Piala Dunia 1998 dengan maskot Footix, turnamen yang ditandai dengan Golden Goal. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Paris, Prancis
Piala Dunia 1998 yang bergulir di Prancis menjadi momen untuk tuan rumah meraih gelar pertama mereka di turnamen ini.
Piala Dunia 1998 berlangsung di Prancis dan berakhir pula untuk Prancis. Les Blues menjuarai turnamen ini setelah di final menang 3-0 atas Brasil dalam laga yang digelar di Stadion Stade de France, 12 Juli 1998.
Piala Dunia 1998 yang merupakan Piala Dunia ke-16 dalam sejarah turnamen ini digelar sejak 1930 silam memang menjadi milik Prancis, pencapaian yang seolah menjadi akhir bahagia untuk publik negeri ini dan juga sejarah sepak bola mereka.
Setelah 60 tahun sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1938, Prancis akhirnya kembali menjadi tempat digelarnya turnamen empat tahunan ini. Gelar Piala Dunia 1998 ini juga menjadi gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah negeri ini dan saat itu satu-satunya (Prancis kemudian juara pada 2018).
Gelar ini semakin berarti karena dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya (1990 dan 1994) Prancis absen karena tidak lolos kualifikasi. Karena itu pula, mereka tidak ditempatkan sebagai tim favorit.
Brasil, tentu saja tim yang menjadi perhatian besar. Mereka favorit dan datang ke Piala Dunia 1998 ini dengan membawa status sebagai juara bertahan (juara Piala Dunia 1994). Tim Samba akhirnya memang nyaris menjadi juara setelah mereka berhasil melaju ke final sebelum takluk tiga gol tanpa balas oleh Les Bleus.
Total, ada 64 pertandingan yang bergulir di Piala Dunia 1998 ini mulai dari fase grup, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final. Jumlah golnya mencapai 171 gol atau rata-rata 2,67 gol per laga.
Brasil yang memulai Piala Dunia 1998 ini dan mereka pula yang juga menandai akhir dari turnamen ini meski dengan hasil yang berbeda. Laga Brasil vs Skotlandia pada 10 Juni 1998 menjadi laga pembuka Piala Dunia 1998.
Dalam pertandingan tersebut, Brasil menang 2-1 atas Skotlandia. Dua gol Tim Samba saat itu diciptakan Cesar Sampaio di menit ke-5. Skolandia kemudian menyamakan menjadi 1-1 dari penalti John Collins, menit ke-38.
Namun, Brasil berhasil memenangkan laga pembuka ini ketika pemain Skotlandia, Tom Boyd mencetak gol bunuh diri di menit ke-74. Brasil lolos ke 16 besar sebagai juara Grup A setelah menang di laga kedua lawan Maroko dan kalah dari Norwegia.
Sukses Brasil ke final Piala Dunia 1998 di antaranya karena tim yang saat itu di bawah asuhan Mario Zagallo memiliki dua pemain yang tengah bersinar, Ronaldo Nazario dan Rivaldo yang kemudian dikenal dengan sebutan 2R.
Keduanya berperan dalam terciptanya tiga gol untuk Timnas Brasil di Piala Dunia 1998 ini. Termasuk satu gol Rivaldo ke gawang Denmark di perempat final asis dari Ronaldo Nazario dan gol Ronaldo lawan Belanda di semifinal asis dari Rivaldo.
Jalannya turnamen Piala Dunia 1998 yang digelar di Prancis, memunculkan pula warna-warni budaya negeri ini yang memang memiliki sejumlah imigran atau mereka yang lahir di Prancis dari keluarga yang berasal berbagai negara.
Wajar jika kemudian kemenangan Prancis dipandang sebagai tonggak budaya penting, dengan susunan pemain "Black-Blanc-Beur" (Hitam-Putih-Arab) yang beragam melambangkan persatuan nasional, multikultural.
Para pemain Prancis pun memiliki darah beragam seperti Zinedine Zidane yang berdarah Aljazair dari orangtuanya, Patrick Vieira yang lahir di Dakar, Senegal, Marcel Desailly lahir di Gana, Thierry Henry yang punya darah Karibia, Lilian Thuram dari Guadaloupe, atau Christian Karembeu dari Kaledonia Baru, atau David Trezeguet yang memiliki ayah asal Argentina.
Debut Kroasia
Dalam Piala Dunia ini pula, Timnas Kroasia tampil sebagai debutan setelah mereka menjadi negara merdeka dan lepas dari pascaperang kemerdekaan lawan Serbia (1991-1995).
