TVRINews - Jakarta, Indonesia

Dalam sejarah Piala Dunia, ada delapan tim debutan yang mampu mencatat hasil luar biasa.

Delapan hari menuju Piala Dunia 2026, 48 tim kontestan siap menyongsong pertarungan dalam turnamen yang akan bergulir mulai 11 Juni 2026 nanti di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dari 48 tim tersebut, empat di antaranya adalah debutan.

Mereka adalah Yordania, Uzbekistan, Tanjung Hijau, dan Curacao. Bagi sejumlah tim besar seperti Argentina, Prancis, Spanyol, Brasil, Inggris, atau Jerman, mereka membawa misi untuk meraih gelar juara. Sedangkan bagi para debutan tersebut, dapat tampil di Piala Dunia sudah menjadi pencapaian luar biasa.

Aspek kejutan, khususnya dari para debutan, menjadi sisi lain yang sangat menarik dalam sejarah Piala Dunia. Dalam sejarahnya, kecuali di Piala Dunia pertama (1930), belum ada debutan yang berhasil meraih gelar. Ini memperlihatkan bahwa Piala Dunia adalah turnamen dengan level dan kelas tersendiri.

Meski demikian, semua itu tidak lantas menutup peluang bagi tim-tim debutan untuk unjuk gigi. Faktanya, sejarah Piala Dunia mencatat bahwa banyak tim debutan di Piala Dunia yang mampu melangkah jauh bahkan ke fase knockout. Pencapaian mereka juga ditandai dengan sejumlah momen mengesankan.

Di Piala Dunia 2026 ini, peluang para debutan seperti Uzbekistan dengan pelatih Fabio Cannavaro atau tim lainnya termasuk Curacao, memiliki kesempatan untuk mengukir sejarah mereka sendiri. Pada Piala Dunia sebelumnya 2022, hanya ada satu tim debutan yaitu Qatar yang merupakan tuan rumah.

Namun, Qatar gagal memanfaatkan status mereka sebagai tuan rumah. Langkah mereka rontok di fase grup. Di Piala Dunia 2026 ini, dunia akan menantikan sejauh mana langkah Yordania, Uzbekistan, Tanjung Hijau, dan Curacao.

Mampukah Curacao memberikan perlawanan kuat kepada Jerman di Grup E, begitu juga dengan Tanjung Hijau yang satu grup dengan tim kuat seperti Spanyol dan Uruguai? Sedangkan Yordania akan menantang Argentina, dan Uzbekistan tentu memiliki motivasi besar menghadapi tim sekelas Portugal dan Kolombia.

Jelang 8 hari Piala Dunia 2026 akan bergulir, berikut ini TVRI menampilkan 8 debutan yang menurut FIFA memiliki pencapaian dan performa yang tidak akan terlupakan dalam sejarah turnamen ini:

1. Uruguai 1930

Pada Piala Dunia 1930, semua tim berstatus debutan. Namun, Uruguai pantas ditempatkan sebagai debutan terbaik di Piala Dunia 1930 yang merupakan Piala Dunia pertama dalam sejarah turnamen ini digelar. Sebagai tuan rumah, Uruguai kala itu salah satu kekuatan besar sepak bola dunia seperti gelar juara (medali emas) sepak bola Olimpiade 1924 dan 1928.

Uruguai juara Piala Dunia 1930 setelah mengalahkan Argentina di final dengan skor 4-2. Kemenangan tersebut diraih setelah sempat tertinggal 1-2 dari Argentina. Sukses ini juga menandai ulang tahun kemerdekaan Uruguai yang ke-100 dan mereka meraihnya di Stadion Centenario, stadion yang memang dibangun khusus untuk Piala Dunia 1930 dan 100 tahun usia kemerdekaan negeri ini.

2. Aljazair 1982

Aljazair tampil sebagai tim debutan di Piala Dunia 1982 yang bergulir di Spanyol. Perjalanan mereka lolos ke Piala Dunia tahun itu juga salah satu sisi yang menarik. Kalah di final Piala Afrika (1980) dari Nigeria, Aljazair kemudian balas dendam dengan mengalahkan Nigeria untuk mengunci tiket tampil di turnamen paling bergengsi sepak bola dunia ini.

Aljazair pun tampil di Piala Dunia 1982 dan mereka bukan hanya sekadar menjadi peserta melainkan juga mengukir sejarah yang tidak akan terlupakan. Dengan bintang seperti Rabah Madjer, Aljazair mengalahkan Jerman Barat di laga pertama fase grup (laga debut mereka), lalu menang 3-2 atas Cili.

Aljazair tidak lolos ke putaran kedua hanya karena kalah dalam selisih gol. Dan, itu terjadi disebabkan kemenangan Jerman 1-0 atas Austria, yang dikenal dengan The Disgrace of Gijon atau "Aib Gijon", laga kontroversial di Gijon yang dinilai ada kesepakatan hasil antara Jerman Barat dan Austria.

3. Kosta Rika 1990

Pada Piala Dunia 1990, ada tiga tim debutan yaitu Uni Emirates Arab (Asia), Kosta Rika (Amerika Tengah), dan Republik Irlandia (Eropa). Dari tiga debutan tersebut, kiprah Kosta Rika di Piala Dunia yang digelar di Italia ini tidak akan terlupakan. Berada di Grup B bersama Brasil, Skotlandia, dan Swedia, Kosta Rika tentu saja tidak diunggulkan. Apalagi, status mereka sebagai debutan.

