Ilustrasi trofi Piala AFF 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta
Setiap final Piala AFF yang dijalani Timnas Indonesia memiliki cerita berbeda.
Timnas Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Namun hingga kini, skuad Garuda masih menyandang status sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak dalam sejarah Piala AFF.
Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996, Indonesia sudah enam kali menembus partai final, tetapi belum berhasil mengangkat trofi juara.
Menariknya, setiap final memiliki cerita berbeda. Ada yang berakhir lewat adu penalti, ada yang kandas karena keunggulan agregat lawan, hingga ada pula yang memperlihatkan penampilan generasi muda yang menjanjikan. Berikut kilas balik enam final Timnas Indonesia di Piala AFF.
1. Piala Tiger 2000: Takluk dari Thailand
Final pertama Indonesia terjadi pada Piala Tiger 2000. Setelah tampil impresif sepanjang turnamen, Indonesia harus menghadapi Thailand di partai puncak yang berlangsung di Bangkok.
Harapan membawa pulang gelar pertama pupus setelah Thailand tampil dominan dan menang 4-1. Kekalahan tersebut menjadi awal dari catatan kurang beruntung Indonesia di laga final Piala AFF.
2. Piala Tiger 2002: Kalah Dramatis Lewat Adu Penalti
Dua tahun berselang, Indonesia kembali mencapai final dan lagi-lagi bertemu Thailand. Kali ini pertandingan berlangsung jauh lebih ketat.
Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu. Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti, di mana Thailand menang 4-2. Kekalahan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan karena Indonesia hanya tinggal selangkah lagi meraih gelar perdana.
3. Piala Tiger 2004: Dihentikan Singapura
Indonesia mencatatkan final ketiga secara beruntun pada edisi 2004. Lawan kali ini adalah Singapura dalam format kandang-tandang.
Setelah kalah 1-3 pada leg pertama, Indonesia hanya mampu menang tipis 2-1 di leg kedua sehingga kalah agregat 3-4. Singapura pun keluar sebagai juara, sementara Indonesia kembali harus puas menjadi runner-up.
4. Piala AFF 2010: Sapu Bersih Grup, Gagal di Final
Piala AFF 2010 menjadi salah satu penampilan terbaik Indonesia pada fase grup. Tim asuhan Alfred Riedl menyapu bersih seluruh pertandingan, termasuk mengalahkan Malaysia 5-1.
Namun situasinya berbalik di final. Malaysia menang 3-0 pada leg pertama di Kuala Lumpur. Indonesia memang membalas dengan kemenangan 2-1 di Jakarta, tetapi tetap kalah agregat 2-4 sehingga kembali gagal meraih trofi.
5. Piala AFF 2016: Perlawanan Sengit Melawan Thailand
Tampil di bawah arahan Alfred Riedl, Indonesia kembali mencapai final setelah menyingkirkan Vietnam di semifinal.
Indonesia sempat membuka peluang menjadi juara lewat kemenangan 2-1 pada leg pertama di Stadion Pakansari. Namun Thailand membalikkan keadaan dengan menang 2-0 di Bangkok sehingga Indonesia kalah agregat 2-3. Kekalahan tersebut memperpanjang penantian Garuda menjadi juara Asia Tenggara.
6. Piala AFF 2020: Generasi Muda Bersinar Meski Gagal Juara
Meski digelar pada 2021 akibat pandemi COVID-19, turnamen ini tetap bernama Piala AFF 2020. Di bawah pelatih Shin Tae-yong, Indonesia datang dengan skuad yang didominasi pemain muda.
Garuda berhasil mencapai final setelah menyingkirkan Singapura pada semifinal. Namun Thailand tampil terlalu kuat. Indonesia kalah 0-4 pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 di leg kedua, sehingga kalah agregat 2-6.
Walau gagal menjadi juara untuk keenam kalinya, penampilan para pemain muda seperti Elkan Baggott, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, dan Alfeandra Dewangga memberi optimisme besar bagi masa depan sepak bola Indonesia saat itu.
AFF bahkan menyebut final 2020 sebagai kesempatan keenam Indonesia untuk menghapus label "runner-up abadi", meski upaya tersebut kembali belum berhasil.