TVRINews, Guadalajara, Meksiko

Penyerang Jamaika, Ephron Mason-Clark, mengaku sangat kecewa timnya gagal ke Piala Dunia 2026 dengan cara yang menurutnya menyakitkan.

Republik Demokratik (RD) Kongo akhirnya memastikan diri kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun. Kepastian itu didapat usai mereka mengalahkan Jamaika dengan skor tipis 1-0 dalam laga play-off antarkonfederasi Piala Dunia 2026, Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026 pagi WIB).

Gol penentu kemenangan dicetak oleh Axel Tuanzebe pada menit ke-100 atau di babak tambahan waktu. Bek yang pernah memperkuat Tim Nasional Inggris U-21 itu berhasil menyambar bola hasil situasi sepak pojok dan mendorongnya melewati garis gawang. 

Namun, gol tersebut sempat menegangkan karena harus melalui pengecekan VAR selama lebih dari satu menit terkait dugaan handball, sebelum akhirnya disahkan.

Kemenangan ini terasa sangat pantas bagi RD Kongo yang tampil dominan sepanjang pertandingan di Stadion Akron, Guadalajara. Mereka mengontrol jalannya laga yang berlangsung cepat, meski tidak banyak peluang bersih yang tercipta.

Penyerang RD Kongo, Cedric Bakambu, mengungkapkan kebahagiaan luar biasa setelah memastikan tiket ke putaran final. “Kami senang, kami benar-benar gembira,” kata Bakambu, dikutip dari Reuters, usai pertandingan.

“Saat ini, saya rasa kami belum sepenuhnya menyadarinya, tetapi ketika kami kembali ke Kinshasa (ibu kota RD Kongo), akan sangat luar biasa. Selamat kepada rekan-rekan setim saya dan kepada semua orang Kongo di seluruh dunia,” Bakambu yang juga merupakan striker klub La Liga, Real Betis, menambahkan.

Ini menjadi kali kedua RD Kongo tampil di Piala Dunia, setelah sebelumnya ikut serta pada edisi 1974 di Jerman Barat saat RD Kongo masih bernama Zaire. Mereka juga menjadi negara Afrika ke-10 yang lolos ke turnamen 2026, dan akan bersaing di Grup K bersama Kolombia, Portugal, dan Uzbekistan.

Sementara itu, Jamaika sebenarnya sempat memberikan perlawanan, terutama di babak kedua. Kiper veteran Andre Blake tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Bakambu di awal babak kedua.

Jamaika bahkan sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-67 melalui Leon Bailey, tapi sundulan diving-nya masih melebar dari gawang setelah menerima umpan silang Tyreece Campbell.

Memasuki 10 menit terakhir waktu normal, RD Kongo kembali mengambil alih kendali permainan. Mereka sempat mencetak gol pada menit ke-85, tetapi dianulir karena off-side. Tekanan terus berlanjut hingga babak tambahan, sebelum akhirnya Tuanzebe menjadi pahlawan lewat golnya.

Penyerang Jamaika, Ephron Mason-Clark, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. “Sangat mengecewakan kalah seperti itu, sangat mengecewakan,” ujar Mason-Clark.

“Inilah sepak bola, kami hanya kekurangan gol, itu saja. Saat ini, sulit untuk mengambil hal positif apa pun dari pengalaman ini,” ia menambahkan.

Pertandingan juga sempat diwarnai insiden tak biasa ketika wasit asal Argentina, Facundo Tello, mengalami kram sembilan menit sebelum laga usai dan harus digantikan oleh ofisial keempat, Dario Herrera.

Jamaika sendiri datang ke laga ini dengan kondisi kurang ideal setelah baru memainkan pertandingan semifinal lima hari sebelumnya melawan Kaledonia Baru. Sebaliknya, peringkat FIFA yang lebih tinggi membuat RD Kongo langsung lolos ke partai penentuan.

Dengan kemenangan ini, RD Kongo menutup laga dengan penuh kebanggaan dan siap menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 juni-19 Juli 2026.