TVRINews - Dallas, Amerika Serikat

Untuk laga Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, FIFA mendatangkan jenis rumput yang lebih tahan terhadap suhu rendah dari Colorado. 

Lapangan di Dallas Stadium akan menjalani "laga terakhirnya" saat Prancis menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, Selasa (14/7/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Setelah menjadi arena sembilan pertandingan sepanjang turnamen, permukaan lapangan tersebut akan segera dibongkar begitu laga usai.

Meski terdengar seperti lapangan biasa, rumput yang digunakan di Dallas Stadium merupakan hasil riset selama lima tahun yang melibatkan ilmuwan, ahli lapangan, hingga sejumlah universitas ternama di Amerika Serikat. FIFA menjadikannya sebagai salah satu proyek penting demi memastikan kualitas lapangan tetap konsisten di seluruh venue Piala Dunia 2026.

Manajer lapangan FIFA untuk Dallas Stadium, Ian Craig, mengatakan setiap detail dirancang agar para pemain mendapatkan pengalaman bermain yang sama seperti di stadion-stadion elite Eropa.

"Yang kami lakukan di sini adalah menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia. Para pemain terbaik dunia bertanding di sini, sehingga kami ingin menyediakan permukaan lapangan terbaik untuk mereka," kata Craig, dikutip dari Reuters.

Menurut Craig, kualitas lapangan bukan hanya diukur dari warna hijaunya rumput, tetapi juga dari bagaimana bola menggelinding dan memantul selama pertandingan.

"Bukan hanya soal memiliki rumput hijau. Kami harus memastikan lapangan ini dimainkan dengan karakteristik yang biasa dirasakan para pemain elite. Itulah mengapa dibutuhkan riset dan kerja keras selama bertahun-tahun," ujarnya.

Hasil Riset Lima Tahun

Untuk mewujudkan standar tersebut, FIFA menggandeng para ilmuwan rumput dan pengelola lapangan dari University of Tennessee, Michigan State University, serta tim manajemen lapangan FIFA.

Kolaborasi itu dilakukan agar seluruh lapangan di 16 stadion Piala Dunia 2026, termasuk fasilitas latihan, memiliki karakter permainan yang seragam. Konsistensi tersebut dinilai penting karena turnamen tahun ini untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta.

Dallas Stadium menjadi salah satu venue yang menghadirkan tantangan terbesar. Sebagai stadion tertutup yang juga menjadi kandang tim NFL Dallas Cowboys, stadion ini menggunakan rumput sintetis untuk pertandingan American Football.

Agar memenuhi standar FIFA, lapangan sepak bola dibangun sepenuhnya di atas permukaan tersebut dengan struktur tanah layaknya stadion permanen.

Craig menjelaskan bahwa lapangan berada sekitar 1,4 meter di atas permukaan lapangan NFL. "Kami berdiri sekitar empat setengah kaki di atas lapangan NFL agar lapangan ini bisa masuk ke dalam stadion. Namun kami memiliki profil tanah yang lengkap. Ini benar-benar lapangan sepak bola utuh," ia menjelaskan.

Craig menambahkan bahwa lapangan tersebut juga menggunakan teknologi rumput hibrida yang umum dipakai di kompetisi elite Eropa. "Ini bukan sekadar instalasi sementara. Struktur di bawahnya sama seperti lapangan sepak bola profesional pada umumnya. Kami juga menggunakan elemen hibrida, sehingga kualitasnya setara dengan yang digunakan di level tertinggi Eropa," katanya.

Rumput Didatangkan dari Colorado

Karena Dallas Stadium merupakan stadion indoor, tantangan lain muncul dari minimnya paparan sinar matahari dan penggunaan pendingin ruangan. Kondisi tersebut membuat rumput lokal Texas tidak ideal untuk digunakan.

Sebagai solusi, FIFA mendatangkan jenis rumput yang lebih tahan terhadap suhu rendah dari Colorado. Selain itu, lampu khusus untuk pertumbuhan rumput dipasang menggantung di atap stadion dan dipindahkan ke atas lapangan setiap hari tanpa pertandingan agar rumput tetap mendapatkan pencahayaan yang cukup.

Selama lebih dari empat pekan, lapangan tersebut sukses menggelar sembilan pertandingan tanpa kendala berarti. Namun, begitu semifinal antara Prancis dan Spanyol berakhir, masa tugasnya juga selesai.

"Ini adalah stadion yang sangat sibuk. Banyak sekali acara yang digelar di sini. Lapangan ini sudah menjalankan tugasnya, dan setelah itu stadion akan kembali digunakan untuk konser serta pertandingan NFL," Craig menuturkan.