dua asis bagi dua gol Kamerun yang diciptakan Emmanuel Kunde dan Eugene Ekeke.
Salvatore Schillaci (Italia)
Tentu, Salvatore Schillachi adalah pemain penting bagi Timnas Italia meski negeri ini tidak juara pada 1990. Pada Piala Dunia yang digelar di negeri mereka tersebut, Salvatore Schillaci bahkan meraih gelar pencetak gol terbanyak dengan torehan 6 gol. Namun demikian, Salvatore Schillaci adalah pemain yang sebelumnya berstatus cadangan.
Semua itu bermula sejak di pertandingan pertama Piala Dunia 1990 saat Italia menghadapi Austria. Pelatih Italia, Azeglio Vicini, menggantikan Andrea Carnevale dengan pemain cadangannya yaitu Salvatore Schillaci di menit ke-75 dalam kedudukan imbang 0-0.
Hanya sekitar empat menit kemudian atau menit ke-79, Salvatore Schillaci mencetak gol untuk Italia yang membuat kedudukan 1-0. Skor bertahan hingga laga berakhir dan Italia pun menang. Salvatore Schillaci Kembali diturunkan sebagai cadangan di laga kedua lawan Amerika Serikat namun tidak mencetak gol.
Hingga kemudian, Azeglio Vicini memutuskan untuk menjadikan Salvatore Schillaci sebagai starter di laga selanjutnya, yaitu melawan Cekoslowakia, dan dia mencetak gol dalam kemenangan 2-0. Sejak itulah, Salvatore Schillaci selalu diturunkan dan selalu mencetak gol.
Cesc Fabregas (Spanyol)
Bukan hanya soal gol, pemain cadangan pun memberikan efek positif dengan asis. Cesc Fabregas adalah contoh pemain yang berada di balik gol bersejarah Timnas Spanyol yang diciptakan Andreas Iniesta di menit ke-116 dalam final Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan.
Dalam laga final antara Belanda vs Spanyol pada 11 Juli 2010 tersebut, pertandingan 0-0 di waktu normal yang kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Sebelumnya, pelatih Vicente del Bosque sudah melakukan pergantian, yaitu menurunkan Cesc Fabregas di menit ke-87 menggantikan Xabi Alonso.
Momen bersejarah itu pun terjadi setelah Cesc Fabregas memberikan umpan kepada Andres Iniesta yang kemudian mencetak gol dengan kaki kanannya ke gawang Belanda yang dijaga kiper Maarten Stekelenburg. Gol menit ke-116 itu pun membuat La Roja tampil sebagai juara lewat kemenangan 1-0.
Spanjang Piala Dunia 2010 tersebut, Cesc Fabregas memang berstatus sebagai pemain cadangan. Cesc Fabregas diturunkan sebagai cadangan di empat laga termasuk lawan Belanda. Sedangkan tiga laga lainnya yaitu lawan Swis di laga pertama, lawan Portugal di 16 besar, dan lawan Jerman di semifinal, dia tidak diturunkan.