TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Setelah bikin label rekaman, Ronaldinho mau keluarkan album musim bertema Piala Dunia. Seniman musik Indonesia bisa ikut serta, nih!

Brasil dikenal sebagai tim yang kerap mempertontonkan permainan indah. Banyak pemain dari negeri di Amerika Selatan ini disebut tampil di lapangan seperti berdansa samba saja.

Salah satu pemain yang sering dianggap demikian adalah Ronaldinho Gaucho. Anggota skuad Brasil kala menggondol gelar terakhir, 2002, ini dikenal luas dengan kemahirannya menggocek lawan dengan aksi-aksi luwes bak berdansa. Ronaldinho, kini berusia 46 tahun, bahkan disebut sebagai salah satu raja jogo bonito.

Kreativitas tingkat dewa Ronaldinho di lapangan hijau itu berlanjut hingga kini setelah gantung sepatu. Dalam laga-laga amal, eks bintang Barcelona dan AC Milan ini masih memperlihatkan liukan yang mengelabui lawan.

Ronaldinho mencoba menerjemahkan kreativitas tersebut ke dalam bisnis musik yang tengah ia geluti. Beberapa waktu lalu, pemilik nama asli Ronaldo de Assis Moreira itu mendirikan label rekaman bernama Tu Musica. 

Perusahaan rekaman yang bermarkas di Miami, AS, ini berkeinginan menjembatani jurang antara budaya dan pasar. Menurut Billboard, Tu Musica menyediakan platform profesional untuk kreasi musik dan distribusi secara global.

Ronaldinho menyebut langkah ini sebagai kemajuan alami bagi dirinya pribadi. Musik, entah berbentuk ritme dan melodi, merupakan renjana atau hasrat alami bagi sosok asal Porto Alegre, Brasil, itu.

"Musik senantiasa merupakan bagian besar dari hidup saya. Musik menyertai saya dalam momen-momen penting, baik di dalam maupun luar lapangan. Kini saya ingin membawa energi tersebut ke semua tempat, dengan menghubungkan budaya-budaya dan menciptakan kesempatan bagi artis dari mana saja," tutur Ronaldinho seperti dikutip dari Goal.

Sejumlah veteran industri musik berada di belakang Dinho. Tu Musica didirikan oleh Roni Maltz Bin, CEO Grupo Sua Musica (layanan streaming musik gratis di Brasil) dan Allan Jesus, CEO ASJ Consultaria, dan Roberto de Assis yang adalah kakak sekaligus manajer Ronaldinho di sebagian besar kariernya sebagai pemain.

Awalnya, Tu Musica berfokus pada musik Amerika Latin seiring pengaruh besar kultur Latin di wilayah Miami terhadap lanskap musik modern. Namun, label ini mulai memperluas cakupan dengan menjangkau Eropa, Afrika, Asia, dan Timur Tengah.


Album Kompilasi Warna Piala Dunia

Ronaldinho dengan Tu Musica besutannya tidak ketinggalan mengikuti demam Piala Dunia. Mereka telah mencanangkan pembuatan album yang terinspirasi Piala Dunia seiring atmosfer pekat turnamen akbar yang akan dihelat pada 11 Juni sampai 19 Juli di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, tersebut.

Pangsa pasarnya jelas dan menarik. Piala Dunia 2026 diperkirakan bakal menarik perhatian miliaran pasang mata. Dimulai pada awal pekan lalu, para penulis lagu dan artis diundang untuk mengirimkan karya mereka. Karya yang lolos seleksi akan masuk ke dalam album andalan Tu Musica tersebut.

Peminat dapat mengunjungi situs resmi Tu Musica, tumusica.com, yang sudah menampilkan wajah ceria Ronaldinho "R10" di laman terdepannya. Situs tersebut menawarkan pula hadiah untuk setiap pencapaian streaming, seperti gawai dan perjalanan eksklusif. Jersei biru dengan logo sponsor dada Tu Musica plus tanda tangan R10 saja sudah menarik.

Kesempatan bagus ini dari Ronaldinho cs. mungkin bisa dimanfaatkan seniman musik Indonesia yang merasa terpanggil untuk memperkenalkan keindahan budaya negeri dalam bentuk musik daerah.