TVRINews – Seattle, Amerika Serikat

Ismaila Sarr berperan besar untuk Timnas Senegal meskipun dihentikan Belgia, 2-3, di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Siapa saja bintang Tim Nasional Senegal di Piala Dunia 2026 ini? Jika publik ditanya demikian sudah pasti nama-nama yang muncul adalah Kalidou Koulibaly, Idrissa Gueye, serta tentu saja sang kapten dan bintang utama Lions of Teranga, Sadio Mane. 

Namun, apakah publik mengenal nama Ismaila Sarr (belakang, ketiga dari kiri foto ilustrasi utama)? Mungkin tetap banyak yang mengenal nama penyerang sayap itu. Namun, sudah pasti namanya bakal disebut belakangan—bahkan mungkin luput dari perhatian—di antara para bintang Senegal tersebut. 

Ismaila Sarr memang layak disebut sebagai pemain yang paling kurang mendapat apresiasi (underrated) di Piala Dunia kali ini, bila mengingat statistik yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain dengan performa terbaik. 

Satu gol yang dibuat Ismaila Sarr saat Senegal disingkirkan Belgia di 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-3 di Seattle, Amerika Serikat (AS), Rabu (01/07/2026) dini hari WIB lalu, ternyata menjadi rekor tersendiri baginya. 

Termasuk gol ke gawang Belgia, total Ismaila Sarr akhirnya mengoleksi empat gol—dua saat kalah 2-3 dari Norwegia, dan masing-masing satu saat menang 5-0 atas Irak dan kalah 2-3 dari Belgia—plus dua assist yang dicetak masing-masing satu saat melawan Irak dan Senegal.

Itu berarti, dari 10 gol yang dicetak Timnas Senegal dari empat laga Piala Dunia 2026, Ismaila Sarr terlibat langsung dalam proses terjadinya enam gol Lions of Teranga.  

Ditambah satu gol di Piala Dunia 2022, Ismaila Sarr kini mengoleksi lima gol dalam 11 pertandingan dari tiga Piala Dunia (2018, 2022, 2026) yang sudah diikutinya. 

Dengan lima gol tersebut, Ismaila Sarr kini berada di peringkat kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak asal Afrika sepanjang masa di Piala Dunia, menyamai pencapaian Roger Milla (Kamerun). 

Rekor keduanya hanya kalah dari Asamoah Gyan (Gana) dengan enam gol namun di atas Ahmed Musa (Nigeria) yang mencetak empat gol.

Penyerang dengan Posisi Lebih dari Satu 

Ismaila Sarr adalah tipe penyerang dengan kemampuan bermain di berbagai posisi di lini depan. Dalam pertandingan melawan Belgia misalnya, Sarr bermain lebih ke tengah dibandingkan perannya di Crystal Palace, klubnya—yang biasa memainkannya di sisi kanan, namun tetap tampil sangat efektif. 

Saat melawan Prancis dan Norwegia, Sarr dimainkan pelatih Pape Thiaw di posisi sayap kanan. Namun, ketika menghadapi Irak dan Belgia, Sarr justru menjadi striker. 

Menjadi bagian dari trio penyerang yang bergantian posisi bersama Sadio Mane dan Iliman Ndiaye, Sarr tampil lugas dan memukau, serta bekerja tanpa kenal lelah. 

Sarr mungkin belum dianggap sebagai sosok andalan utama Senegal mengingat Mane masih memimpin tim meskipun sudah berusia 34 tahun. Namun, Sarr tidak diragukan lagi merupakan pemain yang terus berkembang dan mematangkan permainannya.

Meski kerap berada di bawah bayang-bayang reputasi besar Mane, Sarr justru menjadi motor penggerak kreativitas sekaligus penyelesai peluang bagi Singa Teranga di Piala Dunia kali ini, bahkan sempat memuncaki daftar statistik expected goals (xG) di berbagai tahapan turnamen. 

Pun begitu, karena bermain untuk klub yang profilnya tidak sebesar klub para bintang dunia seperti kapten Prancis, Kylian Mbappe (Real Madrid), Sarr sering kali luput dari sorotan luas publik arus utama, terlepas dari performa gemilangnya yang konsisten di kancah internasional.

Serbaguna di Klub, Ismaila Sarr Juga Termasuk Underrate     

Ismaila Sarr mungkin masih sangat diremehkan—kecuali jika Anda adalah pendukung Liverpool atau Aston Villa, mengingat rekor luar biasanya saat menghadapi kedua klub tersebut di kancah sepak bola Inggris.

Sebagai penyerang serbabisa yang mampu bermain di berbagai posisi, Sarr mencetak 21 gol dan dua assist untuk Crystal Palace pada musim 2025-2026 lalu dari 45 laga berbagai kompetisi. 

Namun, meskipun sudah berperan besar membantu The Eagles merebut Piala FA pada 2025, Ismaila Sarr merupakan salah satu penyerang yang paling diremehkan di Liga Primer Inggris. 

Sarr mungkin akan menghubungi agennya jika striker asal Prancis, Jean-Philippe Mateta, menyusul langkah Eberechi Eze—yang pergi ke Arsenal FC—untuk hengkang.

Saat ini, Ismaila Sarr saat ini menerima gaji sebesar 70 ribu poundsterling per pekan. Bandingkan dengan Eze yang mendapatkan 180 ribu pounds per pekan setelah bergabung ke Arsenal FC pada Agustus 2025.

Jika Mateta—yang kini juga tengah turun di Piala Dunia bersama Prancis—nanti akhirnya benar-benar pergi, Sarr yang kini berusia 28 tahun akan menjadi sosok yang jauh lebih penting dalam skuad The Eagles.