TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Sejumlah pemain maupun pelatih berpindah klub selama berlangsungnya Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 berakhir pada hari Minggu (19/7/2026)—ditandai dengan kemenangan Spanyol atas Argentina (1-0) pada laga final di New York New Jesey Stadium, Amerika Serikat (AS)—menutup enam pekan penuh aksi sepak bola internasional tanpa henti yang memacu adrenalin. 

Kini, perhatian kembali beralih ke liga-liga domestik, ketika klub-klub disibukkan di bursa transfer, berupaya membenahi skuad mereka menjelang musim 2026-2027 yang akan dimulai kembali pada bulan Agustus.

Berikut 10 hal terkait transfer selama Piala Dunia 2026 berlangsung yang mungkin luput dari perhatian.

1. Klub-Klub Spanyol Buat Gebrakan Awal

Pada akhir Mei, sebelum bursa transfer musim panas dibuka dan Piala Dunia 2026 menjelang digelar, FC Barcelona menggebrak dengan merekrut gelandang serang Newcastle United dan Timnas Inggris, Anthony Gordon, seharga 70 juta euro. 

Seolah tidak mau kalah, rival abadi Barca, di awal bursa transfer Real Madrid CF berhasil mengamankan tanda tangan bek kiri milik Chelsea FC, Marc Cucurella, seharga 55 juta euro—sebelum sang pemain kemudian menjuarai Piala Dunia 2026 bersama Spanyol sebagai satu-satunya wakil dari Madrid. 

Langkah tersebut tak diragukan lagi didorong oleh José Mourinho, yang kembali melatih Los Blancos untuk menjalani periode kepelatihan yang dipastikan akan kembali menjadi sorotan utama.

2. Drama Julian Alvarez Terus Berlanjut dan Panas

Drama di Madrid terus berlanjut sepanjang bulan Juni, yang dipicu oleh pemilihan presiden klub yang berlangsung sengit. Enrique Riquelme, pesaing petahana Florentino Perez, mengklaim telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan penyerang bintang Manchester City, Erling Haaland, ke klub jika ia terpilih—sebuah klaim yang memicu ancaman tindakan hukum dari pihak City.

Sementara itu, Perez berjanji akan mengajukan tawaran sebesar 150 juta euro untuk mendatangkan sosok “Galactico misterius” jika terpilih kembali. 

Sempat muncul spekulasi bahwa pemain sayap FC Bayern Munchen, Michael Olise, adalah targetnya. Namun, ternyata sosok itu adalah penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez—pemain Timnas Argentina yang juga sangat diminati oleh Barcelona dan Arsenal FC. Tawaran Madrid ditolak, begitu pula tawaran Barca (yang bernilai 100 juta euro). 

Situasi terkini menunjukkan bahwa Alvarez ingin hengkang. Namun, Atleti bersikeras bahwa mantan penyerang Man City itu tidak akan ke mana-mana. Madrid tampaknya telah mundur untuk saat ini, tetapi Barca dan Arsenal masih terus memantau situasi. Kisah ini jelas belum berakhir.

3. AC Milan Ikut Unjuk Gigi

Bukan rahasia lagi jika klub-klub Serie A Italia belakangan ini jarang menjadi ajang belanja pemain dengan nilai fantastis. Itulah mengapa publik tercengang saat AC Milan merekrut penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Goncalo Ramos dengan banderol 74 juta euro.

Transfer ini menjadi pertaruhan besar Milan karena meskipun striker Timnas Portugal ini jelas memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang hebat, ia bukanlah pilihan utama di PSG selama dua musim terakhir. 

Rossoneri tentu berharap sosok pelatih anyar mereka musim panas ini—yang juga berasal dari Portugal, Ruben Amorim—menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi sang pemain. 

Ini adalah pekerjaan pertama Amorim sejak Manchester United memecatnya pada awal Januari, sekaligus menjadi peluang besar baginya untuk bangkit setelah masa-masa sulit di Old Trafford. Menarik ditunggu bagaimana kiprah formasi 3-4-2-1 andalannya di San Siro nanti.

4. Nama-Nama Besar di Bursa Pemain Bebas Transfer

Tahun itu menjadi masa yang luar biasa bagi bursa pemain berstatus bebas transfer, setelah sejumlah nama besar mengakhiri kiprah mereka di klub lama demi mencari petualangan baru.

