TVRINews - Dakar, Senegal

Sadio Mane memutuskan pensiun dari Timnas Senegal hanya beberapa hari setelah tampil di Piala Dunia 2026.

Sadio Mane memutuskan pensiun dari tim nasional Senegal pada Jumat (10/7/2026). Dengan begitu, teka-teki masa depannya bersama tim berjuluk Lions of Teranga seusai Piala Dunia 2026 sudah jelas.

Sebelum berangkat ke turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Mane sudah memberi isyarat bakal gantung sepatu dari tim nasional. Hanya beberapa hari setelah langkah Senegal terhenti di babak 32 besar oleh Belgia, ia akhirnya mengambil sikap.

Dalam pernyataan resminya terkait mengakhiri karier internasional, Mane berterima kasih kepada suporter yang selalu memberi dukungan penuh. Ia mengaku sudah berupaya memberikan yang terbaik ketika membela tim nasional.

“Saya tahu bahwa saya telah memberikan semua yang saya miliki untuk bendera ini, dan saya telah mengorbankan segalanya untuk Senegal, dan saya telah mengerahkan segala upaya untuk membahagiakan rakyat kami," kata Mane, dikutip dari Le Quotidien.

“Dukungan dan kepercayaan para penggemar kepada saya adalah sumber kekuatan dan motivasi untuk mencapai semua yang telah kami raih, dan saya akan selalu berterima kasih atas hubungan ini yang akan tetap berakar kuat di hati saya."

Mane tidak menutup kemungkinan untuk tetap berkiprah di sepak bola Senegal. Ia menegaskan bahwa perjalanannya bersama tim nasional tidak akan berakhir seiring keputusan pensiun, karena ada keinginan untuk mewariskan pengalaman kepada generasi penerus.

“Saya dengan bangga akan mengabdikan pengalaman saya untuk negara saya, baik melalui pekerjaan di staf teknis, sebagai pelatih, atau melalui peran administratif apa pun yang melayani masa depan sepak bola di Senegal. Hidup Senegal!"

Sejak memulai debut bersama Senegal pada 2013, Mane telah tampil dalam 130 pertandingan. Dari semua itu, penyerang berusia 34 tahun mampu menyumbangkan 54 gol dan 29 asis.

Ia juga menjadi bagian dari skuad saat menjuarai Piala Afrika 2019. Prestasi serupa mereka ulangi pada 2025, tetapi kemudian gelar juara Senegal dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyusul adanya aksi protes meninggalkan lapangan yang dilakukan di tengah pertandingan.

Mane dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Senegal. Bukan hanya karena kontribusinya untuk tim nasional, tetapi juga prestasi di level klub bersama RB Salzburg, Liverpool, dan Bayern Munchen.