Bintang Timnas Amerika Serikat, Christian Pulisic. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Milan, Italia
Torehan mengecewakan AC Milan di Serie A membayangi Christian Pulisic menjelang Piala Dunia 2026.
Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko bakal dimulai dalam hitungan hari. Tim Nasional AS (juga biasa disebut USMNT) akan menjalani pertandingan pertamanya di Grup D dengan menghadapi Paraguai di Los Angeles Stadium pada 13 Juni mulai pukul 08.00 pagi WIB.
Namun, salah satu bintang di Piala Dunia edisi ke-23 ini akan memasuki turnamen justru dengan beberapa beban mengecewakan dari kiprahnya Eropa.
Christian Pulisic memang akan tetap menjadi wajah Timnas AS menjelang musim panas terbesar dalam kariernya. Pemain kelahiran Hershey, Pennsylvania, berusia 27 tahun ini telah memikul ekspektasi besar selama bertahun-tahun. Dengan Piala Dunia kembali ke tanah Amerika, sorotan yang mengelilinginya semakin intensif.
Kabar baik bagi AS adalah Pulisic masih memasuki turnamen sebagai salah satu pemain tim yang paling berprestasi dan berpengalaman. Kabar buruknya adalah musim bersama klubnya, AC Milan, berakhir dengan cara yang brutal.
Kemerosotan AC Milan Mengubah Suasana
Sepanjang sebagian besar musim Serie A, AC Milan tampaknya ditakdirkan untuk mengamankan salah satu tempat bergengsi di Liga Champions UEFA. Pulisic memainkan peran utama di awal musim dan tampak siap membantu Milan kembali ke jajaran klub elite Eropa.
Musim 2025-2026 dimulai dengan cemerlang bagi bintang Amerika itu. Dalam 11 pertandingan liga pertamanya, Pulisic mencetak delapan gol dan dua assist, dan tampak seperti salah satu penyerang paling berbahaya di Italia.
Namun paruh kedua musim menceritakan kisah yang sangat berbeda. Pulisic tidak mencetak gol dalam 20 pertandingan terakhirnya, hanya menambahkan dua assist selama periode itu.
Saat serangan Milan mendingin, tekanan meningkat dalam persaingan klasemen Serie A. Semuanya runtuh pada pekan terakhir musim.
AC Milan menderita kekalahan 1-2 dari Cagliari Calcio pada laga terakhir Serie A, sementara Como 1907 melesat di klasemen dengan kemenangan meyakinkan atas US Cremonese, 4-1. Pulisic sendiri bermain selama 45 menit sebagai sayap kiri saat Milan ditekuk Cagliari, Senin (25/05/2026) malam.
Hasil itu menjungkalkan Milan turun ke posisi kelima klasemen akhir Serie A dan secara resmi mengeliminasi klub dari kualifikasi Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut.
Alih-alih mempersiapkan diri untuk kompetisi utama Eropa musim depan, Milan kini hanya akan menuju Liga Europa. Kekecewaan tersebut dengan cepat memicu perubahan besar di dalam klub, termasuk kepergian manajer Massimiliano Allegri.
Tekanan pada Pulisic Belum Pernah Setinggi Ini
Waktu berakhirnya musim AC Milan yang mengecewakan tidak mungkin diabaikan. Pulisic kini langsung menuju Piala Dunia dengan membawa pertanyaan tentang performanya baru-baru ini di level klub.
Meskipun demikian, The Stars and Stripes (julukan Timnas AS) masih menganggapnya sebagai pusat serangan dan pemimpin emosional menjelang turnamen.
Sejak debutnya untuk tim nasional pada akhir Maret 2016, Pulisic telah mencetak 32 gol dan 19 assist dalam 84 penampilan untuk USMNT. Ia juga membantu membawa AS ke babak gugur Piala Dunia FIFA 2022 sebelum tim tersebut tersingkir oleh Belanda di babak 16 besar.
Kini datang tantangan yang lebih besar. Setelah melawan Paraguai pada laga pertama di Grup D, AS kemudian menghadapi Australia di Seattle pada 20 Juni dini hari WIB dan Turki di Los Angeles pada 26 Juni pagi WIB.
Bagi Pulisic, turnamen ini lebih dari sekadar kompetisi internasional lainnya. Ini adalah kesempatan untuk menghapus frustrasi seputar akhir musim AC Milan dan mengingatkan dunia sepak bola mengapa ia tetap menjadi pemain terpenting dalam sejarah sepak bola Amerika.