Hajime Moriyasu, menilai Jepang layak mencapai perempat final Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Tokyo, Jepang
Pemerintah Jepang memberi perhatian soal keamanan rakyatnya yang akan mengunjungi Amerika Utara untuk Piala Dunia 2026.
Suporter Jepang sudah dikenal sebagai kubu pendukung yang menghadirkan perbedaan bila dibandingkan dengan fan tim lain. Untuk edisi kali ini, perbedaan itu ditambah dengan dukungan dari pemerintah.
Pemandangan para pendukung Samurai Blue, julukan Timnas Jepang, tidak segera meninggalkan tribune setelah laga usai sudah menjadi lazim di turnamen besar. Mereka memunguti sampah-sampah di tribune sebelum meninggalkan stadion.
Untuk Piala Dunia 2026, kubu Jepang bersiap tampil beda lagi. Kali ini, pemerintah Negeri Matahari Terbit ikut terlibat.
Kementerian Luar Negeri Jepang membuat langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sajian unik ini dibuat untuk memastikan keamanan orang Jepang yang mengunjungi tiga negara tuan rumah untuk mendukung Samurai Biru.
Sebagai awal, Kemenlu Jepang membuat situs web yang menyediakan informasi keamanan perjalanan selama perhelatan akbar global di Amerika Utara.
Pada awal Juni, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, merekam sebuah video bersama Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang, Tsuneyasu Miyamoto. Isinya mengajak para fan untuk mendaftar ke layanan informasi keamanan yang dinamakan Tabi-Regi.
"Mohon daftar ke Tabi-Regi sebelum berangkat. Layanan ini akan berlaku sebagai penyelamat dalam keadaan darurat," ucap Motegi di video tersebut seperti dikutip The Japan Times.
Selain itu, informasi keamanan akan tersedia buat para fan melalui Voicy. Kemenlu Jepang bakal mengunggah perkembangan situasi keamanan mingguan di sebuah platform distribusi audio daring itu.
Kantor Diplomatik Sementara
Kemenlu memutuskan untuk menerapkan penanganan keselamatan baru melihat kemungkinan adanya kebingungan mengikuti turnamen yang untuk pertama kali digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Mereka mengantisipasi pula akan banyaknya pendukung Jepang yang akan berangkat ke Amerika Utara untuk menyaksikan laga Samurai Blue secara langsung. Tim Jepang kali ini, yang dilatih Hajime Moriyasu, disebut sebagai yang terkuat yang pernah ada.
Faktor keamanan lokal menjadi pertimbangan besar pula, terutama di Meksiko. Di negara itu, kekerasan dengan senjata api yang dilakukan organisasi kriminal menjadi masalah besar.
Sebagai tambahan bagi situs web khusus buatan Kemenlu Jepang itu, lembaga diplomatik yang terkait Jepang menampilkan menu serupa. Di sana tersedia pula informasi tentang kondisi keamanan lokal dan situasi terkait terorisme setempat. Para fan akan mendapatkan peringatan sebelum memasuki atau meninggalkan kota tuan rumah beserta rincian kontak di lembaga diplomatik tersebut.
Di Dallas, Kemenlu membuka kantor cabang sementara Konsulat Jenderal Jepang (yang berpusat di Houston). Kantor sementara Kedutaan Jepang di Meksiko (berpusat di Mexico City) akan dibuka di Monterrey. Kantor-kantor temporal ini akan membantu orang Jepang yang mengalami kejadian tak terduga seperti kehilangan paspor sebelum atau sesudah laga Samurai Biru.
Kalau Jepang melaju lebih jauh, sistem kantor sementara tersebut juga akan dibuka. Lokasinya tergantung kota tempat Wataru Endo cs. berlaga.