TVRINews – Rio de Janeiro, Brasil

Pemain yang membela Timnas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 menilai Neymar belum menunjukkan keseriusan agar dipilih Carlo Ancelotti.

Keikutsertaan Neymar dalam skuad Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 terus menjadi perdebatan. Penyerang berusia 34 tahun tersebut terus menyatakan keinginannya untuk menjadi bagian dari Tim Samba, namun kondisi fisiknya tak mendukung.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan hanya mau membawa Neymar ke Piala Dunia 2026 jika dalam kondisi 100 persen fit. Ia tak mau mengambil risiko dengan melibatkan pemain yang masih rentan cedera.

Ketegasan Ancelotti terlihat dari pemanggilan pemain saat menjalani uji coba melawan Prancis dan Kroasia akhir Maret lalu. Ia tak memasukkan nama Neymar dalam daftar sehingga menimbulkan kekecewaan.

Neymar merasa sudah dapat memberikan kontribusi untuk Brasil dalam kondisi seperti sekarang. Ia menjalani operasi beberapa bulan lalu dan berjuang keras mengembalikan performa ketika bermain bersama Santos.

Mantan pemain Brasil, Luizao, menilai sikap Neymar belakangan ini tak menunjukkan tekadnya untuk tampil di Piala Dunia 2026. "Saya rasa Neymar yang tidak ingin pergi ke Piala Dunia," katanya, dikutip dari Goal, Jumat (10/4/2026).

Bukan tanpa alasan Luizao mengutarakan pendapat tersebut. Ia merujuk momen ketika Carlo Ancelotti datang menyaksikan laga Santos vs Mirassol dalam lanjutan Liga Brasil pada 10 Maret 2026, namun Neymar absen karena kelelahan.

Luizao mengkritik sikap Neymar dalam situasi tersebut. Jika serius ingin membela Brasil di Piala Dunia 2026, seharusnya ia tetap datang ke stadion dan menemui Ancelotti.

Luizao mengingatkan publik kepada sikap Ronaldo Nazario ketika Brasil bersiap untuk mentas di Piala Dunia 2002. Ketika itu, pemain berjuluk El Fenomeno baru saja mengalami cedera lutut parah yang mengharuskan absen panjang.

Ronaldo sempat pulih dan bermain untuk Inter Milan. Namun, dua bulan sebelum Piala Dunia 2002 digelar, ia mengalami cedera hamstring. Dalam kondisi seperti itu, tekad Ronaldo membela Brasil tetap kuat.

"Seperti yang dilakukan Ronaldo, ia menemui pelatih untuk berbicara. Ketika kita menginginkannya, pasti kita akan mengejarnya," kata pria yang ada dalam skuad Brasil saat juara Piala Dunia 2002 itu.

Brasil Membutuhkan Ancelotti

Kehadiran Ancelotti dalam skuad Brasil dinilai Luizao sangat dibutuhkan. Tim Samba yang sedang memburu gelar juara dunia keenamnya harus dipimpin pelatih dengan karakter disiplin.

Di lima edisi Piala Dunia sebelumnya, Brasil memiliki banyak pemain bintang. Namun, mereka gagal untuk mempersembahkan gelar juara kepada para penggemar.

Berdasarkan pemanggilan terakhir, skuad asuhan Ancelotti dinilai tak kalah kualitasnya. Mereka yang sudah berpengalaman digabung dengan pemain muda dengan talenta yang mumpuni.

Tinggal bagaimana juru taktik asal Italia itu membentuk karakter tim menjadi lebih solid. "Saya rasa para pemain ini membutuhkan pelatih yang kuat," tutur Luizao.