TVRINews - New York, Amerika Serikat

Rumah turnamen tenis bergengsi US Open, yakni USTA Billie Jean King National Tennis Center, akan beralih fungsi menjadi salah satu lokasi fan zone gratis terbesar di kota tersebut.

New York akan menghadirkan pengalaman unik bagi para penggemar sepak bola selama Piala Dunia 2026. Rumah turnamen tenis bergengsi US Open, yakni USTA Billie Jean King National Tennis Center, akan beralih fungsi menjadi salah satu lokasi fan zone gratis terbesar di kota tersebut.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengumumkan bahwa venue di Queens itu akan menjadi pusat dari lima zona penggemar gratis yang tersebar di seluruh wilayah kota. Fan zone ini diperkirakan mampu menampung hingga 10.000 orang dalam satu waktu selama periode 11 Juni hingga 27 Juni 2026.

“Acara ini awalnya tidak direncanakan gratis, tetapi olahraga paling populer di dunia seharusnya menjadi milik semua orang,” ujar Mamdani dikutip dari Reuters, Selasa (28/4/2026). “Kami telah membuat keputusan bersama agar para penggemar bisa menonton bersama tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.”

Selain di Queens, beberapa lokasi lain juga akan menjadi bagian dari perayaan besar ini. Di Manhattan, fan village akan digelar di Rockefeller Center pada 6 hingga 19 Juli 2026. 

Sementara itu, acara dengan durasi lebih singkat akan berlangsung di Bronx Terminal Market dan Staten Island University Hospital Community Park. Di Brooklyn, Brooklyn Bridge Park akan menjadi salah satu lokasi fan zone dengan durasi terpanjang, yakni dari 13 Juni hingga 19 Juli 2026.

Mamdani menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk memastikan masyarakat lokal tidak tersingkir akibat mahalnya harga tiket pertandingan. Kritik dari berbagai kelompok penggemar dan pembuat kebijakan memang semakin menguat terkait potensi eksklusivitas turnamen ini.

“Sepak bola adalah permainan yang lahir dari kelas pekerja. Harga tiket yang kita lihat saat ini bukanlah sesuatu yang bisa dijangkau oleh banyak pekerja,” ucap Mamdani.

Zona penggemar ini nantinya akan menghadirkan berbagai fasilitas, mulai dari layar besar untuk menonton pertandingan secara langsung, stan makanan, hingga program budaya. Pihak penyelenggara juga menjanjikan akan ada lebih banyak aktivitas komunitas dan hiburan yang diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.

Dampak ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia juga diprediksi sangat besar. Gubernur New York, Kathy Hochul, memperkirakan kawasan New York-New Jersey akan kedatangan lebih dari satu juta pengunjung, dengan potensi dampak ekonomi mencapai 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp57 triliun).

Selain itu, pemerintah negara bagian juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, seperti perpanjangan jam operasional bar, izin pesta nonton bareng di ruang terbuka, serta acara nonton bersama di seluruh negara bagian. 

Program tambahan seperti “New York Kicks” senilai 5 juta dolar AS (Rp86,2 miliar) juga diluncurkan untuk pengembangan fasilitas sepak bola usia muda, serta hibah komunitas sebesar 500.000 dolar AS (Rp8,6 miliar) untuk mendukung kegiatan terkait Piala Dunia.

Sedangkan di sisi lain, perhatian terhadap keamanan juga menjadi prioritas. Mamdani menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan kepolisian dan berbagai lembaga terkait untuk memastikan keselamatan pengunjung.

“Ini adalah acara di mana warga New York bisa merayakan tanpa rasa takut,” ujarnya. “Kami yakin dengan kemampuan kami untuk menjaga keamanan semua orang.”

Wilayah New York-New Jersey sendiri akan menjadi salah satu pusat utama turnamen Piala Dunia 2026 dengan total delapan pertandingan, termasuk laga final pada 19 Juli 2026. Turnamen ini akan resmi dimulai pada 11 Juni 2026 di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.