Bintang Timnas Brasil, Neymar. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Brasilia, Brasil
Skuad Brasil akan berkumpul akhir Mei untuk bersiap menghadapi Maroko, Haiti, dan Skotlandia di fase grup.
Keputusan berani Carlo Ancelotti memanggil kembali Neymar ke tim nasional Brasil memicu kecaman keras dari legenda Prancis, Christophe Dugarry. Mantan penyerang yang membawa Les Bleus juara Piala Dunia 1998 itu menilai langkah tersebut telah merendahkan martabat sang megabintang sekaligus mencoreng reputasi besar Selecao.
Dugarry bahkan tidak ragu menyebut kembalinya striker Santos tersebut sebagai sebuah komedi yang memuakkan bagi pencinta sepak bola. Pernyataan kontroversial ini langsung menjadi buah bibir dan menyulut perdebatan sengit di seantero jagat raya menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, setelah absen selama tiga tahun dari panggung internasional, kembalinya pemain berusia 34 tahun itu awalnya disambut suka cita oleh publik Brasil. Namun, euforia tersebut perlahan terkikis setelah para pengamat sepak bola mulai mengendus adanya kejanggalan dalam keputusan taktis Ancelotti.
Sebagian kalangan menilai kembalinya mantan penyerang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu sebagai romansa tarian terakhir yang sangat indah. Di sisi lain, para pengamat yang lebih realistis justru mulai meragukan ketahanan fisik serta efektivitas Neymar di level tertinggi.
Dugarry menjadi salah satu sosok yang paling vokal dalam menyuarakan keprihatinan mendalam terkait masa depan Brasil. Ia meyakini segala bentuk perayaan dan kegembiraan publik atas kembalinya Neymar sama sekali tidak didasari oleh ketulusan.
Melalui metafora "tontonan sirkus" dilontarkan, Dugarry ingin menunjukkan betapa rendahnya rasa hormat yang tersisa untuk warisan Neymar. Hal ini dinilai merugikan citra Brasil yang selama ini dikenal sebagai kiblat sepak bola dunia dengan standar sangat tinggi.
"Perayaan-perayaan ini tidak tulus. Saya merasakan adanya ejekan yang mendalam di balik pemilihan Neymar," ujar Dugarry meluapkan kekesalannya saat mengudara di saluran RMC Sport.
"Saya mulai mendengar hal-hal seperti, 'dia akan cedera bahkan sebelum turnamen dimulai,' atau 'berat badannya bertambah'. Saya pikir banyak orang mengubahnya menjadi semacam tontonan sirkus. Hal itu mengganggu saya, dan Neymar turut andil dalam hal tersebut," Dugarry melanjutkan.
Bagi Dugarry, kepulangan Neymar setelah melewati cedera panjang dan penurunan kebugaran yang drastis adalah sinyal bahaya yang nyata. Persoalan ini dianggap sebagai cerminan dari krisis internal yang jauh lebih masif di dalam tubuh pemilik lima gelar juara dunia tersebut.
Ketergantungan pada sosok yang telah melewati masa jayanya mengindikasikan regenerasi bakat di Brasil sedang mengalami kemandekan. Selain itu, kebijakan ini juga memperlihatkan visi jangka panjang dari manajemen tim nasional mereka telah melemah secara signifikan.
"Saya rasa itu bukan ide yang bagus. Memilih Neymar menunjukkan betapa rendahnya Brasil telah merosot. Berpikir bahwa Neymar hanyalah pemain biasa adalah sebuah delusi. Saya tidak yakin bocah ini masih bisa memberikan kontribusi apa pun untuk tim ini," ujarnya.
Kini, beban berat dan tekanan psikologis yang luar biasa berada sepenuhnya di pundak Neymar untuk membungkam semua keraguan para pengkritiknya. Skuad Selecao dijadwalkan segera berkumpul untuk memulai pemusatan latihan di Granja Comary pada 27 Mei mendatang.
Sebelum bertolak ke Amerika Utara, Brasil akan terlebih dahulu menantang Panama dalam laga uji coba di Maracana pada 31 Mei. Pada Piala Dunia musim panas ini, Selecao bergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, serta Skotlandia.