TVRINews - Maryland, Amerika Serikat

Prancis menang 3-1 atas Kolombia, kemenangan kedua setelah sebelumnya mereka mengalahkan Brasil.

Prancis memperlihatkan mereka memiliki kedalaman skuad untuk bertarung di Piala Dunia 2026. Kemenangan 3-1 atas Kolombia, Minggu (29/3/2026) atau Senin dini hari WIB memberikan pesan bahwa Les Bleus bukan hanya Kylian Mbappe plus 10 pemain.

Saat melawan Kolombia yang digelar di Stadion Northwest (Amerika Serikat), pelatih Didier Deschamps memang menurunkan 11 pemain berbeda dibandingkan dengan saat menang atas Brasil di laga uji coba tiga hari sebelumnya.

Ini menjadi eksperimen Didier Deschamps dalam melihat kekuatan timnya menjelang Piala Dunia 2026. Dalam kemenangan atas kolombia, Marcus Thuram dimainkan sebagai striker di lini depan dengan dukungan Desire Doue, Rayan Cherki, dan Manghnes Aklouche dalam pola 4-2-3-1.

Materi pemain ini berbeda saat menghadapi Brasil di mana Kylian Mbappe sebagai penyerang dengan dukungan Hugo Ekitike, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Dari skema tersebut, dapat ditebak, mana Prancis 1 dan yang mana Prancis 2.

Untuk dua gelandang di lapangan tengahnya pun berbeda. Didier Deschamps menurunkan Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni di laga lawan Brasil. Sedangkan di pertandingan menghadapi Kolombia, dia memilih N'Golo Kante dan Warren Zaire-Emery. Keduanya berada di depan empat bek yaitu Lucas Digne, Lucas Hernandez, Maxence Lacroix, dan Pierre Kalulu.

Saat menghadapi Brasil, barisan empat pemain bertahannya adalah Theo Hernandez, Dayot Upamecano, Ibrahima Konate, dan Malo Gusto. Mike Maignan menjadi kiper saat lawan Brasil sedangkan di laga lawan Kolombia, Didier Deschamps menempatkan Brice Samba.

Tentu, pilihan pemain tersebut tidak tetap. Didier Deschamps dapat mengubah sesuai kebutuhan baik itu dari sisi kondisi fisik pemain atau mempertimbangkan kebutuhan untuk menghadapi laga tertentu.

Yang pasti, Prancis memang memiliki dua wajah berbeda dan keduanya sama-sama sangat kuat. Kekuatan Prancis tersebut akan menjadi tantangan bagi tiga tim yang berada di Grup I Piala Dunia 2026 yaitu Senegal, Norwegia, dan satu tim lagi antara pemenang play-off Irak vs Bolivia.

Didier Deschamps menyatakan bahwa dirinya sangat puas dengan hasil ini. Kemenangan atas Kolombia menjadi kemenangan kedua timnya di dua laga uji coba akhir Maret 2026 ini. Hasil ini menurutnya positif dalam menatap Piala Dunia 2026.

Apalagi, kemenangan ini mereka raih menghadapi dua tim asal Amerika Selatan, Brasil dan Kolombia. "Penilaian yang positif dari dua laga menghadapi dua tim asal Amerika Selatan yang sangat kuat. Di laga ini, kami memberikan kesempatan kepada para pemain, mereka memiliki kualitas," kata Didier Deschamps setelah laga lawan Kolombia berakhir.

Rayan Cherki, yang di laga ini diturunkan sebagai gelandang serangz menyatakan pola yang digunakan Les Blues di laga ini sudah sangat sesuai. Dia pun tidak sabar untuk beraksi di Piala Dunia 2026. "Kami telah memperlihatkan kualitas kami di dua laga yang sangat menarik. Kami tidak sabar untuk bermain di Juni nanti," kata Rayan Cherki terkait kemenangan timnya di dua laga uji coba ini.

Formasi Prancis Saat Lawan Brasil

Pola 4-2-3-1: Mike Maignan; Malo Gusto, Ibrahima Konate, Dayot Upamecano, Theo Hernandez; Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Hugo Ikitike; Kylian Mbappe

Dengan formasi dan materi line-up seperti ini, Didier Deschamps melihat berfungsinya tugas masing-masing pemain. Gol pertama yang diciptakan Kylian Mbappe contohnya, berawal dari reaksi gelandang bertahan Aurelien Tchouameni merebut bola dari kaki pemain Brasil.

Di menit ke-32 itu, Aurelien Tchouameni langsung memberikan bola kepada Ousmane Dembele yang ada di sampingnya. Penyerang sayap ini kemudian memberikan umpan terobosan di antara celah pemain Brasil yang kemudian dikejar Kylian Mbappe hingga menjadi gol.

Gol kedua memperlihatkan kemampuan Michael Olise yang ditempatkan sebagai playmaker atau gelandang serang. Koneksi antara Michael Olise dan sayap kiri Hugo Ikitike berjalan baik. Di menit ke-65 itu, Michael Olise melepaskan umpan terobosan juga di antara pemain belakang Brasil kepada Hugo Ikitike.

Formasi Prancis Saat Lawan Kolombia

Pola 4-2-3-1: Brice Samba; Pierre Kalulu, Maxence Lacroix, Lucas Hernandez, Lucas Digne; Warren Zaire-Emery, N'Golo Kante; Maghnes Akliouche, Rayan Cherki, Desire Doue; Marcus Thuram

Di laga kedua ini, Prancis dalam mencari gol terlihat dengan permainan yang lebih dekat dengan pemain lawan. Bola-bola pendek sering terlihat. Tampaknya ini disebabkan juga oleh strategi Kolombia yang menutup rapat setiap pemain Prancis yang menguasai bola.

Gol pertama Prancis berawal dari aksi Maghnes Akliouche di sisi kanan yang melepaskan umpan kepada Rayan Cherki, lalu Rayan Cherki umpan kepada Marcus Thuram yang memberikan bola kepada Desire Doue hingga mencetak gol. Visi Marcus Thuram melihat posisi Desire Doue sangat tepat yang membuatnya memiliki ruang tembak.

Maghnes Akliouche kemudian juga menjadi protagonis untuk gol kedua yang diciptakan Marcus Thuram. Kemampuannya dalam memberikan umpan silang berhasil dijangkau Marcus Thuram dengan tandukan.

Pergerakan dua sayap, Desire Doue dan Maghnes Akliouche yang menusuk ke tengah menjadi awal dari terciptanya gol ketiga. Dalam serangan balik, Maghnes Akliouche memberikan operan kepada Marcus Thuram, yang kemudian memberikan umpan Tarik ke jantung pertahanan lawan. Dari sana, Desire Doue mencetak gol.