Winger Timnas Inggris, Bukayo Saka, yang juga memperkuat Arsenal. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - London, Inggris
Menjelang Piala Dunia 2026, pelatih Thomas Tuchel menegaskan bahwa staf pelatih Timnas Inggris akan berhati-hati dalam mengelola kondisi fisik Bukayo Saka yang mengalami cedera Achilles.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan bahwa kondisi Bukayo Saka masih belum sepenuhnya pulih menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli. Menurut Tuchel, winger berusia 24 tahun itu masih dalam proses pemulihan dari cedera Achilles yang sempat mengganggunya pada musim lalu.
Saka mengalami cedera tersebut sejak Maret lalu. Meski demikian, ia tetap memaksakan diri bermain untuk membantu Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris. Keputusan itu berbuah manis karena The Gunners akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang mereka dan merebut gelar liga pertama dalam lebih dari dua dekade.
Selain tampil di kompetisi domestik, Saka juga bermain dalam final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Namun, Arsenal harus menerima kekalahan melalui adu penalti pada laga puncak tersebut.
Menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia, Tuchel menegaskan bahwa staf pelatih Inggris akan berhati-hati dalam mengelola kondisi fisik Saka. Mereka tidak ingin mengambil risiko yang dapat memperparah masalah cedera sang pemain.
“Bukayo masih terus berusaha mencapai kondisi terbaiknya. Pada akhir musim ia bermain sambil menahan rasa tidak nyaman akibat cedera, tetapi tetap mampu tampil di level yang sangat tinggi. Namun, jelas dia belum berada dalam kondisi 100 persen,” kata Tuchel kepada wartawan dikutip dari Reuters, Rabu (10/6/2026).
“Dia adalah salah satu pemain yang sedang kami bangun kembali kebugarannya dan kami jaga dengan sangat hati-hati dalam sesi latihan,” pelatih asal Jerman tersebut menambahkan.
Tuchel menjelaskan bahwa masih ada beberapa aspek yang belum sepenuhnya kembali pada diri Saka, terutama terkait intensitas latihan yang berkelanjutan.
“Ada beberapa hal yang masih kurang, terutama kemampuan menjalani sesi latihan secara beruntun. Arsenal telah merawatnya dengan sangat baik dan benar-benar memperhatikan kondisinya. Kami akan melakukan hal yang kurang lebih sama,” ujarnya.
Menurut Tuchel, Arsenal dan Saka telah mengambil keputusan bersama untuk tetap bermain pada momen-momen krusial musim lalu meski sang pemain belum benar-benar bebas dari rasa sakit.
“Mereka memainkannya kembali saat menghadapi Fulham ketika musim dan perebutan gelar sedang berada di titik penting, dan dia langsung menjadi pemain yang menentukan,” kata mantan pelatih Chelsea FC itu.
“Setelah itu, Bukayo dan Arsenal memutuskan bersama bahwa dia akan tetap bermain meski merasakan nyeri dan ketidaknyamanan. Bahkan pada periode tersebut dia tidak selalu bisa menjalani latihan penuh sepanjang pekan sebelum pertandingan,” Tuchel menambahkan.
Kondisi Saka menjadi perhatian besar karena perannya sangat penting bagi ambisi Inggris di Piala Dunia 2026. Pemain Arsenal itu sudah menjadi salah satu andalan The Three Lions dalam beberapa turnamen besar. Ia tampil pada Piala Eropa 2020 dan Piala Eropa 2024, serta mencatatkan tiga gol dalam empat pertandingan di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Beberapa waktu lalu Saka sempat menyampaikan ambisinya untuk menyatukan gelar Liga Inggris dan Liga Champions musim ini. “Ya, itu doa saya. Tentu saja itu bisa dilakukan,” ujar Saka dikutip dari Sky Sports.
“Anda tidak akan bisa melakukan apa pun jika tidak percaya. Saya percaya itu mungkin terjadi. Memang tidak akan mudah, jelas tidak akan mudah, tetapi itu mungkin,” ia menambahkan.
Inggris akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 pada 17 Juni 2026 di Dallas Stadium. Menariknya, lawan pertama yang akan dihadapi adalah Kroasia, duel yang mengingatkan publik pada semifinal Piala Dunia 2018 ketika langkah The Three Lions terhenti oleh tim asal Balkan tersebut.