Pelatih Kanada, Jesse Marsch. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Ottawa, Kanada
Asosiasi Sepak Bola Kanada (CSA) memperpanjang kontrak pelatih Tim Nasional Kanada Jesse Marsch untuk empat tahun ke depan.
Jesse Marsch telah menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun untuk tetap menjadi pelatih kepala tim nasional putra Kanada hingga Piala Dunia FIFA 2030, demikian diumumkan federasi (Canada Soccer Association/CSA) pada hari Senin (25/05/2026) malam waktu setempat.
Sejak mengambil alih jabatan pada Mei 2024, mantan pelatih CF Montreal dan Red Bull New York ini telah membawa Tim Nasional Pria Kanada (CanMNT) menuju Piala Dunia FIFA 2026 di kandang sendiri.
Marsch telah membawa Kanada meraih rekor 12 kemenangan, 5 kekalahan, dan 12 hasil imbang, dengan 37 gol yang dicetak dan 23 gol kebobolan.
Di bawah Marsch, The Canucks menempati peringkat keempat di Copa America 2024 dan mencapai peringkat tertinggi dalam sejarah program, yaitu peringkat ke-26 dalam Peringkat Dunia.
“Sejak hari pertama, saya merasakan ikatan yang mendalam dengan tim ini, dengan negara ini, dan dengan arah program ini,” kata Marsch, seperti dikutip situs MLS Soccer.
“Saya percaya Kanada memiliki potensi luar biasa dengan generasi pemain ini dan berharap dapat melihat perkembangan sepak bola di seluruh negeri. Saya sangat senang dapat berkomitmen jangka panjang di sini, membantu mengembangkan program ini selama bertahun-tahun, dan terus mendorong kelompok ini ke level tertinggi.”
Yang menarik, perpanjangan kontrak Marsch sebagian besar didanai oleh para filantropis dari lima keluarga Kanada yang telah memberikan komitmen signifikan untuk mendukung Timnas Kanada dan sepak bola di negara tersebut.
Kelompok tersebut termasuk pemilik Vancouver Whitecaps FC, Yayasan Carmie & Joey Saputo, Seth Boro dan Jen Hamilton, Keluarga Adnani, dan seorang donatur yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Bantuan dari sejumlah donatur untuk kontrak baru Marsch ini bukan tanpa sebab. Canada Soccer secara historis kerap mengalami kesulitan keuangan, beroperasi dengan defisit jutaan dolar Amerika (misalnya, 4 juta dolar Amerika dalam beberapa tahun terakhir) dan menghadapi perjanjian komersial yang membatasi kendalinya atas pendapatan penyiaran dan pemasaran.
Untuk mendapatkan pelatih berpengalaman global dan berprofil tinggi seperti Marsch, federasi tersebut menetapkan gaji jauh di atas anggaran standar mereka, melebihi apa yang sebelumnya mereka bayarkan kepada pendahulu seperti John Herdman (kini pelatih Timnas Indonesia).
Untuk mempertahankan dan mengembangkan tim nasionalnya selama dekade berikutnya, Canada Soccer melalui Canada Soccer Foundation meluncurkan kampanye Canada Rising untuk penggalangan dana khusus dari keluarga dan sejumlah tokoh bisnis terkemuka Kanada.
Karena anggaran standar federasi juga harus mencakup pengembangan pemain muda dan program tim nasional wanita, Canada Soccer Foundation pada dasarnya bertindak sebagai jembatan pendanaan penting untuk memastikan tim nasional pria tetap kompetitif.
“Kontribusi Jesse sebagai pelatih tim nasional pria kami sangat luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Kevin Blue, CEO dan Sekretaris Jenderal Canada Soccer.
“Ia telah menanamkan identitas yang jelas dan meningkatkan standar kompetitif tim kami. Kami berharap dapat merencanakan perjalanan jangka panjang bersama Jesse sebagai pelatih kepala program pria kami dan berterima kasih kepada para donatur yang mendukung pengangkatannya kembali.”
Sebelum memimpin Kanada, pria asal Wisconsin, Amerika Serikat, berusia 52 tahun itu melatih di Eropa bersama klub Bundesliga Jerman RB Leipzig, klub Bundesliga Australia Red Bull Salzburg, dan klub Liga Premier Inggris Leeds United.
Karier bermain Marsch sebagai gelandang berlangsung selama 14 musim di MLS bersama D.C. United, Chicago Fire FC, dan Chivas USA. Dalam rentang antara 1996 sampai 2009, ia memenangi tiga Piala MLS, dua Supporters’ Shield, dan empat Piala US Open.