TVRINews - Roma, Italia

Pep Guardiola dikabarkan ingin beristirahat sejenak dari dunia sepak bola setelah satu dekade penuh tekanan bersama Manchester City.

Pep Guardiola dipastikan tidak akan menjadi pelatih baru Timnas Italia. Dikutip dari BBC, Jumat (24/7/2026), pelatih asal Spanyol itu menolak tawaran dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) meski telah mendapat pendekatan serius dan berbagai fasilitas untuk membujuknya menerima jabatan tersebut.

Keputusan Guardiola menjadi pukulan bagi FIGC yang tengah mencari sosok ideal untuk membangkitkan kejayaan Gli Azzurri setelah mengalami periode sulit dalam beberapa tahun terakhir. 

Italia bahkan gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, sehingga penunjukan pelatih baru dianggap sebagai langkah krusial untuk mengembalikan daya saing tim nasional.

Sebelumnya, Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan langsung dengan Guardiola. Bahkan, federasi siap memberikan pengecualian terkait besaran gaji demi mengakomodasi pelatih yang baru mengakhiri masa baktinya selama 10 tahun bersama Manchester City itu.

Tak hanya menawarkan kontrak bernilai besar, FIGC juga disebut memberikan keleluasaan kepada Guardiola untuk membentuk struktur kerja sesuai keinginannya. Federasi berharap rekam jejak Guardiola sebagai salah satu pelatih paling sukses di era modern dapat membawa perubahan besar bagi sepak bola Italia.

Namun, setelah mempertimbangkan tawaran tersebut selama beberapa waktu, Guardiola memilih untuk tetap pada rencana pribadinya. Ia ingin beristirahat sejenak dari dunia sepak bola setelah satu dekade penuh tekanan bersama Manchester City.

Masa jeda itu akan dimanfaatkan Guardiola untuk memulihkan energi, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, serta melakukan perjalanan sebelum memutuskan kembali ke dunia kepelatihan.

Sebelum mendekati Guardiola, FIGC ternyata lebih dahulu mencoba merekrut Carlo Ancelotti. Hal tersebut diungkapkan Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, pada Kamis (23/7/2026).

Ancelotti, yang merupakan mantan pemain Timnas Italia, saat ini masih menangani Timnas Brasil. Ia telah menyampaikan komitmennya untuk tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Selecao sehingga peluang kembali ke negaranya dalam waktu dekat pun tertutup.

Dengan penolakan dari dua nama besar tersebut, FIGC kini harus mengalihkan fokus kepada kandidat lain yang dinilai realistis untuk memimpin Gli Azzurri.

Nama yang kini berada di posisi terdepan adalah Andrea Pirlo. Mantan gelandang legendaris Italia itu saat ini menjabat sebagai pelatih klub United FC yang berbasis di Dubai.

Jika resmi ditunjuk, Pirlo akan langsung menghadapi tantangan besar. Italia akan menjalani pertandingan UEFA Nations League pada musim gugur mendatang melawan Prancis, Belgia, dan Turki, sebelum mengalihkan fokus ke perjuangan lolos ke putaran final Euro 2028.