FIFA telah membatalkan ribuan reservasi hotelnya di Toronto, Kanada. Para ahli mengatakan pembatalan itu merupakan hal rutin karena mereka menyesuaikan dengan jumlah staf yang dibawa. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Toronto, Kanada
Kondisi cuaca maupun gangguan transportasi tidak menyurutkan semangat para suporter Portugal dan Kroasia.
Ribuan pendukung Portugal dan Kroasia tetap memadati jalanan menuju Toronto Stadium meski suhu udara mencapai tingkat yang sangat panas pada Kamis (2/7/2026) waktu setempat.
Mereka bernyanyi, menari, dan berbaris bersama demi menyaksikan kemungkinan pertemuan terakhir dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, di panggung Piala Dunia.
Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perebutan tiket ke babak 16 besar. Bagi banyak penggemar, pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan terakhir menyaksikan Ronaldo dan Modric saling berhadapan di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Atmosfer di Toronto terasa istimewa karena kota terbesar di Kanada itu memiliki komunitas diaspora Portugal dan Kroasia yang cukup besar. Tak heran, ribuan suporter dari kedua negara memadati pusat kota sejak beberapa jam sebelum kick-off meski cuaca sangat menyengat.
Salah satu pendukung Kroasia, Dennis Mavrin, mengaku rela menghabiskan anggaran liburan keluarganya demi kembali menyaksikan tim kesayangannya berlaga di Toronto. Sebelumnya ia juga hadir saat Kroasia menghadapi Panama pada fase grup.
"Saya pikir itu akan menjadi satu-satunya pertandingan yang saya datangi. Namun setelah laga itu, saya tahu kami harus kembali. Anak saya dan saya datang ke sini untuk merasakan pertandingan antara Ronaldo dan Modric," ujar Mavrin dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2026).
Keputusan tersebut bahkan membuat istrinya kurang senang karena dana liburan keluarga habis untuk membeli tiket pertandingan. Namun, Mavrin merasa kesempatan melihat dua peraih Ballon d'Or tersebut bertemu di Piala Dunia mungkin tidak akan terulang lagi.
Toronto sendiri dilanda gelombang panas sepanjang pekan ini. Di beberapa wilayah, suhu udara dilaporkan mencapai 37 derajat Celsius. Kondisi ekstrem tersebut turut mengganggu berbagai layanan publik.
Operator kereta Metrolinx mengumumkan bahwa perjalanan menuju stadion akan ditambah untuk melayani para suporter yang hendak menyaksikan pertandingan terakhir Piala Dunia di Toronto.
Namun, kereta harus beroperasi dengan kecepatan lebih rendah akibat cuaca panas, sementara sejumlah perjalanan berpotensi dibatalkan.
Selain itu, acara nonton bareng resmi Piala Dunia di Nathan Phillips Square juga dibatalkan oleh pemerintah kota. Otoritas setempat menyatakan mereka membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mengamankan arus massa di sekitar stadion serta rute pawai para pendukung.
Meski demikian, kondisi cuaca maupun gangguan transportasi tidak menyurutkan semangat para suporter.
Justin Ribeiro, warga Toronto yang memiliki darah Portugal, mengatakan dirinya tidak ingin melewatkan kesempatan langka menyaksikan Selecao berlaga di kota tempat tinggalnya.
"Saya pernah melihat Portugal bermain langsung di Portugal. Namun ketika tahu mereka akan bermain di sini, rasanya benar-benar berbeda. Saya harus datang menyaksikan mereka bermain di rumah saya," kata Ribeiro.
Baik Portugal maupun Kroasia memang belum tampil sepenuhnya meyakinkan sepanjang turnamen. Portugal hanya meraih satu kemenangan saat mengalahkan Uzbekistan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang melawan Republik Demokratik Kongo dan Kolombia.
Kroasia di sisi lain sempat mengawali Piala Dunia dengan kekalahan dari Inggris sebelum bangkit melalui kemenangan atas Panama dan Gana untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Kini, kedua tim membawa misi yang sama, yakni menjaga asa meraih gelar juara dunia. Namun bagi banyak penonton di Toronto, hasil pertandingan mungkin bukan satu-satunya cerita.
Mereka datang untuk menjadi saksi momen bersejarah ketika dua legenda sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, kemungkinan menjalani duel terakhir mereka di panggung Piala Dunia.