Bintang MLS dari klub Inter Miami Lionel Messi (kiri) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkunjung ke Gedung Putih di Washington D,C. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Washington D.C, Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut nama Cristiano Ronaldo saat berbicara dengan Lionel Messi dan kawan-kawan seklubnya di Inter Miami yang berkunjung ke Gedung Putih.
Klub juara Piala Major League Soccer (MLS Cup), Inter Miami CF, mengunjungi kediaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Gedung Putih, di Washington D.C. pada Kamis (5/3/2026), untuk memperingati kemenangan gelar bersejarah mereka pada 2025.
Dalam kunjungan resmi tersebut, Messi menjadi pusat perhatian di depan rekan-rekan setimnya seperti Luis Suarez dan Rodrigo De Paul.
Pada bulan Desember lalu, tim asuhan Javier Mascherano tersebut mencatatkan kemenangan 3-1 atas Vancouver Whitecaps FC di final Piala MLS. Saat itu, Messi yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, mencetak dua assist.
Sudah menjadi kebiasaan bagi para juara olahraga profesional dan perguruan tinggi di AS untuk diberi ucapan selamat oleh Presiden, yang dalam kesempatan itu bahkan menyebut Suarez sebagai salah satu striker terhebat sepanjang masa.
Messi, pemenang delapan kali Ballon d’Or, menyapa Trump dengan jabat tangan setelah diperkenalkan kepada orang-orang yang hadir di Ruang Oval.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mengatakan apa yang belum pernah dikatakan presiden lain sebelumnya. Selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi,” kata Trump.
Presiden AS kemudian menyebutkan bahwa salah satu putranya, Barron, adalah penggemar berat Messi, begitu pula Cristiano Ronaldo.
“Dia (Barron) adalah penggemar berat Anda. Dia menganggap Anda orang yang hebat. Dia penggemar berat Anda, begitu pula seorang pria bernama (Cristiano) Ronaldo,” ucap Trump.
“Cristiano itu hebat. Salah satu dari beberapa juara besar, dan termasuk di antara beberapa atlet hebat di olahraga itu (sepak bola),” tutur Trump soal bintang timnas Portugal tersebut.
Messi menanggapi komentar Trump dengan humor, saat presiden Amerika ke-47 itu menyebut nama Ronaldo dalam pidato panjangnya di Gedung Putih.
Meskipun begitu, hasil rekaman kamera menunjukkan gestur yang sedikit berbeda dari Messi. Raut wajahnya terlihat agak dipaksakan tertawa saat Trump menyebut nama Ronaldo.
Perdebatan soal siapa yang terbaik antara Messi dan Ronaldo telah membuat penggemar sepak bola di seluruh dunia terbelah hampir selama dua dekade. Penggemar membandingkan pencapaian keduanya, gaya permainan, dan rekor-rekor untuk menentukan siapa yang lebih baik.
Messi sering dipuji karena kemampuan dribel, visi permainan, dan kemampuan mengatur ritme pertandingan. Sementara, Ronaldo dikenal dengan postur atletisnya, kemampuan mencetak gol, dan kekuatan fisik.
Rivalitas keduanya makin intensif saat keduanya bermain di La Liga Spanyol, dengan Messi memperkuat FC Barcelona dan Ronaldo membela musuh bebuyutan Barca, Real Madrid CF. Selama periode itu, keduanya secara reguler bersaing untuk merebut trofi dan penghargaan individu seperti Ballon d’Or, menuntut keduanya mengeluarkan kemampuan sampai batas maksimum hingga ke level yang luar biasa.
Publik kini berharap Messi dan Ronaldo sama-sama dalam kondisi fit agar masing-masing bisa memperkuat tim nasional negaranya, Argentina dan Portugal, pada Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni sampai 19 Juli mendatang. Turnamen ini diyakini akan menjadi ajang besar terakhir keduanya bertemu di lapangan hijau.
Messi, pemenang Piala Dunia 2022, mencetak sejarah MLS dengan menjadi pemain pertama yang memenangi penghargaan Pemain Terbaik (Most Valuable Player/MVP) dalam dua musim berturut-turut.
Seraya mengarah ke Messi, Trump menambahkan: “Leo meraih trofi ke-47 dalam kariernya yang luar biasa - terbanyak sepanjang masa.
“Anda bisa pergi ke mana saja di dunia, tim mana pun di dunia, dan Anda memilih Miami. Saya hanya ingin berterima kasih karena telah membawa kami semua dalam perjalanan ini.”
Trump lantas menceritakan pengalamannya menonton pertandingan sepak bola saat dirinya masih muda, di era 1970-an. Trump pun menceritakan kenangan pertamanya menyaksikan striker New York Cosmos saat itu, Pele.
Tentu saja, Trump kembali menyebut nama legenda dan mantan bintang tim nasional Brasil itu dan bahkan memicu perdebatan.
“Entahlah, mungkin dia lebih baik. Siapa yang lebih baik?” kata Trump sambil menoleh dan bertanya kepada skuad Inter Miami. “Kurasa dia,” tuturnya, sambil menunjuk Messi.
Seperti Messi, Ronaldo juga pernah mengunjungi Trump di Gedung Putih. Bintang timnas Portugal itu menghadiri makan malam resmi pada November 2025 lalu bersama Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi.