TVRINews - Mexico City, Meksiko

Dalam pernyataan resminya, CONCACAF menjelaskan seluruh 41 asosiasi anggotanya khawatir terhadap proses pengajuan proposal FIFA tersebut. 

Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) secara resmi menolak proposal FIFA terkait penjualan saham kepemilikan Piala Dunia dalam pertemuan yang digelar Kamis (30/7/2026) waktu setempat. 

Meski demikian, berbeda dengan UEFA yang sebelumnya mengambil langkah lebih keras dengan memboikot pembahasan proposal tersebut, CONCACAF memilih untuk menyampaikan penolakannya tanpa mengumumkan rencana boikot terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu.

Dalam pernyataan resminya, CONCACAF menjelaskan bahwa seluruh 41 asosiasi anggotanya memiliki kekhawatiran serius terhadap proses pengajuan proposal tersebut. 

Organisasi itu menilai mekanisme yang ditempuh FIFA tidak memenuhi prinsip tata kelola yang baik karena dilakukan tanpa proses yang transparan dan tanpa melibatkan badan-badan tata kelola FIFA yang seharusnya memiliki kewenangan untuk meninjau maupun memberikan persetujuan.

"Pembahasan tersebut kembali menegaskan perlunya transparansi yang lebih besar serta tata kelola yang semestinya dijalankan. Untuk alasan-alasan tersebut, CONCACAF bersama 41 asosiasi anggotanya memutuskan untuk menolak proposal tersebut," demikian bunyi pernyataan resmi CONCACAF dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026).

Selain menyoroti kurangnya transparansi, CONCACAF juga mengkritik tenggat waktu yang dinilai terlalu singkat untuk mempelajari proposal yang memiliki dampak besar terhadap masa depan penyelenggaraan Piala Dunia. 

Menurut konfederasi tersebut, tidak adanya proses kajian yang memadai membuat asosiasi-asosiasi anggota tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengevaluasi konsekuensi dari rencana tersebut.

Respons Federasi Meksiko

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) yang juga bagian dari CONCACAF mengambil sikap yang lebih hati-hati. Dalam pernyataannya, FMF mengungkapkan bahwa FIFA baru menyampaikan proposal tersebut kepada federasi-federasi anggota pada 28 Juli 2026. 

FIFA juga disebut berjanji akan memberikan informasi tambahan beserta dokumen pendukung melalui serangkaian diskusi meja bundar sebelum keputusan akhir diambil.

"Federasi Sepak Bola Meksiko akan menyelesaikan proses kajian dan analisis ini guna mengambil keputusan yang paling mendukung perkembangan sepak bola Meksiko," demikian keterangan tertulis FMF dalam pernyataan resminya.

Meski Meksiko merupakan salah satu anggota CONCACAF, FMF tidak secara eksplisit menyatakan apakah mereka mendukung keputusan konfederasi yang menolak proposal tersebut. Sikap tersebut mengindikasikan bahwa federasi masih menunggu informasi lebih rinci dari FIFA sebelum menentukan posisi resminya.

Perbedaan pendekatan antara CONCACAF dan FMF menunjukkan bahwa pembahasan mengenai proposal penjualan saham Piala Dunia masih jauh dari kata selesai. 

Sejumlah federasi tampaknya menginginkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai struktur transaksi, dampaknya terhadap tata kelola FIFA, serta manfaat yang akan diterima oleh asosiasi anggota.

Hingga kini, FIFA belum mengungkap secara rinci isi proposal penjualan saham tersebut kepada publik. Namun, penolakan dari CONCACAF menambah daftar konfederasi yang mempertanyakan proses penyusunan proposal tersebut. 

Sebelumnya, UEFA juga telah mengambil sikap keras terhadap rencana itu, sehingga tekanan terhadap FIFA untuk meningkatkan transparansi dan memperbaiki proses pengambilan keputusan semakin besar.

Perkembangan ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan internal FIFA dalam beberapa pekan mendatang, terutama jika semakin banyak federasi nasional yang meminta penjelasan lebih mendalam sebelum memberikan persetujuan terhadap proposal tersebut.