Diego Maradona dan Mario Kempes, dua penyerang timnas Argentina yang sangat pantas mengenakan nomor ikonik, 10, sebelum era Lionel Messi. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Buenos Aires, Argentina
Inilah kisah nomor punggung ikonik dan bagaimana tim nasional sepak bola sekelas Argentina menentukan siapa yang berhak memakai nomor 10.
Pernahkah Anda membayangkan foto Diego Maradona di Piala Dunia mengenakan nomor punggung 12? Atau, seorang pemain nomor 5 justru memakai nomor 10?
Berikut cerita seputar nomor yang lantas menjadi simbol kehebatan, 10, di tim nasional Argentina dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia, yang mungkin belum banyak diketahui orang.
Sejarah menunjukkan, nomor punggung tidak selalu dipakai di jersey pemain pada Piala Dunia. Nomor punggung baru diperlukan di kaus pemain pada Piala Dunia 1950 di Brasil. Argentina tidak ikut di ajang itu, juga setelahnya di Swis pada 1954.
Sampai pada gelaran di Swedia pada 1958, saat Argentina kembali ke Piala Dunia, barulah mereka mulai memakai nomor dan harus memilih.
Di Piala Dunia 1958 dan 1962, fokus soal pemakai nomor 10 hanya pada penyerang pencetak gol. Alfredo “El Tanque” Rojas adalah pemain timnas Argentina yang memakai nomor 10. Berikutnya di Cili 1962, nomor itu diberikan kepada Jose Francisco “El Nene” Sanfilippo.
Dahulu, tanpa prestise yang disandang seperti saat ini, nomor 10 di timnas Argentina pada Piala Dunia 1966 di Inggris dikenakan sang kapten, Antonio Rattin. Ia tipe gelandang bertahan tradisional, dikenal karena kekuatan (fisik) dan kemampuannya menempel lawan.
Hal itu merupakan sebuah simbol dari satu era, emblem dari sejarah klub Boca Juniors. Namun, itu jauh dari pemain stereotipe yang mengenakan nomor 10 saat ini.
Pada 1974 (Argentina juga lolos kualifikasi ke Piala Dunia 1970), Tim Tango mencoba memilih nomor jersey berdasarkan abjad nama pemain. Itulah mengapa di Jerman Barat, nomor 10 menjadi milik Ramon Heredia, seorang pemain bertahan.
Argentina 1978 memunculkan nama Mario Kempes sebagai top-scorer dan bintang, mengenakan nomor 10 nan ikonik. Namun, Kempes mengenakannya hampir secara kebetulan, karena nomor itu diberikan kepadanya berdasarkan urutan abjad. Bahkan, ia bermain dengan nomor 13 di Piala Dunia sebelumnya.
Ketika Piala Dunia 1982 tiba, El Matador harus mengganti nomor punggungnya. Nomor 10 miliknya diberikan kepada Patricio Hernandez, yang akhirnya memberikannya kepada bintang baru tim nasional Argentina, Diego Maradona. Jika bukan karena tindakan itu, foto-foto Diego di Piala Dunia pertamanya akan menunjukkan dia mengenakan nomor 12.
Piala Dunia Meksiko 1986 mulai menunjukkan perpaduan antara penggunaan alfabet dan pengulangan beberapa angka. Nomor punggung 10 untuk tim nasional sudah memiliki nama dan nama keluarga yang telah ditentukan hingga pemain nomor 10 tersebut memainkan turnamen terakhirnya di Amerika Serikat pada tahun 1994.
Pada tahun 1998 dan 2002, pentingnya pemilihan pemain mulai meningkat. Di kedua turnamen tersebut, nomor punggung 10, yang sebelumnya dikenakan oleh Maradona, diberikan kepada Ariel Ortega.
Lionel Messi tidak bisa mengenakan nomor 10 di Piala Dunia pertamanya. Pada tahun 2006 itu, Leo mengenakan nomor 19 (nomor yang dikenakannya di FC Barcelona saat itu), dan sang playmaker Juan Roman Riquelme, yang menggantikan Ortega, memakai nomor 10.
Kedatangan Maradona terbukti menjadi titik balik penting bagi Messi. Maradona melatih Argentina di Afrika Selatan pada tahun 2010. Dan di Piala Dunia tersebut, Messi mengklaim nomor punggung 10 untuk Argentina, yang akan dikenakannya di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni sampai 19 Juli 2026 nanti.