Pelatih Timnas Tunisia, Herve Renard. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Guadalupe, Meksiko
Herve Renard mengalami kekalahan pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih Tunisia, setelah menggantikan Sabri Lamouchi.
Kekalahan Tunisia dari Jepang, 0-4 pada laga putaran kedua Grup F, Sabtu (20/6/2026) malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB, menjadi akhir dari langkah Tunisia di Piala Dunia 2026 ini. Tim berjulukan Elang Kartago tersebut terlempar dari turnamen ini meski masih memiliki satu pertandingan sisa yaitu lawan Belanda.
Dengan kekalahan ini pula, untuk kesekian kalinya memperlihatkan bahwa tidak ada pelatih pengganti dalam sejarah Piala Dunia yang mampu menang di pertandingan pertama. Herve Renard hanya meneruskan trend tersebut. Bahkan, dari sisi hasil, dia adalah pelatih pengganti dengan hasil terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Seperti diketahui, Herve Renard resmi diangkat sebagai pelatih baru Tunisia pada 16 Juni lalu. Dia datang menggantikan Sabri Lamouchi yang dipecat sehari sebelumnya setelah Tunisia kalah 1-5 dari Swedia pada laga pertama Grup F ini. Keputusan Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF) memecat Sabri Lamouchi memang mengejutkan.
Namun, keputusan tersebut diambil dengan harapan Tunisia bisa bangkit di laga kedua saat menghadapi Jepang. Meski demikian, kehadiran Herve Renard tidak mampu mengubah nasib buruk Tunisia. Bahkan, Tunisia kalah dari Jepang dengan margin gol yang tidak berbeda, kemasukan empat gol.
Apa yang terjadi dengan Tunisia dan Herve Renard mengulangi apa yang terjadi sebelumnya, tentang pergantian pelatih saat Piala Dunia bergulir. Sepanjang sejarah Piala Dunia bergulir, kini telah terjadi lima pergantian pelatih saat turnamen ini berlangsung. Dan, tidak satu pun di antara lima pelatih tersebut mampu meraih kemenangan di pertandingan pertama mereka.
Dari empat pergantian pelatih sebelumnya, tiga di antaranya terjadi di Piala Dunia 1998 silam, termasuk Tunisia. Ali Selmi contohnya yang diangkat menggantikan Henryk Kasperczak setelah Tunisia kalah di dua laga awal fase grup, 0-2 vs Inggris dan 0-1 vs Kolombia.
Ali Selmi kemudian diangkat sebagai pelatih Tunisia menggantikan Henryk Kasperczak. Namun, Ali Selmi hanya membawa Tunisia imbang 1-1 lawan Rumania di laga terakhir fase grup yang membuat Tunisia terlempar dari Piala Dunia tersebut.
Pada Piala Dunia yang sama pula, Kim Pyung-seok diangkat sebagai pelatih Korea Selatan setelah tim ini kalah dua kali di fase grup di bawah asuhan Cha Bum-kun. Namun, Kim Pyung-seok juga gagal membawa Korsel menang, hanya imbang 1-1 lawan Belgia di laga terakhir fase grup.
Arab Saudi juga imbang 2-2 di laga terakhir fase grup Piala Dunia 1998 bersama pelatih Mohammed Al Kharashy. Dia diangkat sebagai pelatih baru menggantikan Carlos Alberto Parreira karena Arab Saudi kalah telak 0-4 dari Prancis dan 0-1 dari Denmark.
Ada Fernando Hierro di Piala Dunia 2018. Hanya, Fernando Hierro diangkat sebagai pelatih menggantikan Julen Lopetegui dua hari sebelum Piala Dunia 2018 itu dimulai. Hasilnya tetap sama, laga pertama Spanyol imbang 3-3 lawan Portugal. Namun, yang membedakan tentu Spanyol masih ada dua laga fase grup dan mereka berhasil lolos ke 16 besar.
Dengan deretan rapor empat pelatih sebelumnya itu, Herve Renard bersama Tunisia jelas menjadi pelatih dengan hasil yang buruk. Dia satu-satunya pelatih pengganti yang mengalami kekalahan sementara empat pelatih lainnya imbang di laga pertama. Kecuali Fernando Hierro, keempat pelatih pengganti tersebut juga gagal membawa timnya lolos dari fase grup, termasuk Herve Renard.