Granit Xhaka, merespons pemberi label toksik pada dirinya usai cetak gol di laga Grup A Piala Dunia 2026 kontra Bosnia dan Herzegovina. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat
Usai mencetak gol keempat Swis, Granit Xhaka membuat gestur yang ditujukan kepada para pengkritik.
Swis menggoreskan kemenangan meyakinkan dengan skor 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina di laga kedua Grup B Piala Dunia 2026. Setelah gol-gol dari dua pemain pengganti, kapten tim berjulukan A-Team, Granit Xhaka, menutup dengan gol dari titik putih. Sebagai perayaan gol, dengan tangan kanannya, eks gelandang Arsenal itu membuat tiruan orang yang mengoceh.
Granit Xhaka menujukan selebrasi itu kepada kritik yang mendatanginya setelah laga pertama versus Qatar yang berakhir seri. Usai partai tersebut, Xhaka dinilai telah merusak harmoni dalam tubuh tim Swis dengan komentarnya.
Xhaka menyorot penampilan A-Team setelah Qatar dapat menyamakan kedudukan di pengujung duel. "Anda boleh ngomong apa saja. Kita harus melakukannya," ucap Xhaka dikutip dari The Irish Sun yang tampak mengarah kepada orang-orang dalam tim yang berkomentar terlalu percaya diri.
Media Jerman, Bild, mengabarkan pada awal pekan bahwa omelan kapten berusia 33 tahun itu tidak berterima dalam pasukan Nati yang dilatih Murat Yakin. Beberapa sosok yang konon bepengaruh dalam kamp tim Swis disebut merasa tidak nyaman terhadap perilaku Xhaka. Gelandang temperamental itu konon dilabeli "penebar racun" atau yang sering disebut "toksik".
Sebagai balasan atas sangkaan perpecahan dalam Swis plus predikat biang kerok perpecahan itu, Xhaka tampak sengaja meniru orang berceloteh.
"Selalu ada banyak ketidaknyamanan di sekitar saya. Banyak hal yang ditulis, dan dari sudut pandang saya, agak memprovokasi. Mungkin orang-orang cukup merasa bangga kepada seorang pemain yang sudah memainkan sekian banyak laga buat timnas? Namun, saya tak bermasalah. Yang penting bagi saya adalah apa yang terjadi di lapangan: tim mendukung saya, pelatih mendukung saya," ucap Xhaka kepada Magenta TV seperti dikutip One Football.
Klaim Granit Xhaka soal sokongan tim tidak berlebihan. Para rekan setimnya paham betul konteks gestur selebrasi gol pemain Sunderland itu.
Pengisi skuad Swis mendukung sang kapten dengan merayakan gol bersama dengan saling merangkul. Karena penalti Xhaka sekaligus menutup pertandingan, lingkaran yang dibuat pemain Swis menjadi besar karena seluruh pemain terlibat.