Kroasia ada di Grup H dalam Piala Duni 1998 ini bersama Kroasia, Jamaika, dan Jepang. Tim berjulukan Vatreni ini mengawali debut di Piala Dunia dengan kemenangan, 3-1 atas Jamaika di laga pertama fase grup.
Timnas Kroasia yang di bawah asuhan Miroslav Blazevic tampil di Piala Dunia ini dengan barisan pemain bintang seperti Robert Prosinecki, Igor Stimac, Slaven Bilic, Robert Jarni, Davor Suker, dan tentu saja sang kapten Zvonimir Boban.
Dengan deretan pemain tersebut, Kroasia berhasil melangkah ke 16 besar setelah meraih dua kemenangan dan satu kekalahan di fase grup. Kroasia menjadi tim kejutan setelah menekuk Timnas Jerman dengan skor 3-0 di perempat final.
Namun, Prancis menghentikan langkah mereka di semifinal. Kroasia kalah 1-2. Akan tetapi, mereka berhasil meraih peringkat ketiga setelah menang 2-1 atas Belanda di perebutan tempat ketiga.
Golden Goal Laurent Blanc
Generasi Emas Prancis yang akhirnya menghentikan Generasi Emas Kroasia di Piala Dunia 1998 ini. Les Bleus asuhan Aime Jacquet memiliki begitu banyak pemain bintang di setiap posisinya.
Pemain seperti Zinedine Zidane, Laurent Blanc, Patrick Vieira, Didier Deschamps, Robert Pires, Fabian Barthez, Youri Djorkaeff, atau Lilian Thuram. Emmanuel Petit, David Trezeguet, Christian Karembeu, Thierry Henry, hingga Bixente Lizarazu atau Vincent Candela.
Prancis pun melewati fase grup dengan hasil sempurna, tiga laga dengan tiga kemenangan, mencetak 9 gol dan hanya kemasukan 1 gol. Di 16 besar, Prancis menang 1-0 atas Paraguai lewat gol Lauren Blanc.
Gol tersebut merupakan golden goal yang tercipta di menit ke-114. Peraturan gol emas diterapkan di Piala Dunia 1998 ini, yaitu gol yang menjadi penentu kemenangan di perpanjangan waktu (extra time).
Setelah melewati Italia di perempat final dengan drama adu penalti dan menekuk Kroasia di semifinal, Prancis tampil di final menghadapi Brasil. Zindine Zidane menjadi bintang di final Piala Dunia 1998 ini dengan dua gol yang ia ciptakan lewat tandukan yang nyaris sama, masing-masing pada menit ke-27 dan 45+1.
Sedangkan satu gol Prancis lainnya tercipta dari gelandang Emmanuel Petit di menit ke-90+3. Sementara itu, Brasil tampak tidak berdaya di laga final ini. Persiapan mereka menyongsong final juga diiringi dengan kondisi bintang mereka, Ronaldo Nazario, yang sempat dikabarkan sakit.
Meski Ronaldo akhirnya tetap bermain di final ini, namun sang penyerang tampak bermain jauh di bawah performa terbaiknya. Ini pula salah satu yang membuat Brasil kalah telak dari Prancis.
Sejumlah Fakta Menarik di Piala Dunia 1998:
1. Pemain Denmark, Ebbe Sand, mencetak gol tercepat sebagai pemain pengganti. Momen itu terjadi setelah Ebbe Sand mencetak gol hanya 16 detik setelah dia masuk ke lapangan, saat lawan Nigeria. Rekor ini masih berlaku hingga kini.
2. LIlian Thuram, bek Timnas Prancis, mencetak dua gol ke gawang Kroasia di semifinal dalam kemenangan 2-1, gol yang membawa Les Bleus ke final. Itu juga gol Lilian Thuram dalam kariernya (142 laga) bersama Prancis.
3. Dalam Piala Dunia 1998 ini, Prancis saat itu menjadi tim pertama dan satu-satunya yang juara Piala Dunia yang mendapat tiga kartu merah. Masing-masing diterima Zinedine Zidane, Laurent Blanc, dan Marcel Desailly.
4. Setiap sebelum pertandingan, bek Timnas Prancis Laurent Blanc selalu mencium kepala plontos kipernya, Fabien Barthez, diyakini sebagai keberuntungan.
5. Piala Dunia 1998 diikuti oleh 32 tim kontestan, ini pertama kalinya dalam Piala Dunia setelah di turnamen sebelumnya terdiri dari 24 tim.