Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026 dan diikuti 48 tim. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Monterrey, Meksiko
FTF memercayakan Herve Renard untuk menangani Tunisia di Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi menunjuk Herve Renard, sebagai pengganti Sabri Lamouchi sebagai pelatih. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan telak 1-5 Tunisia dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026) WIB.
Pergantian pelatih di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 diambil oleh FTF sebagai upaya untuk menjaga peluang Tunisia lolos ke babak gugur. Sebab, masih tersisa dua laga lagi yang mesti mereka jalani di Grup F menghadapi Jepang dan Belanda.
Kepemimpinan Lamouchi di skuad Tunisia banyak mendapat kritik. Sejak mendapat kepercayaan dari FTF pada Januari lalu, ia baru dapat membawa tim berjuluk Les Aigles de Carthage satu kali menang dari lima pertandingan.
FTF menyatakan bahwa pemutusan kontrak dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama. Posisi Lamouchi kemudian langsung diisi oleh Renard, pelatih berpengalaman yang dikenal sebagai salah satu figur tersukses di sepak bola Afrika.
“Kesepakatan [untuk menunjuk Renard] juga mencakup pembukaan negosiasi setelah berakhirnya partisipasi di Piala Dunia, guna menjalin kerja sama jangka panjang berdasarkan target-target olahraga yang spesifik,” demikian pernyataan resmi FTF, dikutip dari Reuters, Selasa (16/6/2026) malam WIB.
Rekam jejak Herve Renard di level internasional terbilang gemilang. Pelatih berusia 57 tahun itu pernah membawa Zambia menjuarai Piala Afrika 2012 dan mengantar Pantai Gading meraih gelar yang sama pada 2015.
Nama Renard banyak dibicarakan saat berlangsungnya Piala Dunia 2022. Juru taktik asal Prancis itu berhasil membawa Arab Saudi mencatat kemenangan mengejutkan 2-1 atas Argentina dalam laga pembuka Grup C.
Herve Renard dijadwalkan segera bergabung dengan skuad Tunisia di Monterrey, Meksiko, untuk mempersiapkan pertandingan melawan Jepang. Laga tersebut menjadi penentu peluang mereka untuk tetap bersaing memperebutkan tiket ke babak 32 besar.
Situasinya bagi Tunisia saat ini tidaklah mudah. Jepang sedang dalam kepercayaan diri yang baik setelah berhasil menahan imbang Belanda dengan skor 2-2. Skuad asuhan Hajime Moriyasu mampu menampilkan permainan yang solid.
Setelah itu giliran Belanda yang akan menjadi lawan Tunisia. Di atas kertas, tim berjuluk De Oranje memiliki kedalaman skuad yang lebih baik ketimbang mereka dengan kehadiran sejumlah pemain bintang.