TVRINews - Jakarta

Kiprah tiga pelatih asal Italia di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan di tengah krisis yang dialami Gli Azzurri.

Carlo Ancelotti, Fabio Cannavaro, dan Vincenzo Montella adalah pelatih asal Italia yang akan memimpin tim di Piala Dunia 2026. Kiprah mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut sangat dinanti.

Italia yang dikenal memiliki tradisi sepak bola kuat kini tak lagi bisa berbangga seperti dulu, setelah Gli Azzurri, julukan Timnas Italia, kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Status sebagai tim elite dengan empat gelar juara dunia perlahan mulai memudar.

Di tengah krisis yang dialami sepak bola Italia, kiprah ketiga allenatore tersebut memimpin timnya di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Di tangan mereka, publik Negeri Pizza berharap ada kejutan yang bisa dihasilkan.

Akan tetapi, perjalanan yang harus ditempuh Ancelotti, Cannavaro, dan Montella menuju Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Berikut ulasannya:

1. Carlo Ancelotti - Timnas Brasil

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti diyakini bisa menjawab tantangan di Piala Dunia 2026.

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Carlo Ancelotti resmi menangani Brasil pada Mei 2025. Jabatan ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala tim nasional, setelah sebelumnya malang melintang menangani klub-klub papan atas Eropa.

Penunjukannya sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan pelatih asing dalam memahami budaya sepak bola Brasil yang identik dengan jogo bonito. Terlebih, Ancelotti memiliki latar belakang sepak bola Eropa yang dikenal disiplin dan lebih terstruktur.

Ancelotti memimpin Brasil di empat laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol. Ia sukses mengamankan tiket ke putaran final dengan finis di peringkat kelima. Namun, catatan dua kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah membuatnya menuai banyak kritik.

Memasuki masa persiapan menuju Piala Dunia 2026, inkonsistensi masih menyelimuti Tim Samba. Pada laga uji coba Oktober 2025, Brasil membuka dengan kemenangan lima gol tanpa balas atas Korea Selatan, tetapi kemudian kalah 2-3 dari Jepang.

Sebulan kemudian, Brasil kembali menggelar uji coba melawan dua tim Afrika. Mereka mengalahkan Senegal dengan skor 2-0, lalu ditahan imbang 1-1 oleh Tunisia.

Pada Maret 2026, Brasil menjalani uji coba di Orlando, Amerika Serikat. Pada laga pertama mereka kalah 1-2 dari Prancis dan setelahnya meraih kemenangan 3-1 atas Kroasia.

Statistik menunjukkan, dalam 10 laga di bawah kepemimpinan Ancelotti, Brasil mencetak 18 gol ke gawang lawan dan kebobolan delapan kali. Ia menegaskan pekerjaan yang harus dilakukan berikutnya adalah membuat pertahanan lebih solid.

"Juara Piala Dunia itu ditentukan oleh yang kebobolan yang lebih sedikit bukan yang bikin banyak gol. Saya tidak suka dengan sebutan tim defensif, tapi itulah kuncinya," kata Ancelotti, dikutip dari ESPN.

Mantan pelatih Real Madrid menolak dianggap menghilangkan identitas jogo bonito. Ia menyebut Brasil mampu memenangi Piala Dunia 1998 dan 2002 karena sukses menggabungkan bakat dengan pertahanan yang kuat.

2. Fabio Cannavaro - Timnas Uzbekistan

Timnas Uzbekistan akan menjadi debutan di Piala Dunia 2026.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Selepas gantung sepatu, Fabio Cannavaro memulai karier sebagai pelatih di Asia. Dalam lima tahun yang diwarnai perpindahan klub, pada 2019 ia sempat menjalani peran ganda sebagai pelatih Guangzhou Evergrande sekaligus caretaker timnas Tiongkok.

Semasa tugasnya sebagai caretaker Tiongkok, Cannavaro menelan dua kekalahan dari Tailan dan Uzbekistan. Ia melepas jabatan tersebut untuk fokus bersama Guangzhou Evergrande.

Cannavaro kembali ke negara asalnya, Italia, pada 2022 dengan menerima tawaran melatih klub Serie B, Benevento. Namun, kariernya di sana hanya berlangsung sekitar lima bulan setelah ia dipecat karena gagal mengangkat tim dari zona degradasi.

Setahun kemudian, mantan kapten Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 itu naik ke level Serie A dengan menangani Udinese. Ia berhasil menyelamatkan tim dari degradasi, sebelum akhirnya memilih hengkang.

Desember 2024 menandai petualangan Cannavaro selanjutnya di luar Italia. Ia bergabung dengan klub Kroasia, Dinamo Zagreb. Namun, masa kerjanya kembali singkat setelah dipecat pada April 2025 akibat rentetan hasil kurang memuaskan.

Federasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) mengeluarkan pengumuman mengejutkan pada Oktober 2025. Mereka mendatangkan Cannavaro sebagai pengganti Timur Kapadze yang telah berhasil mengantarkan tim nasional untuk pertama kali menembus Piala Dunia.

Keputusan tersebut menuai pro dan kontra. Selain Kapadze dinilai telah menunjukkan kinerja positif, rekam jejak Cannavaro sebagai pelatih juga masih dipertanyakan.

Cannavaro kemudian memimpin Uzbekistan dalam enam laga uji coba sebagai persiapan menuju Piala Dunia 2026. Hasilnya cukup menjanjikan, dengan lima kemenangan dan satu hasil imbang.

Ujian sesungguhnya menanti di Piala Dunia 2026. Uzbekistan yang tergabung di Grup K akan menghadapi lawan tangguh seperti Portugal, Republik Demokratik Kongo, dan Kolombia.

3. Vincenzo Montella - Timnas Turki

Vincenzo Montella menjadi jawaban yang tepat untuk Timnas Turki. Ia berhasil membawa anak asuhnya lolos ke Piala Dunia 2026 setelah dalam lima edisi sebelumnya selalu gagal di kualifikasi.

Juru taktik berusia 51 tahun tersebut menerima pinangan Turki pada September 2023. Enam pertandingan di Grup E kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dilalui dengan empat kemenangan, sekali imbang, dan satu kekalahan.

Total 13 poin yang dikumpulkan membuat Turki menempati urutan kedua klasemen di bawah Spanyol. Perjuangan tim berjuluk Ay-Yildizlilar untuk merebut tiket ke Piala Dunia 2026 berlanjut ke play-off.

Menjamu Rumania di Besiktas Stadium, Istanbul pada semifinal, Turki merebut kemenangan 1-0. Selanjutnya Montella memimpin tim melawat ke Fadil Vokrri Stadium, Pristina, markas Kosovo. Keunggulan 1-0 membawa mereka lolos ke putaran final.

"Saya sangat bangga. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain. Kami telah mencapai impian. Ini perasaan yang luar biasa. Piala Dunia adalah puncaknya," kata Montella, dikutip dari Al Jazeera.

Grup D Piala Dunia 2026 telah menunggu Turki. Mereka akan bersaing dengan tuan rumah Amerika Serikat, Paraguai, dan Australia untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.

Bayang-bayang keberhasilan Turki menempati urutan ketiga Piala Dunia 2002 kini mengikuti Montella dan anak asuhnya. Bisakah mereka mengulang prestasi serupa atau justru mampu melampauinya?