TVRINews – Mexico City, Meksiko

Kelayakan Ivan Barton dalam memimpin laga Spanyol vs Prancis dipertanyakan Didier Deschamps. 

Kepemimpinan wasit Ivan Barton dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol mendapat kritik tajam dari Didier Deschamps. Ia mempertanyakan kelayakan wasit asal El Salvador tersebut dalam memimpin laga krusial.

Deschamps kecewa dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh Barton dalam pertandingan tersebut. Alhasil, anak asuhnya harus menerima kenyataan kalah dua gol tanpa balas dari Spanyol.

"Saya hanya ingin bertanya kepada Anda semua, apakah ia memang memiliki level yang pantas untuk memimpin semifinal Piala Dunia?" kata Deschamps usai pertandingan.

Kritik dari pelatih berpengalaman seperti Deschamps memicu keraguan publik terhadap kapasitas Barton. Tak sedikit yang kemudian mempertanyakan kelayakannya memimpin pertandingan-pertandingan besar.

Meski demikian, Barton memilih tidak terlalu memedulikan kritik tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan FIFA merupakan hasil dari perjalanan panjang dan kerja keras yang telah ia lalui sebagai wasit.

"Setiap orang berhak memiliki pendapat mengenai apa pun, tetapi tidak, sama sekali tidak. Kenyataannya kami tahu apa yang telah kami lalui, apa yang telah kami perjuangkan, dan bagaimana kami meraihnya," ujar Barton, dikutip dari Diario AS, Jumat (24/7/2026) WIB.

"Kami tahu mengapa kami berada di Piala Dunia. Jadi, tidak ada komentar apa pun yang akan membuat kami meragukan alasan kami berada di sana," ia menambahkan.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, turut memberikan dukungan penuh kepada Barton. Menurutnya, proses penunjukan perangkat pertandingan Piala Dunia dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat sehingga para wasit yang bertugas memang layak memimpin laga di level tertinggi.

"Menanggapi komentar Didier Deschamps yang mempertanyakan apakah wasit memiliki kemampuan yang memadai untuk memimpin pertandingan semifinal, ya, tentu saja. Wasit-wasit kami adalah wasit kelas dunia," tuturnya.

Dukungan Collina sangat berarti bagi Barton. Sebab, itu menegaskan bahwa ia telah melewati berbagai proses hingga akhirnya sampai ke titik tertinggi, yakni memimpin pertandingan Piala Dunia.

"Pada akhirnya, pengakuan dari para petinggi yang memahami proses kami, yang tahu dari mana kami berasal, kesulitan yang telah kami lalui, dan semua usaha yang telah kami curahkan, serta pengakuan bahkan dari rekan-rekan sesama wasit, menurut saya adalah salah satu kepuasan terbesar yang saya bawa pulang setelah Piala Dunia ini," kata Barton.

Sorotan terhadap Barton dalam memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 tak hanya karena komentar Deschamps. Ia juga sempat lupa membawa vanishing spray (semprotan penanda), salah satu perlengkapan wajib bagi wasit.

Beruntung saat itu pertandingan tidak terhenti lama karena wasit keempat memberikan miliknya kepada Barton. Diduga, perlengkapan tersebut tertinggal di ruang ganti saat ia memasuki lapangan.