TVRINews - Arlington, Amerika Serikat

Dalam kariernya, Pau Cubarsi sudah pernah menghadapi barisan pemain bintang Prancis termasuk Kylian Mbappe.

Usia Pau Cubarsi baru 19 tahun namun dia mampu mengimbagi pemain berpengalaman dan lebih senior yang usianya 13 tahun lebih tua, Aymeric Laporte. Dua bek tengah beda generasi ini yang menjadi tembok kokoh pertahanan Timnas Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026 ini. Sebuah rencana yang memperlihatkan bagaimana pelatih Luis de la Fuente jeli melihat potensi yang dimiliki skuadnya.

Selasa (14/7/2026) atau Rabu dini hari WIB, Spanyol akan menghadapi laga krusial, menghadapi Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Luis de la Fuente kemungkinan besar akan Kembali menurunkan bek muda ini di jantung pertahanan timnya. Sepanjang Piala Dunia 2026 ini bergulir, pemain Barcelona ini tidak pernah absen. Selalu tampil penuh, 90 menit di enam laga La Roja.

Dari semua laga tersebut, hanya menghadapi Belgia dia mendapatkan kartu kuning. Total, Pau Cubarsi telah bermain dalam 540 menit di turnamen ini, sejak laga pertama lawan Tanjung Hijau hingga laga menghadapi Belgia. Itu sebuah menit yang memperlihatkan sang pemain memang dalam performa terbaik dalam kariernya. Apalagi, ini adalah Piala Dunia pertama dalam kariernya sebagai pemain Timnas Spanyol.

Jika selama ini pertahanan Spanyol dinilai sebagai salah satu kekuatan La Roja yang membuat kiper Unai Simon sempat mencatat rekor tidak kemasukan selama 450 menit (hanya di Piala Dunia 2026), itu karena peran dari Pau Cubarsi. "Ini bukan tentang rekor saya, ini pencapaian tim, khususnya para pemain bertahan," kata Unai Simon.

Salah satu kunci sukses rekor tersebut karena Pau Cubarsi ada di depannya, di jantung pertahanan. Kini, menghadapi Prancis, tantangan Pau Cubarsi akan lebih besar lagi karena dia akan menghadapi salah satu penyerang terbaik dunia: Kylian Mbappe. Namun demikian, sebagai pemain Barcelona, ini bukan kali pertama bagi Cubarsi menghadapi kapten Les Bleus tersebut.

Ya, meski masih berusia muda, Pau Cubarsi sudah beberapa kali menghadapi barisan bintang Prancis. Di antara pemain Prancis, Ousmane Dembele pemain yang pernah berlatih bersama-sama ketika masih di Barcelona. "Saya berlatih dengannya beberapa kali. Kami memang harus berhati-hati karena dia bisa datang dari arah mana pun," kata Pau Cubarsi, dalam wawancaranya dengan pers Spanyol, As, Minggu (12/7/2026) lalu atau Senin pagi ini.

Pau Cubarsi juga mengingatkan bahwa dirinya pun menghadapi barisan bintang Prancis di Olimpiade 2024 lalu yang kini menjadi bintang di skuad Didier Deschamps. Jadi, dia setidaknya telah memiliki gambaran tentang mereka.

"Desire Doue, Michael Olise, atau Jean-Philippe Mateta. Itu pertandingan yang sangat sulit," kata Pau Cubarsi, mencoba mengingat momen tersebut. Dalam final perebutan medali emas pada 9 Agustus 2024 di Stadion Parc des Princes (Paris) itu, Pau Cubarsi membawa Spanyol U-23 asuhan Santi Denia juara dengan kemenangan 5-3 setelah perpanjangan waktu.

"Kami bangkit setelah sempat tertinggal 1-3. Saat itu, kami sepertinya akan mengalami kekalahan, namun akhirnya kami bisa mengakhirinya dengan hasil yang sangat baik. Itu penampilan spektakuler yang selalu saya ingat," kata Pau Cubarsi lagi.

Pengalaman menghadapi barisan bintang Prancis, termasuk lawan sang pemain bintang Les Bleus Kylian Mbappe. Pau Cubarsi total telah menghadapi Kylian Mbappe dalam enam laga El Clasico, Barcelona vs Real Madrid. Rekornya memang cukup aneh. Kylian Mbappe mampu mencetak enam gol ke gawang Barcelona tapi Barcelona meraih lima kemenangan dari enam laga tersebut.

"Setiap orang tahu bagaimana kualitas yang dia (Kylian Mbappe) miliki. Meskipun dia tidak dalam performa terbaiknya di pertandingan, dia bisa mengubah hasil dengan gerakannya yang cepat. Dia unik, seperti halnya Lamine Yamal. Jadi, kami harus fokus sepanjang 90 menit dalam laga nanti," kata Pau Cubarsi lagi.