Real Madrid kembali menjadi pemain kunci dalam pergerakan ini dengan merekrut gelandang berusia 31 tahun, Bernardo Silva, dari Manchester City serta bek tengah Ibrahima Konate dari Liverpool FC. 

Di sisi lain, kekuatan dua rival utama mereka justru berkurang setelah penyerang Antoine Griezmann (Atletico) dan striker Robert Lewandowski (Barcelona) hengkang ke MLS—masing-masing bergabung dengan Orlando City dan Chicago Fire.

Di Liga Premier Inggris, Tottenham Hotspur juga membuat gebrakan di bursa transfer ini; mereka mendatangkan bek tengah Marcos Senesi dari AFC Bournemouth dalam sebuah langkah besar, sekaligus merampungkan proses transfer panjang bek kiri Andy Robertson dari Liverpool.

5. Spurs Tidak Ragu Habiskan Banyak Uang

Senesi dan Robertson hanyalah permulaan dari apa yang dengan cepat menjadi awal yang masif bagi Spurs—nama panggilan untuk Tottenham Hotspur—di bursa transfer ini.

Menjelang pertengahan Juni, mereka telah menyepakati transfer senilai 52 juta poundsterling untuk mendatangkan bek tengah Brighton, Jan Paul van Hecke, yang memungkinkan pelatih Roberto De Zerbi bereuni dengan pemain yang pernah dilatihnya saat masih menangani klub di wilayah pesisir selatan tersebut.

Lantas, pada awal Juli, Spurs menyelesaikan dua kesepakatan besar untuk posisi gelandang tengah: 85 juta pounds untuk Mateus Fernandes dari West Ham United dan 92,5 juta pounds (yang berpotensi naik hingga 100 juta pounds) untuk Sandro Tonali dari Newcastle United. 

Langkah ini menandai perombakan total di lini tengah serta peningkatan kualitas yang signifikan—meskipun dengan biaya keseluruhan yang sangat fantastis.

Untuk mengimbangi sebagian pengeluaran tersebut, Spurs telah melepas bek berusia 19 tahun yang menjanjikan, Luka Vuskovic, ke Brighton dengan nilai awal 46 juta pounds. Sementara itu, gelandang berusia 20 tahun, Lucas Bergvall, juga diperkirakan akan hengkang karena Nottingham Forest berminat merekrutnya sebagai pengganti sosok tertentu.

6. Elliot Anderson Sempat Pecahkan Rekor Transfer Inggris

Di tengah perhelatan Piala Dunia, Manchester City dan Nottingham Forest mencapai kesepakatan terkait transfer Elliot Anderson, pemain yang masa depannya sempat menggantung sejak akhir musim. Nilai transfer sebesar 116 juta pounds yang menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang masa (meski hanya untuk kurun waktu sekitar tiga pekan).

Namun, terlepas dari besarnya biaya tersebut, ada alasan lain mengapa transfer ini menjadi tonggak penting: kesepakatan ini menentukan arah pola belanja awal di Liga Premier, karena menjadi tolok ukur bagi perekrutan gelandang tengah lainnya. 

Tiba-tiba, nilai transfer pun melonjak, dan hal itu tak diragukan lagi turut memengaruhi angka akhir kesepakatan saat Tonali dan Fernandes akhirnya pindah ke Spurs.

7. Manchester United “Lebih Bijak” di Bursa Transfer

Terkait harga pemain, Manchester United sepertinya mengambil langkah yang “lebih bijak” dan cerdas dengan tidak mengikuti patokan harga.

Pada 13 Juli, mereka merekrut Andrey Santos—gelandang muda Brasil yang menjanjikan dan telah bermain sekitar 2.500 menit untuk Chelsea pada musim 2025-2026—dengan nilai 48 juta pounds. 

Keesokan harinya, mereka menebus klausul pelepasan senilai 35 juta pounds untuk mendatangkan gelandang Timnas Belgia berusia 29 tahun, Youri Tielemans, dari Aston Villa, sekaligus menambah sosok kreatif dan pengalir bola yang andal di lini tengah.

Menariknya, sebagai respons atas kepergian Tielemans, Villa merekrut Joao Gomes dari Wolves dengan harga 34 juta pounds. Langkah ini semakin menegaskan bahwa harga pasar yang sesungguhnya untuk gelandang tengah memang berada di kisaran angka tersebut. 

