Ilustrasi Trofi Piala Dunia Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Jakarta
Juara bertahan Piala Dunia tersingkir di fase awal menjadi bukti sengitnya persaingan.
Tampil di Piala Dunia selalu memberi tantangan tersendiri bagi para tim peserta, termasuk mereka yang datang dengan status juara bertahan. Performa impresif empat tahun sebelumnya, belum tentu bisa diulang.
Dari 22 edisi Piala Dunia yang telah digelar, hanya ada dua tim yang mampu merebut gelar juara secara beruntun. Yang pertama melakukannya adalah Italia pada 1934 dan 1938, disusul Brasil pada 1958 dan 1962.
Namun, mengulang kesuksesan tersebut bukan perkara mudah. Bahkan dalam beberapa kesempatan, juara bertahan justru harus tersingkir lebih awal, seperti yang terjadi dalam edisi Piala Dunia ini.
1. Italia - Piala Dunia 1950
Piala Dunia edisi keempat digelar pada 1950. Setelah 12 tahun ditiadakan akibat Perang Dunia II, FIFA menggulirkan kembali ajang besutannya ini di Brasil.
Italia datang dengan status juara bertahan. Mereka memburu trofi ketiga secara beruntun setelah memenanginya pada 1934 dan 1938.
Sayangnya, tim yang diarsiteki Ferruccio Novo harus tersingkir di fase awal. Mereka kalah bersaing dari Swedia dalam perebutan posisi puncak klasemen yang berarti tiket ke babak final.
2. Brasil - Piala Dunia 1966
Brasil yang mulai menancapkan taringnya sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola datang ke Piala Dunia 1966 di Inggris dengan status juara bertahan. Mereka memburu kemenangan ketiga secara beruntun setelah menjuarai edisi 1958 dan 1962.
Diperkuat pemain berbakat seperti Pele dan Garrincha, performa Tim Samba justru melempem. Langkah mereka terhenti di fase grup setelah kalah bersaing dari Portugal dan Hungaria.
Satu-satunya kemenangan Brasil diraih saat berhadapan dengan Bulgaria. Dua laga sisanya menghadapi Hungaria dan Portugal, mereka takluk dengan skor identik, 1-3.
3. Prancis - Piala Dunia 2002
Piala Dunia 1998 menjadi puncak kejayaan sepak bola Prancis. Bermain di kandang sendiri, tim berjuluk Les Bleus untuk pertama kali menembus final dan menjadi juara.
Sebagian besar dari skuad juara tersebut dibawa ke Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea Selatan. Dengan deretan pemain berkualitas, mereka dijagokan sebagai salah satu kandidat pemenang.
Di luar dugaan, penampilan Prancis di fase grup amat buruk. Laga pembuka berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Senegal, kemudian ditahan imbang tanpa gol oleh Uruguai.
Denmark yang menjadi lawan terakhir harus dikalahkan demi dapat lolos ke babak gugur. Namun, justru kekalahan 0-2 didapatkan Prancis. Hasil itu menempatkan mereka di dasar klasemen.
4. Italia - Piala Dunia 2010
Untuk kedua kalinya Italia mengulang catatan buruk sebagai juara bertahan Piala Dunia. Pada 2010 di Afrika Selatan, tim berjuluk Gli Azzurri terhenti langkahnya di fase grup.
Kejayaan yang mereka perlihatkan di Piala Dunia 2006 setelah mengalahkan Prancis di final tidak terlihat sama sekali. Tergabung di Grup F bersama Paraguai, Slowakia, dan Selandia Baru, mereka menjadi penghuni dasar klasemen.
Dua pertandingan awal Italia melawan Paraguai dan Selandia Baru berakhir dengan hasil imbang. Kejutan terjadi di laga pamungkas setelah mereka kalah 2-3 dari Slowakia.
5. Spanyol - Piala Dunia 2014
Vincente del Bosque memimpin Spanyol di Piala Dunia 2014 setelah pada edisi sebelumnya menjadi juara. Status unggulan disematkan kepada mereka, karena komposisi skuad tak banyak berubah.
Akan tetapi, tim berjuluk La Roja tak bisa mempertahankan performa terbaiknya. Di laga pembuka Grup B, mereka kalah telak 1-5 dari Belanda, tim yang pada Piala Dunia 2010 mereka kalahkan di final.
Peluang Spanyol untuk lolos ke babak berikutnya kandas pada pertandingan kedua. Mereka dipastikan tersingkir setelah kalah 0-2 dari Cili. Kemenangan tiga gol tanpa balas dari Australia di laga terakhir fase grup menjadi penutup perjalanan La Roja.
6. Jerman - Piala Dunia 2018
Jerman menjadi tim terakhir yang merasakan kegagalan di fase awal Piala Dunia meski datang dengan status juara bertahan. Kisah itu terjadi saat mereka tampil di edisi 2018.
Tergabung di Grup F, tim berjuluk Die Mannschaft hanya meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan. Pada laga pertama, mereka takluk 0-1 dari Meksiko.
Jerman sempat menjaga peluang lolos setelah menang dramatis atas Swedia pada pertandingan kedua. Namun, kejutan besar terjadi di laga terakhir ketika mereka kalah 0-2 dari Korea Selatan.
Kekalahan tersebut membuat Jerman finis di posisi terbawah grup sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2018.