Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat
Lionel Messi mencetak gol ke gawang Aljazair dengan variasi yang berbeda. Dua gol lahir melalui kaki kiri andalannya, sementara satu gol lainnya dicetak menggunakan kaki kanan.
Lionel Messi langsung menunjukkan kelasnya di laga perdana Piala Dunia 2026. Kapten tim nasional Argentina itu tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick saat La Albiceleste mengalahkan Aljazair 3-0 pada pertandingan Grup J di Kansas City Stadium Rabu (17/6/2026) pagi WIB, di hadapan 69.045 penonton.
Penampilan gemilang tersebut membuat Messi dinobatkan FIFA sebagai Man of the Match. Penghargaan itu menjadi pelengkap malam sempurna bagi megabintang berusia 39 tahun tersebut yang kembali membuktikan dirinya masih menjadi andalan Argentina di panggung terbesar sepak bola dunia.
Ketiga gol Argentina lahir dari kaki Messi. Ia tampil selama 80 menit dan menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Aljazair sepanjang pertandingan.
Dikutip dari Sofascore, dari enam tembakan yang dilepaskannya, empat mengarah tepat ke sasaran dan tiga di antaranya berbuah gol. Tingkat konversi gol mencapai 50 persen, angka yang menunjukkan betapa efektifnya penyelesaian akhir sang legenda.
Menariknya, Messi mencetak gol dengan variasi yang berbeda. Dua gol lahir melalui kaki kiri andalannya, sementara satu gol lainnya dicetak menggunakan kaki kanan. Ia juga menunjukkan kemampuan mencetak gol dari berbagai posisi, dengan dua gol berasal dari dalam kotak penalti dan satu gol spektakuler dari luar area terlarang.
Meski mencetak tiga gol, Messi sebenarnya masih sempat membuang satu peluang emas. Namun hal itu tidak mengurangi dominasi yang ia tampilkan sepanjang pertandingan.
Situs statistik Sofascore bahkan memberikan nilai sempurna 10,0 untuk performanya, sebuah penilaian yang menggambarkan betapa besar pengaruhnya terhadap kemenangan Argentina.
Berperan dalam Membangun Serangan
Tidak hanya tajam di depan gawang, Messi juga berperan penting dalam membangun serangan. Ia mencatatkan 57 sentuhan bola dan berhasil menyelesaikan 30 dari 37 operan yang dilepaskan, atau memiliki akurasi mencapai 81,1 persen.
Saat berada di area permainan lawan, akurasi umpannya bahkan lebih baik dengan 20 operan sukses dari 24 percobaan.
Messi juga mengirimkan 12 umpan akurat ke sepertiga akhir lapangan dan menciptakan dua peluang matang bagi rekan-rekannya.
Catatan expected assists sebesar 0,31 menunjukkan kontribusi kreatif yang cukup signifikan selain torehan golnya.
Dari sisi statistik lanjutan, ketajaman Messi terlihat semakin mengesankan. Nilai expected goals-nya memang hanya 1,03, sementara expected goals on target mencapai 1,57. Namun ia mampu mencetak tiga gol dari peluang tersebut. Artinya, kualitas penyelesaian akhirnya jauh melampaui ekspektasi statistik.
Pergerakan Messi saat membawa bola juga menjadi senjata utama Argentina. Ia melakukan 23 kali carrying (membawa bola) dengan total jarak tempuh bola mencapai 247,8 meter. Dari jumlah itu, 145,5 meter tergolong sebagai progresi ke depan.
Salah satu aksinya bahkan membawa bola sejauh hampir 38 meter, mengubah situasi dari lini tengah menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Aljazair.
Meski tidak mencatatkan dribel sukses, delapan progressive carries yang dibuatnya terus memaksa para pemain Aljazair mundur dan kehilangan kontrol permainan.
Pengambilan keputusan yang cerdas membuat Messi tetap efektif tanpa harus terlalu sering melakukan aksi individu.
Kontribusinya juga terlihat saat Argentina kehilangan bola. Messi memenangkan dua tekel yang dilakukannya, mencatatkan tiga recovery, serta menyumbangkan satu sapuan.
La Pulga memang hanya memenangkan tiga dari delapan duel, tetapi pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan tetap sangat dominan.