TVRINews – Milan, Italia

Christian Pulisic tengah mengalami penurunan performa dengan rentetan tanpa gol di AC Milan dan tim nasional Amerika Serikat.

Bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, tim nasional Amerika Serikat diharap mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Akan tetapi, Christian Pulisic yang menjadi tumpuan di lini depan justru sedang dalam periode tersulitnya.

Christian Pulisic kembali gagal menyumbang gol saat AC Milan ditahan imbang 0-0 Juventus dalam lanjutan Serie A Italia di San Siro, Senin (27/4/2026) WIB. Ia kini menjadi sorotan setelah 16 pertandingan beruntun tanpa gol.

Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, menilai paceklik gol membuat Christian Pulisic berada di bawah tekanan psikologis. Ia pun berupaya mencari solusi agar sang pemain bisa keluar dari situasi tersebut.

"Christian adalah orang yang sangat sensitif. Paceklik gol ini memengaruhinya lebih berat," ujar Allegri kepada DAZN usai pertandingan.

Allegri juga mengakui, kesulitan Christian Pulisic tak lepas dari peran yang diberikan di lapangan. Ia meminta pemain asal Amerika Serikat itu tidak terlalu melebar ke sisi sayap.

"Saya menyadari ia tidak sepenuhnya cocok dengan peran ini. Namun, saya yakin di akhir musim ia tetap akan memberikan kontribusi," kata Allegri.

Kesulitan pemain berusia 27 tahun itu untuk mencetak gol tak cuma terjadi di Milan. Ia juga mengalami hal sama ketika memperkuat Amerika Serikat. Dalam delapan pertandingan terakhir, ia belum mampu mencetak gol.

Gol terakhir Pulisic untuk Amerika Serikat tercipta saat menghadapi Jamaika di perempat final Liga Negara CONCACAF pada 2024. Hilangnya ketajaman sang pemain memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi penggemar The Yanks.

Penurunan performa tersebut turut menjadi sorotan usai laga uji coba melawan Belgia dan Portugal. Pelatih Mauricio Pochettino pun mengisyaratkan bahwa skuad Amerika Serikat masih tertinggal dari tim-tim papan atas dunia.

"Kami adalah Amerika Serikat. Kami bersaing melawan Belgia dan Portugal. Saya pikir mereka memiliki beberapa pemain dalam 100 besar dunia, sementara kami tidak," ujar Pochettino.

Melihat Pulisic dalam keadaan terpojok, mantan penyerang Amerika Serikat, Clint Dempsey, memberi dukungan. Ia meminta suporter untuk tidak terlalu mengkhawatirkan situasi yang terjadi sekarang.

"Sepak bola itu seperti roller coaster, kadang bisa membuat Anda frustrasi, tetapi terkadang Anda hanya butuh satu asis atau satu gol berikutnya untuk kembali bangkit. Ia punya kualitas untuk bangkit kapan saja," ujarnya.