Didier Deschamps kini menjabat sebagai pelatih Timnas Prancis. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – New York
Performa Prancis di babak pertama melawan Inggris sangat mengecewakan Didier Deschamps.
Didier Deschamps pasang badan atas buruknya penampilan Prancis pada babak pertama saat menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) pagi WIB.
Tim berjuluk Les Bleus tertinggal empat gol tanpa balas saat turun minum. Setelah kembali dari ruang ganti, Prancis sempat bangkit dengan mencetak empat gol, tetapi tetap harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6.
"Ini adalah kekalahan, tetapi kami sempat tertinggal 0-4. Kami menjalani babak pertama yang tidak dapat diterima," kata Deschamps usai pertandingan, dikutip dari Reuters.
"Kami mampu bereaksi dan kembali menunjukkan hal-hal yang selama ini menjadi kekuatan kami. Kami bahkan memiliki dua peluang untuk menyamakan skor menjadi 4-4, tetapi kami terlalu banyak mendorong permainan ke depan," ia menambahkan.
"Itulah yang sebenarnya bisa kami lakukan, tetapi kami gagal melakukannya. Ini adalah kesalahan saya karena saya tidak melakukan apa yang seharusnya pada babak pertama."
Meski timnya tampil jauh lebih baik setelah jeda, Deschamps mengakui hasil tersebut tetap mengecewakan. Ia menegaskan Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan target meraih gelar juara, sehingga gagal finis di posisi ketiga bukanlah akhir yang diharapkan.
"Tentu akan lebih baik jika kami bisa finis di posisi ketiga. Kami datang ke sini dengan ambisi besar. Kami berhasil menunjukkan banyak hal positif," tuturnya.
Deschamps juga menilai skuad Prancis memiliki kualitas yang cukup untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Menurutnya, timnya dihuni banyak pemain bertalenta yang seharusnya mampu bersaing memperebutkan trofi Piala Dunia.
"Tim ini memiliki kualitas sepak bola yang sangat baik. Kami memiliki cukup banyak pemain bertalenta untuk meraih hasil yang lebih baik," ujarnya.
Laga melawan Inggris menjadi penampilan terakhir Deschamps sebagai pelatih Prancis. Sebelumnya, ia telah memastikan akan mengakhiri masa baktinya setelah turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berakhir.
"Dari sisi hubungan antarmanusia, ini adalah perjalanan yang indah. Delapan pekan bersama tim menjadi pengalaman yang luar biasa," kata Deschamps.