TVRINews - Jakarta

Gelar 1970 menjadikan Mario Zagallo orang pertama yang menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih, sekaligus satu-satunya pengoleksi tiga trofi sebagai pemain dan pelatih. 

Menjuarai Piala Dunia sebagai pemain saja sudah menjadi pencapaian tertinggi dalam karier sepak bola. Namun, hanya segelintir tokoh yang mampu merasakan manisnya trofi paling prestisius itu dua kali, sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih. Hingga kini, hanya tiga sosok dalam sejarah yang berhasil menorehkan prestasi langka tersebut. Siapa saja mereka?

1. Mario Zagallo (Brasil)

Mario Zagallo adalah pelopor dalam daftar eksklusif ini. Ia pertama kali mengangkat trofi bersama Brasil pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Saat itu, Zagallo bermain sebagai winger kiri dalam tim legendaris yang juga diperkuat Pele dan Garrincha. Empat tahun kemudian, ia kembali menjadi bagian skuad juara di Piala Dunia 1962 di Cili.

Kehebatan Zagallo tak berhenti sebagai pemain. Pada 1970, ia dipercaya melatih Tim Nasional Brasil di Meksiko. Di bawah arahannya, Brasil tampil memukau dengan gaya jogo bonito yang atraktif dan efektif. Tim yang dihuni Pele, Jairzinho, Tostao, dan Carlos Alberto Torres itu dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. 

Gelar 1970 menjadikan Zagallo orang pertama yang menjuarai turnamen ini sebagai pemain dan pelatih kepala, sekaligus masih menjadi satu-satunya orang yang mengoleksi tiga trofi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih kepala. 

Bahkan ia juga terlibat saat Selecao meraih trofi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, tetapi statusnya saat itu sebagai asisten pelatih. Zagallo sebagai pelatih juga nyaris saja menambah koleksi trofinya di Piala Dunia 1998, sayangnya saat itu Brasil kalah di final dari tuan rumah Prancis dengan skor telak 0-3. 

2. Franz Beckenbauer (Jerman Barat)

Franz Beckenbauer, dijuluki Der Kaiser, adalah simbol kejayaan sepak bola Jerman. Sebagai pemain, ia mengantar Jerman Barat menjadi juara Piala Dunia 1974 setelah mengalahkan Belanda di final yang digelar di Munchen. Beckenbauer dikenal sebagai pelopor peran sweeper modern, dengan visi bermain dan kepemimpinan yang luar biasa.

Prestasi emasnya berlanjut ketika ia menjadi pelatih Timnas Jerman Barat di Piala Dunia 1990 di Italia. Di final, Jerman Barat menundukkan Argentina 1-0 lewat gol Andreas Brehme. Ia juga menjadi sosok sentral dalam transformasi sepak bola Jerman, baik di level tim nasional maupun klub.

3. Didier Deschamps (Prancis)

Didier Deschamps adalah anggota terbaru dalam daftar elite ini. Sebagai kapten tim, ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 di kandang sendiri. Saat itu, Les Bleus menaklukkan Brasil 3-0 di final berkat dua gol Zinedine Zidane dan satu gol Emmanuel Petit. Deschamps dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan kepemimpinan kuat.

Dua dekade kemudian, Deschamps kembali mengangkat trofi, kali ini sebagai pelatih. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Prancis menumbangkan Kroasia 4-2 di final. Ia berhasil membangun tim muda penuh talenta seperti Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, dan Paul Pogba menjadi juara dunia.

Deschamps juga hampir menambah trofi Piala Dunia pada 2022 di Qatar, namun Prancis harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Argentina di final. Setidaknya, ia masih berpeluang menyamai rekor Mario Zagallo meraih tiga trofi jika berhasil membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026. 

Prestasi yang Sulit Disamai

Menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih membutuhkan kombinasi langka: bakat individu, kepemimpinan, kecerdasan taktik, serta kemampuan beradaptasi lintas generasi. Hingga kini, hanya Mario Zagallo, Franz Beckenbauer, dan Didier Deschamps yang berhasil mencapai puncak tersebut.

Rekor ini menjadi bukti bahwa kejayaan sejati tidak hanya lahir dari kemampuan bermain di lapangan, tetapi juga dari kecerdasan dan visi dalam memimpin dari pinggir lapangan.