Namun demikian, yang terjadi kemudian tim berjulukan Los Ticos ini hanya kalah dari Brasil 0-1 sedangkan di dua laga lainnya, mereka menang atas Skotlandia dan Swedia. Mereka pun lolos ke 16 besar. Namun, di fase ini langkah mereka terhenti karena kalah 1-4 dari Cekoslowakia. Pencapaian luar biasa bagi sebuah negeri yang saat itu disebut hanya berpopulasi 3 juta jiwa.

4. Nigeria 1994

Dunia mengenal nama-nama seperti Finidi George, Daniel Amokachi, atau Rashidi Yekini di Piala Dunia 1994. Mereka di antara bintang Timnas Nigeria yang pada Piala Dunia tahun itu yang tampil mengejutkan. Sebagai tim debutan, Super Green Eagles langsung menggebrak di laga pertama, memukul Bulgaria 3-0.

Kekalahan dari Argentina ditandai dengan sempat unggul 1-0 di menit ke-8 lewat gol pemain Bernama Samson Siasia. Mereka kemudian mengalahkan Yunani 2-0. Nigeria lolos ke 16 besar. Di fase ini menghadapi Italia, Nigeria unggul 1-0 di menit ke-25, hanya karena faktor Roberto Baggio, sang legenda Italia yang mengalahkan mereka lewat gol yang dia ciptakan di menit ke-88 dan perpanjangan waktu (menit ke-102, penalti).

5. Arab Saudi 1994

Diego Maradona? Bukan, dia adalah Saeed Ali Al-Owairan Al-Dossari atau yang dikenal dengan nama Al-Owairan. Pemain dengan nomor punggung 10 Timnas Arab Saudi yang mengacak-acak kekuatan Belgia pada laga fase grup. Momen itu terjadi pada 29 Juni 1994, lebih dari setengah lapangan dia menggiring bola melewati sejumlah pemain Belgia lalu mencetak gol.

Tidak sedikit yang menilai gol Al-Owairan lebih baik dibandingkan dengan gol Diego Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986. Yang pasti, Al-Owairan adalah bintang Arab Saudi di Piala Dunia 1994 di mana saat itu Green Falcons adalah tim debutan dan bukan kekuatan yang dikenal. Arab Saudi sebelumnya mengalahkan Maroko, lalu mereka lolos ke 16 besar dan di fase itu terhenti karena kalah dari Swedia.

6. Kroasia 1998

Kroasia datang sebagai negara yang baru pulih dari penderitaan perang Balkan. Mereka berstatus negara yang telah merdeka. Pada Piala Dunia 1998 inilah, mereka tampil sebagai debutan dengan barisan pemain seperti Davor Suker, Zvonimir Boban, dan Robert Jarni. Nama mereka adalah legenda di sepak bola Eropa dan Piala Dunia hanyalah mengukuhkan nama-nama tersebut.

Perjalanan mereka di Piala Dunia yang digelar di Prancis ini ditandai dengan mengalahkan Jamaika dan Jepang dalam fase grup. Lalu menang atas Rumania 1-0 di 16 besar, hingga memukul Jerman 3-0 di perempat final, sebelum kalah 1-2 dari Prancis di semifinal. Namun, Piala Dunia 1998 akan diingat pula karena sukses mereka meraih peringkat ketiga setelah menang 2-1 atas tim raksasa Belanda.

7. Senegal 2002

Jika ada pelatih legendaris yang menginspirasi tentang sukses tim asal Afrika, dia adalah Bruno Metsu. Dialah yang membawa Senegal mengukir dongeng di Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea Selatan dan Jepang. Sebagai debutan, Senegal membuat dunia terkejut saat mengalahkan Prancis yang merupakan juara bertahan (juara Piala Dunia 1998). Apalagi, kemenangan tersebut terjadi di laga pembuka turnamen tersebut, 31 Mei 2002.

Senegal menang 1-0 lewat gol yang diciptakan Papa Bouba Diop di menit ke-30. Sejak itu, Senegal menjadi perhatian apalagi kejutan tersebut dilanjutkan dengan menahan Denmark 1-1 dan 3-3 Uruguai. Bahkan, di fase knockout di 16 besar, Senegal mengalahkan Swedia 2-1. Langkah mereka terhenti di perempat final karena kalah 0-1 dari Turki saat masih menggunakan format golden goal. Pape Thiaw yang saat ini menjadi pelatih Senegal untuk Piala Dunia 2026 juga menjadi bagian dari skuad Senegal Bruno Metsu. Namun, ketika itu, Pape Thiaw hanya masuk sebagai pemain cadangan tampil dalam satu laga.

8. Gana (2006)

Piala Dunia 2006 ditandai dengan wakil Afrika yang berstatus debutan. Mereka adalah Angola, Gana, Pantai Gading, dan Togo. Namun, hanya Gana yang berhasil lolos dari fase grup. Sukses The Black Star ditandai dengan kemenangan atas Republik Ceko dan Amerika Serikat pada fase grup.

Ini menjadi penampilan pertama Gana di Piala Dunia dengan barisan bintang seperti Asamoah Gyan atau Sulley Muntari. Mereka pun lolos ke 16 besar. Menghadapi Brasil, Gana kalah kelas karena Tim Samba memiliki barisan bintang seperti Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, dan Roberto Carlos.