Hugo Ekitike absen membela Prancis di Piala Dunia 2026 karena mengalami cedera saat memperkuat Liverpool. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – London, Inggris
Striker Liverpool Hugo Ekitike tidak bisa turun di Piala Dunia 2026 karena cedera Achilles. Apa itu cedera Achilles?
Tim nasional Prancis dipastikan tidak bisa menurunkan Hugo Ekitike pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.
Penyerang berusia 23 tahun itu mengalami robek tendon Achilles saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Anfield yang berakhir dengan kekalahan Liverpool FC (LFC), 0-2, Selasa (14/4/2026) malam lalu.
Liverpool mengonfirmasi bahwa penyerang yang bergabung pada 2005 dari Eintracht Frankfurt itu mengalami robekan serius saat terpeleset di lapangan, sebelum akhirnya harus ditandu keluar lapangan.
“Hasil pemindaian lanjutan mengonfirmasi adanya robekan pada tendon Achilles. Oleh karena itu, Ekitike akan absen selama sisa musim klub dan tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia musim panas ini bersama Prancis,” demikian pernyataan resmi LFC.
“Informasi lebih lanjut akan diberikan pada waktu yang tepat, dan Hugo akan menerima dukungan penuh dari semua orang di LFC.”
Jadi, apa itu robekan tendon Achilles, dan berapa lama waktu pemulihannya? Mari kenali apa saja jenis cedera Achilles dan bagaimana proses penyembuhannya.
Apa Saja Jenis Cedera Achilles?
Tendon (urat daging) Achilles adalah jaringan penting yang menghubungkan otot betis ke tumit. Karena sering digunakan untuk berlari, berdiri, dan berjalan, tendon ini rentan terhadap cedera akibat penggunaan berlebihan dan cedera mendadak.
Ada dua jenis cedera tendon Achilles, yakni: tendinitis Achilles (Achilles tendonitis) dan robek tendon Achilles (Achilles rupture).
Tendinitis adalah cedera jangka pendek yang umumnya dapat ditangani tanpa intervensi medis profesional. Cedera ini terjadi ketika tendon mengalami peradangan dan pembengkakan, dan dapat diobati hanya dalam dua hingga tiga minggu melalui istirahat, kompres es, dan penyangga.
Sementara, robek tendon Achilles adalah cedera yang jauh lebih serius yang membutuhkan perhatian medis. Ini terjadi ketika serat-serat pada tendon putus atau robek, baik sebagian maupun seluruhnya, yang dapat menghasilkan suara “letupan”. Tergantung seberapa serius robekannya bisa menentukan perlu atau tidaknya pembedahan.
Lama Waktu yang Diperlukan untuk Pemulihan Cedera Robek Tendon Achilles
Para atlet elite yang mengalami robek tendon Achilles umumnya akan segera menjalani operasi. Demikian diungkapkan konsultan fisioterapis Nick Worth seperti dikutip BBC Sport.
“Kualitas perbaikan tendon akan lebih baik bila operasi segera dilakukan dengan cepat, daripada membiarkannya,” tutur Worth.
Saat ditanya soal pemulihan, Worth menjelaskan bila robekan tendon Achilles termasuk jenis cedera yang “sangat signifikan” yang dapat mengakibatkan periode rehabilitasi yang serupa dengan robek ligamen (jaringan ikat) lutut anterior (ACL) - yang dapat membuat atlet absen selama enam hingga delapan bulan.
“Proses penyembuhan awal melibatkan penjahitan kembali tendon. Kemudian Anda harus memastikan tendon kuat dan membiarkannya pulih,” kata Worth.
“Pembebanan bertahap, dan latihan untuk menjaga tendon tetap bergerak, bisa membantu mencegah timbulnya jaringan parut.”
Untuk mereka yang bukan atlet dan mengalami robek tendon Achilles mungkin tidak memilih operasi, tetapi malah diberi sepatu bot bedah, dengan sudut peninggian tumit secara bertahap dikurangi selama beberapa minggu untuk mendorong penyembuhan.
Cara mendiagnosis robek tendon Achilles, menurut Worth, sejatinya cukup mudah. Anda tidak dapat mengarahkan jari kaki ke bawah dengan kekuatan apa pun. Namun, cara ini biasanya bisa terlewatkan.
“Hal itu bisa terjadi tanpa disadari. Orang mungkin hanya merasa seperti ditendang di betis dan mungkin tidak mendengar suara letupan. Jika itu terjadi, ini sebenarnya sudah keadaan darurat medis,” ucap Worth.