TVRINews - Jakarta, Indonesia

Direktur Utama LPP TVRI, Fiki Satari, menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan LPP TVRI atas suksesnya penyiaran Piala Dunia 2026 yang tidak hanya memberikan tontonan melainkan juga kegembiraan dan dampak ekonomi yang positif.

Pesta sepak bola dunia telah berakhir. Piala Dunia 2026 yang digelar di Benua Amerika Tengah yaitu di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah menampilkan juaranya: Spanyol. Sejak 11 Juni hingga 19 Juli, kemeriahan, keseruan, drama, gol-gol menarik, pertarungan di lapangan sangat terasa di Tanah Air.

Piala Dunia 2026 telah mengirimkan vibrant ke negeri ini, kepada masyarakat Indonesia yang memang sangat menyukai olahraga sepak bola. Harus diakui bahwa sepak bola bagian terbesar yang selalu terasa dalam denyut keseharian orang Indonesia. Meski Timnas Indonesia harus menunggu lagi, menjawab harapan kapan Garuda beraksi di turnamen terbesar sepak bola ini bola tetap harus bergulir.

Piala Dunia akan menantikan kehadiran Indonesia. Dari Tanjung Hijau atau Curacao, dua negara yang telah memberikan inspirasi. Jika mereka bisa, kita pun harus bisa sampai di sana. Semoga di tahun 2030 nanti.

Satu bulan lebih, Piala Dunia 2026 dengan semua yang berada di dalamnya, hadir di Tanah Air. TVRI, televisi pemersatu bangsa telah menghadirkan ke tengah-tengah publik Indonesia, membawa kegembiraan dengan program dan kampanye Bola Gembira TVRI.

Seperti pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa negara hadir menyampaikan pesta sepak bola yang bergulir di Amerika Tengah kepada masyarakat Indonesia. Lewat program Bola Gembira, TVRI menghadirkan kegembiraan melalui siaran langsung. Pertandingan demi pertandingan, masyarakat dapat menyaksikan para bintang terbaik dunia beraksi. Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Erling Haaland, Kylian Mbappe, dan jangan lupakan pula Vozinha.

Nama terakhir ini tentu akan selalu diingat jika suatu saat nanti kita mengenang kembali tentang Piala Dunia 2026 ini. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI adalah alat pemersatu bangsa dan dari Piala Dunia 2026 ini pula stasiun televisi yang legendaris ini telah menyajikan sesuatu yang sangat berbeda dibandingkan dengan siaran Piala Dunia sebelumnya.

Bola Gembira TVRI di Piala Dunia 2026 ini benar-benar terasa, sampai di masyarakat. Karena TVRI dengan keinginan yang kuat dan besar yaitu "memberikan kegembiraan" kepada masyarakat Indonesia membuat turnamen yang sebelumnya hanya sebatas menyaksikan dari layar televisi, kini juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi di masyarakat Tanah Air.

Nonton bareng atau Nobar menjadi salah satu faktor yang sangat kuat dari Bola Gembira TVRI. LPP TVRI dengan Bola Gembira sukses memberikan ruang kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ikut andil atau memanfaatkan momen ini.

Bola Gembira adalah program dan kampanye resmi setelah TVRI mendapatkan hak eksklusif sebagai satu-satunya televisi di Indonesia yang menyiarkan pertandingan turnamen sepak bola. Nama Bola Gembira tercetus dalam pertemuan awal yang melibatkan seluruh jajaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI sebelum Piala Dunia 2026 bergulir.

Untuk penyiaran pertandingan, LPP TVRI memang menggandeng platform seperti Maxstream TV dan FolaPlay sebagai bagian dari strategi memberikan akses bagi publik Indonesia yang ingin menyaksikan dari live streaming. Over-the-Top atau OTT merupakan layanan media melalui jaringan internet.

Sedangkan Direct to Home (DTH) merupakan penyiaran televisi satelit yang mengirim sinyal ke rumah permisa menggunakan perangkat. Sementara Free to Air (FTA) adalah siaran televisi yang bisa dinikmati secara gratis. Untuk semua cara tersebut, LPP TVRI pun sudah melakukan sosialisasi secara terus menerus sejak sebelum dan selama Piala Dunia 2026 lalu bergulir.

Acara nonton bareng salah satu yang membuat Piala Dunia 2026 ini menjadi spesial dan ini juga menjadi perhatian bagi tim kerja Piala Dunia 2026 TVRI. Menghadirkan kegembiraan di tengah-tengah masyarakat, baik itu acara off air dengan sejumlah publik figur seperti selebritas menjadi salah satu sukses dari kampanye Bola Gembira.

Melalui ribuan kegiatan nonton bareng di berbagai daerah, termasuk di kantor-kantor TVRI baik pusat dan daerah, penyelenggaraan Piala Dunia turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. 

"TVRI mencatat dampak ekonomi yang tercipta selama penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 mencapai sekitar Rp5 triliun. Ini menunjukkan bahwa penyiaran publik tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi sektor ekonomi rakyat," kata Direktur Utama LPP TVRI Fiki Satari.

Keberhasilan penyiaran Piala Dunia FIFA 2026 menjadi pijakan bagi TVRI untuk kembali menyiarkan turnamen FIFA U-17 World Cup 2026 dan FIFA Women's World Cup 2027 yang akan berlangsung di bulan November 2026 nanti. Dan, jangan lupa, ikuti terus berita terbaru terkait turnamen tersebut di TVRI News.