TVRINews - Philadelphia, Amerika Serikat

Laga menghadapi Prancis memberikan kesempatan bagi Paraguai untuk mengubur kekalahan pahit mereka di Piala Dunia 1998 silam.

Laga Paraguai vs Prancis di 16 besar Piala Dunia 2026 mengingatkan kembali fans kedua tim kepada gol Golden Goal Laurent Blanc di Piala Dunia 1998. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Prancis yang membuat mereka melangkah ke perempat final dalam turnamen yang digelar di negeri mereka.

Prancis asuhan Didier Deschamps memang akan menghadapi Paraguai di 16 besar Piala Dunia 2026. Laga Paraguai vs Prancis akan bergulir pada Sabtu (4/7/2026) malam ini waktu setempat atau Minggu (5/7/2027) dini hari yang disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 03.00 WIB. Prancis melangkah ke 16 besar setelah menyingkirkan Swedia 3-0 di 32 besar sedangkan Paraguai memulangkan tim raksasa Jerman lewat adu penalti.

Walau sistem Golden Goal tidak lagi diterapkan dan peristiwa itu sudah 28 tahun silam, namun pertemuan Prancis dengan Paraguai kembali terlintas jelang laga krusial ini. Bahkan, jelang laga ini, Laurent Blanc pun mengakui belakangan ini semakin sibuk karena mengangkat telepon dari sejumlah pihak yang berbicara tentang golnya ke gawang Paraguai di Piala Dunia 1998 tersebut.

"Sebenarnya, saya berharap tidak akan ada lagi pertandingan Prancis vs Paraguai. Saya tidak pandai menggunakan telepon," kata Laurent Blanc, seperti yang diberitakan pers Prancis, L'Equipe, jelang pertandingan yang kini menjadi pembicaraan.

Menurut pria yang kini sudah berusia 60 tahun tersebut, beberapa hari terakhir ini dia sering melihat teleponnya berdering, dan kadang-kadang menjawabnya. Dia tahu bahwa dia adalah bagian dari sejarah, dan sejarah itu akan terulang kembali Sabtu ini di Philadelphia, dalam laga 16 besar.

Yang menarik, kecuali tentang Golden Goal, situasi laga malam ini sama. Seperti di Piala Dunia 1998 tersebut, Prancis dan Paraguai berhadapan di 16 besar, dan kemungkinan juga dalam cuaca yang sama yaitu cenderung panas, tingkat kesulitan yang sama, serta persaingan yang sama pula.

Gol Laurent Blanc dalam pertandingan tersebut salah satu kunci dari sukses Prancis juara Piala Dunia 1998. Dengan gol itu pula, Prancis melangkah ke perempat final di mana mereka berhasil mengalahkan Italia dalam adu penalti. Lalu, mengalahkan Kroasia di semifinal, dan akhirnya menang atas Brasil 3-0 di final.

Prancis vs Paraguai pada 1998 terjadi pada 28 Juni di Stadion Stade Felix, Lens (Prancis). Prancis lolos ke 16 besar sebagai juara Grup C. Les Bleus asuhan Aime Jacquet terdiri dari pemain generasi terbaik Prancis pada masanya saat itu. Selain Laurent Blanc di jantung pertahanan bersama Marcel Desailly, Lilian Thuram, dan Bixente Lizarazu, di bawah mistar ada Fabian Barthez. Termasuk Didier Deschamps yang saat ini merupakan pelatih Prancis, merupakan pemain andalan Les Bleus di lini tengah bersama Emmanuel Petit, Youri Djorkaeff. Duet David Trezeguet dan Thierry Henry di lini depan.

Gol Laurent Blanc terjadi di perpanjangan waktu, menit ke-114. Berawal dari umpan silang Robert Pires ke jantung pertahanan, David Trezeguet kemudian menanduk bola tersebut ke ruang kosong. Di sana, Laurent Blanc yang memang naik ke pertahanan membantu serangan, melepaskan tembakan dengan kaki kanannya. Tembakan yang keras tersebut tidak dapat dicegah kiper Paraguai, Jose Luis Chilavert.

Pada menit itu pula, terlihat suasana yang sangat kontras di mana pemain Prancis bersama-sama merayakan kemenangan tersebut. Bahkan Fabian Barthez berlari meninggalkan gawangnya bergabung dengan rekan setimnya merayakan gol Laurent Blanc. Sementara di sekitar mistar gawang Paraguai, kiper senior ini sibuk menghibur, memeluk rekan setimnya yang tampak sangat kecewa karena gol tersebut. Golden Goal saat itu berarti pula, Prancis memenangkan pertandingan. Tidak ada menit lainnya setelah gol itu.

Laurent Blanc tercatat sebagai pencetak gol Golden Goal pertama dalam sejarah Piala Dunia. Hingga kemudian aturan ini tidak diperlakukan lagi Piala Dunia 2002. Kekalahan 1998 lawan Prancis, menurut L'Equipe menjadi luka yang tak pernah sembuh bagi publik sepak bola Paraguai.

Kini, 28 tahun kemudian, Paraguai akan bertemu lagi dengan Prancis. Tim asuhan Gustavo Alfaro ini menyadari bahwa kekalahan dari Prancis di masa lalu itu sebagai salah satu kekecewaan terbesar bagi tim lawan yang kalah karena terlempar dengan cara seperti itu. Paraguai di Piala Dunia 1998 juga memiliki barisan pemain terbaik mereka.

Selain Jose Lluis Chilavert ada Carlos Gamarra, Celso Ayala, Francisco Arce, Pedro Sarabia, Roberto Acuna, Julio Cesar Enciso, dan Carlos Paredes. Los Guaranies kini memiliki peluang untuk mengubur sejarah pahit tersebut dengan barisan bintang mereka seperti Julian Enciso, Antonio Sanabria, Matias Galarza, Mauricio, Orlando Gill yang tampil mengesankan saat lawan Jerman.