TVRINews - Jakarta

Meski menyebut gaya rambut kuncungnya sebagai hal bodoh, Ronaldo Nazario tetap bangga karena orang mengenangnya sebagai model rambut sang juara Piala Dunia. 

Fenomena gaya rambut "kuncung" atau "segitiga" milik Ronaldo Luiz Nazario de Lima pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang tetap menjadi salah satu ikon sejarah sepak bola yang tidak lekang oleh waktu. 

Namun, siapa sangka sang pemilik gaya rambut tersebut justru kerap merasa bersalah, terutama kepada para ibu di seluruh dunia.

Dalam jumpa pers Clash of Legends di Jakarta, Jumat (17/4/2026) malam, sang legenda berjulukan The Phenomenon ini mengenang kembali momen nyentrik tersebut dengan penuh tawa dan sedikit penyesalan.

Bagi Ronaldo, potongan rambut yang menyisakan sedikit poni di bagian depan itu bukanlah sebuah strategi branding yang terencana. Ia mengakui hal itu murni karena impulsivitas masa muda.

"Saya pikir karena waktu itu saya bodoh. Ketika kamu masih muda, kamu biasa melakukan hal-hal yang harus dijelaskan nanti," ucap Ronaldo seraya tertawa.

Menurut legenda berusia 50 tahun itu, ia merasa gaya tersebut mungkin mengganggu pemain lainnya di lapangan, tapi ia tidak menganggapnya sebagai beban mental saat membawa Brasil meraih trofi kelima mereka.

"Itu sedikit mengganggu untuk pertandingan. Tapi saya tidak merasa terganggu di sana, saya pikir itu hanya hal bodoh yang saya lakukan sebagai pemain sepak bola yang lebih muda. Jadi itu bukan masalah besar."

Dampak dari gaya rambut tersebut ternyata masif. Jutaan anak di seluruh dunia, termasuk di Brasil, berbondong-bondong meniru potongan rambut segitiga tersebut, yang sering kali membuat para orangtua pusing tujuh keliling.

"Selama bertahun-tahun, saya meminta maaf kepada ibu-ibu dari anak-anak yang membuat potongan rambut seperti itu. Saya masih merasa menyesal kepada mereka," ujarnya sambil berseloroh.

Ronaldo Luiz Nazario de Lima saat memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia 2002.

Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda

Kini, gaya rambut yang disebutnya "bodoh" itu justru bertransformasi menjadi aset pemasaran yang luar biasa. Di Brasil, sebuah merek makanan ringan berlogo segitiga memanfaatkan bentuk rambut segitiga ikonik tersebut untuk kampanye mereka.

"Kami melakukan marketing komersial dengan sebuah merek makanan ringan di Brasil yang menggunakan logo segitiga. Mereka membuat iklan yang menyimulasikan gaya rambut saya. Sampai sekarang semua orang di Brasil membicarakan produk makanan ringan tersebut karena gaya rambut saya di tahun 2002," ujarnya.

Ronaldo menegaskan bahwa ide tersebut murni miliknya di masa lalu, bukan titipan dari sponsor atau iklan. "Model rambut itu bukan dari produsen. Sekali lagi, itu hanya hal bodoh yang pernah saya lakukan saat muda, saya minta maaf."

Meski berawal dari keisengan, Ronaldo menyadari bahwa potongan rambut tersebut kini menjadi simbol kejayaan. Baginya, melihat kembali rambut segitiga itu adalah melihat kembali memori mengangkat trofi emas di Korea-Jepang.

"Orang mengasosiasikannya dengan sesuatu yang baik. Model rambut seorang juara. Ketika Anda bicara tentang rambut saya, semua orang ingat tahun 2002 dan kami memenangi Piala Dunia. Jadi itu semacam kenangan indah bagiku juga," Ronaldo menuturkan.