Jude Bellingham (kiri) dan Harry Kane, duet maut lini depan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Dallas, Amerika Serikat
Duet Harry Kane-Jude Bellingham mencatat total 12 gol, sedangkan Kylian Mbappe-Ousmane Dembele mengoleksi 13 gol.
Semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antartim terbaik dunia, tetapi juga mempertemukan para penyerang paling tajam di turnamen. Inggris mengandalkan duet Harry Kane dan Jude Bellingham, sementara Prancis bertumpu pada kombinasi Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Keempat pemain tersebut menjadi mesin gol bagi negaranya masing-masing sepanjang turnamen. Berdasarkan statistik resmi FIFA hingga babak semifinal, Kane dan Bellingham telah mencetak total 12 gol, sedangkan Mbappe dan Dembele mengoleksi 13 gol. Artinya, 25 gol telah lahir dari dua pasangan pemain ini, menjadikan mereka duet paling produktif di empat besar Piala Dunia 2026.
Dari kubu Inggris, Harry Kane tetap menunjukkan statusnya sebagai penyerang elite dunia. Kapten The Three Lions itu telah mencetak 6 gol dan 1 asis dalam 627 menit bermain. Ketajamannya dipadukan dengan kemampuan Jude Bellingham yang tampil luar biasa dari lini tengah.
Bellingham menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen. Gelandang Real Madrid tersebut telah mengemas 6 gol dan 1 asis hanya dalam 574 menit. Produktivitas itu membuatnya berada di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026, tepat di bawah Erling Haaland.
Kombinasi Kane dan Bellingham memberikan dimensi berbeda bagi Inggris. Kane menjadi penyelesai akhir di kotak penalti, sedangkan Bellingham kerap muncul dari lini kedua untuk menciptakan peluang maupun mencetak gol.
Pergerakan keduanya sulit diprediksi sehingga menjadi senjata utama Inggris dalam menghadapi laga-laga besar. Performa Bellingham yang sedang menanjak juga menjadi pelengkap bagi pengalaman Kane sebagai pemimpin di lapangan.
Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele

Duet maut lini depan Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kiri) dan Ousmane Dembele.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
Sementara itu, Prancis datang dengan duet yang tak kalah menakutkan. Kylian Mbappe kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Hingga semifinal, ia telah mencetak 8 gol dan 3 asis hanya dalam 563 menit bermain.
Catatan tersebut membuat Mbappe berada di puncak daftar top-scorer bersama Lionel Messi. Namun, Mbappe unggul dalam jumlah asis sehingga berada di posisi pertama klasemen pencetak gol sementara FIFA.
Ketajaman Mbappe mendapat dukungan sempurna dari Ousmane Dembele. Winger lincah Prancis itu telah menyumbang 5 gol dan 2 asis dalam 492 menit. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan kreativitas Dembele membuat pertahanan lawan kesulitan memusatkan perhatian hanya kepada Mbappe.
Berbeda dengan duet Inggris yang mengombinasikan penyerang murni dan gelandang, duet Prancis sama-sama mengandalkan kecepatan serta mobilitas tinggi. Mbappe dan Dembele sering bertukar posisi sehingga mampu membuka ruang dan menciptakan peluang dari berbagai sisi lapangan.
Menariknya, efisiensi kedua duet juga cukup berbeda. Kane dan Bellingham menghasilkan 12 gol dalam total 1.201 menit bermain, sedangkan Mbappe dan Dembele mencetak 13 gol hanya dalam 1.055 menit.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa lini depan Prancis sedikit lebih tajam dari sisi produktivitas per menit bermain.
Kini, kedua pasangan maut tersebut akan kembali menjadi tumpuan negaranya masing-masing dalam perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026.
Inggris berharap pengalaman Kane dan performa luar biasa Bellingham mampu membawa mereka melangkah lebih jauhke laga puncak, sementara Prancis mengandalkan kecepatan Mbappe serta kreativitas Dembele untuk mempertahankan trofi Piala Dunia.
Produktivitas yang hampir seimbang membuat duel semifinal ini bukan hanya menjadi pertarungan strategi antarpelatih, tetapi juga adu ketajaman dua duet paling mematikan yang masih tersisa di Piala Dunia 2026.