TVRINews - Zurich, Swiss

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan bahwa Iran harus bermain di Piala Dunia 2026.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa Iran "pasti" akan bermain di Piala Dunia 2026. Gianni Infantino menyampaikan hal ini kepada CNBC, Rabu (15/4/2026) malam. Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali situasi yang terus bergulir terkait partisipasi Team Melli di turnamen yang akan digelar mulai 11 Juni 2026 nanti.

"Iran pasti bermain di Piala Dunia 2026. Kami berharap saat itu situasinya akan damai, itu pasti akan membantu," kata Gianni Infantino. "Iran harus datang, mereka mewakili rakyat mereka, mereka telah lolos kualifikasi dan para pemain ingin bermain," kata Gianni Infantino lagi.

Sikap FIFA ini sekaligus sebagai lanjutan dari pernyataan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, beberapa hari lalu. Ketika itu, Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa Iran akan tetap bermain di Amerika Serikat. Menurutnya, tidak mungkin pertandingan Iran yang sudah dijadwalkan di Amerika Serikat dipindah ke Meksiko.

Lebih lanjut, Gianni Infantino mengingatkan bahwa sudah seharusnya olahraga berada di luar politik. Karena itu, Gianni Infantino menyatakan bahwa FIFA akan membantu agar Iran tampil di Amerika Serikat sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.

"Jika tidak ada lagi yang percaya untuk menjembatani dan memastikan Iran tetap tampil dan bersama di Piala Dunia, kami yang akan melakukannya," kata Gianni Infantino, Presiden kesembilan FIFA ini menegaskan.

Dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat bahwa FIFA kemungkinan besar akan melakukan semua upaya agar Timnas Iran dapat tiba di Amerika Serikat, bermain sesuai dengan yang sudah ditetapkan semestinya.

FIFA memberikan jaminan keamanan setelah Gianni Infantino menyampaikan pernyataan tersebut. FIFA menyatakan bahwa mereka yang akan membantu agar keinginan Iran bermain di Piala Dunia tetap terwujud.

Timnas Iran memang menghadapi situasi yang sulit setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer ke Teheran (Iran) pada 28 Februari 2026 lalu. Sejak itu, perang antara dua negara tersebut dengan Iran terus berlanjut, hingga saat ini.

Setelah peperangan itu terjadi, pemerintah Iran, melalui Menteri Olahraga Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa Iran tidak mungkin untuk bermain di Piala Dunia 2026 dengan kondisi saat ini. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) meminta kepada FIFA agar lokasi pertandingan Iran di Amerika Serikat dipindahkan ke tempat lain, dalam hal ini ke Meksiko.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, juga menyatakan belum memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026. Mereka berharap, permintaan agar bermain di tempat yang berbeda dalam hal ini di luar Amerika Serikat dapat dipenuhi.

Namun demikian, FIFA yang sebelumnya tidak memberikan jawaban terkait permintaan tersebut, kini menegaskan bahwa Iran harus tetap bermain sesuai jadwal dan tempat yang sudah ditetapkan. FIFA akan membantu Iran agar itu terwujud.

Di Piala Dunia 2026, Iran asuhan Amir Ghalenoei, berada di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Dua laga pertama Iran akan digelar di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat yaitu lawan Selandia Baru dan Belgia pada 15 dan 21 Juni. Sedangkan laga terakhir mereka di fase grup menghadapi Mesir pada 26 Juni di Stadion Lumen Field, Washington, Amerika Serikat.

Dengan pernyataan Gianni Infantino pula, untuk saat ini tidak akan ada lagi kemungkinan tiket Iran diberikan kepada negara lain. Sebelumnya, ada kemungkinan, jika Iran mundur atau dicoret dari Piala Dunia 2026, tempat Mehdi Taremi dan kawan-kawan akan diberikan kepada negara lain. Beberapa tim asal Asia seperti Uni Emirat Arab, lalu tim Eropa seperti Denmark, bahkan Italia, disebut-sebut punya peluang untuk menggantikan posisi Iran lewat pertandingan play-off.