Carlos Alberto Parreira, latih empat negara lagi di Piala Dunia selain Brasil. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Piala Dunia 1998 terjadi tiga kali pemecatan sementara kasus Julen Lopetegui menjadi pemecatan yang unik.
Pemecatan Sabri Lamouchi dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Tunisia memang mengejutkan karena terjadi di Piala Dunia 2026 yang tengah bergulir. Namun, mengganti pelatih saat turnamen ini berlangsung bukanlah yang pertama kali terjadi.
Sebelumnya, sebuah negara atau federasi sepak bola memecat pelatih dan mengganti dengan yang baru selama Piala Dunia bergulir pernah terjadi tiga kali dalam sejarah turnamen ini. Bahkan, termasuk dilakukan oleh Tunisia.
Sejumlah faktor melatarbelakangi keputusan pemecatan tersebut, utamanya tentu soal hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Berikut ini adalah empat pemecatan terhadap pelatih yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia bergulir, termasuk Sabri Lamouchi, dengan tiga di antaranya terjadi di Piala Dunia 1998:
Piala Dunia 2026, Tunisia: Sabri Lamouchi
Ya, Sabri Lamouchi adalah pemecatan terkini yang terjadi dalam turnamen ini. Pelatih asal Prancis ini dipecat setelah hanya satu pertandingan Piala Dunia 2026. Kekalahan telak Tunisia dari Swedia, 1-5, pada Senin (15/6/2026) membuat dia harus meninggalkan tugasnya. Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF) memutuskan memecat pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Tunisia baru mengangkat Sabri Lamouchi sebagai pelatih mereka pada Januari 2026 lalu. Total ada lima pertandingan bersama Sabri Lamouchi. Dari jumlah tersebut, tim berjulukan Eagles of Carthage ini mengalami tiga kekalahan, di antaranya kekalahan 0-5 dari Belgia dalam uji coba sebelum tampil di Piala Dunia.
Tunisia merupakan timnas kedua dalam karier kepelatihan Sabri Lamouchi. Yang pertama dan tim pertama dalam kariernya sebagai pelatih adalah Pantai Gading. Dia bersama Pantai Gading pada Piala Dunia 2014 lalu mundur setelah timnya gagal lolos dari fase grup.
Pelatih Timnas Tunisia, Sabri Lamouchi, merupakan sosok legenda Timnas Prancis yang memiliki darah Tunisia.
Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
Piala Dunia 1998, Tunisia: Henryk Kasperczak
Sebelumnya, Tunisia juga sudah melakukan hal yang sama terhadap Henryk Kasperczak pada Piala Dunia 1998. Setelah membawa Pantai Gading ke peringkat ketiga Piala Afrika 1994, pelatih asal Polandia ini kemudian menerima tawaran Tunisia.
Pada Piala Dunia 1998, Tunisia mengalami kekalahan di fase grup yaitu takluk 0-2 dari Inggris dan 0-1 lawan Kolombia. Dua kekalahan tersebut membuat Tunisia terlempar dari turnamen ini. Tunisia kemudian menunjuk Ali Selimi sebagai penggantinya. Henryk Kasperczak faktanya Kembali lagi melatih Tunisia pada 2015 hingga 2017.
Piala Dunia 1998, Arab Saudi: Cha Bum-kun
Pada Piala Dunia 1998 pula, pemecatan dialami legenda sepak bola Korea Selatan, Cha Bum-kun. Setelah diangkat sebagai pelatih pada Januari 1997, Cha berhasil membawa Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 1998.
Namun, kekalahan telak 0-5 dari Belanda pada laga kedua Korea Selatan di fase grup, membuat Cha Bum-kun dipecat. Tugas pelatih sementara saat itu diberikan kepada asisten Kim Pyuk-seok. Pemecatan ini menjadi perhatian besar khususnya di Korea Selatan setelah Cha mengkritik federasi sepak bola negaranya yang dinilai sumber dari buruknya penampilan tim.
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kemudian menjatuhkan sanksi kepada Cha selama lima tahun tidak boleh melatih. Cha dan istrinya kemudian meninggalkan Korsel. Dia ke Cina menangani Shenzhen, dan kemudian Kembali lagi ke negerinya melatih Suwon Samsung Bluewings.
Piala Dunia 1998, Arab Saudi: Carlos Alberto Perreira
Carlos Alberto Perreira adalah pelatih pertama yang dipecat dalam sejarah Piala Dunia bergulir. Setelah membawa Brasil juara Piala Dunia 1994 dan kemudian menangani sejumlah klub, Carlo Alberto Perreira kemudian menerima tawaran Arab Saudi. Di Piala Dunia 1998, Arab Saudi kalah 0-1 dari Denmark di laga pertama fase grup lalu kalah telak 0-4 dari Prancis.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi kemudian memecat Carlo Alberto Perreira setelah dua kekalahan tersebut. Tugas pelatih sementara kemudian diberikan kepada Mohammed Al-Kharashy. Pada pertandingan terakhir, Arab Saudi imbang 2-2 saat menghadapi Afrika Selatan.
Piala Dunia 2018, Spanyol: Julen Lopetegui
Kasus pemecatan Julen Lopetegui cukup unik karena dia dipecat justru jelang Timnas Spanyol akan tampil di pertandingan pertama Piala Dunia 2018. Spanyol akan bertanding pada 15 Juni namun pada 13 Juni, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memecat sang pelatih.
Presiden RFEF saat itu, Luis Rubiales, mengumumkan pemecatan tersebut dalam konferensi pers. Alasan pemecatan tersebut karena Julen Lopetegui diketahui telah melakukan kesepakatan dengan Real Madrid untuk melatih klub tersebut. "Ada nilai yang harus dihormati dan kami bukanlah pihak yang menciptakan situasi yang tidak diinginkan ini," kata Luis Rubiales saat itu.
Julen Lopetegui dipecat bahkan sebelum memulai tugasnya di Piala Dunia. RFEF kemudian memutuskan mengangkat Fernando Hierro, mantan bintang Timnas Spanyol yang saat itu menjabat sebagai Direktur Olahraga, menggantikan tugas Julen Lopetegui. Spanyol berhasil lolos dari fase grup tapi gagal di 16 besar setelah kalah dalam adu penalti lawan Rusia.