8. Kesialan Terus Bayangi Newcastle

Saat klub-klub Liga Premier sibuk memperkuat skuad menjelang musim baru, Newcastle United justru mengalami hal sebaliknya. Kepergian Gordon dan Tonali—meskipun dengan nilai transfer tinggi—hanyalah awal dari serangkaian peristiwa yang tidak menguntungkan.

The Magpies sempat menyepakati nilai transfer 40 juta euro untuk pemain sayap Osasuna dan Timnas Spanyol, Víctor Munoz. Tetapi, Liverpool tiba-tiba masuk dan merebutnya. 

Newcastle kemudian mencapai kesepakatan senilai sekitar 50 juta pounds untuk mendatangkan penyerang SC Freiburg, Johan Manzambi—yang tampil memukau bersama Swis di Piala Dunia—tetapi Aston Villa membajak transfer tersebut.

Penggemar Newcastle dibuat frustrasi dengan situasi ini karena sepanjang musim panas lalu mereka kalah bersaing untuk mendapatkan daftar panjang target penyerang—termasuk Joao Pedro (Chelsea), Hugo Ekitike (Liverpool), dan Benjamin Sesko (Manchester United)—serta ditinggalkan dalam ketidakpastian di penghujung bursa transfer.

Meski demikian, The Magpies berhasil merampungkan beberapa kesepakatan: kiper setinggi 198 cm Ewen Jaouen (18,5 juta pounds dari Stade de Reims), pemain sayap Bazoumana Toure (42,8 juta pounds dari TSG Hoffenheim), dan gelandang Sean Steur (19,6 juta punds dari Ajax) adalah para pemain muda berbakat yang dapat menyegarkan skuad. 

Namun, antusiasme terhadap potensi kontribusi mereka sedikit meredup akibat rumor yang terus beredar bahwa sang kapten, Bruno Guimarães, ingin turut hengkang dan bergabung dengan Arsenal.

9. Munchen Bergerak Senyap dan Efisien

FC Bayern Munchen mengamankan dua kesepakatan selama Piala Dunia, keduanya melibatkan pemain yang sudah mereka kenal dengan baik. 

Pertama, mereka mendatangkan penyerang PSV Eindhoven, Ismael Saibari, dengan nilai transfer 55 juta euro. Gemilang bersama Maroko di Piala Dunia dan apik saat melawan Munchen di Liga Champions musim lalu, gaya bermain Saibari sangat cocok untuk peran pelapis Harry Kane di lini depan. 

Berikutnya, Munchen menarik bek kiri Nathaniel Brown, yang bergabung dengan nilai transfer yang kurang lebih sama dengan Saibari. Usai tampil impresif di Bundesliga Jerman musim lalu bersama Eintracht Frankfurt, Brown berhasil menembus susunan pemain utama Timnas Jerman di Piala Dunia. 

10. Morgan Rogers Patahkan Rekor Anderson

Tiga pekan usai transfer pemecah rekor Anderson senilai 116 juta pounds ke Man City tercapai, rekan setimnya di Three Lions, Morgan Rogers, menyepakati kepindahannya sendiri ke Chelsea dengan nilai 1 juta pounds lebih tinggi. 

Meskipun kedua pemain diperkirakan akan pindah musim panas ini dengan biaya besar, kesepakatan Rogers senilai 117 juta pounds-lah yang lebih mengejutkan banyak pihak.

Hal itu terutama disebabkan oleh fakta bahwa Rogers sebelumnya diprediksi kuat akan bergabung dengan Arsenal, bukan Chelsea. 

The Gunners telah berupaya keras untuk merekrut penyerang berusia 23 tahun itu, namun pada akhirnya enggan memenuhi nilai jual yang ditetapkan Aston Villa. Sebaliknya, The Blues bersedia memenuhinya dan segera menuntaskan kesepakatan begitu ada kesempatan.

Kini, Rogers bisa menyebut sahabatnya, Cole Palmer, sebagai rekan setim. Sementara, pelatih baru Xabi Alonso mendapatkan opsi penyerang baru yang menarik—sosok yang telah mencatatkan 31 gol dan 29 assist dalam 125 pertandingan bersama Villa.

Meski sudah banyak hal terjadi di bursa transfer musim panas ini, masih banyak langkah lanjutan yang dinantikan. Enam minggu ke depan diharapkan dapat memberikan kejelasan yang selama ini publik tunggu-tunggu mengenai masa depan sejumlah pemain bintang.