Bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Riyadh, Arab Saudi
Saudi Pro League menempati posisi ke-6 daftar liga penyumbang pemain terbanyak ke Piala Dunia 2026 di bawah top 5 liga terbaik dunia: Premier League, Ligue 1, Bundesliga, La Liga, dan Serie A.
Ketika Cristiano Ronaldo memutuskan meninggalkan sepak bola Eropa dan bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022, banyak pihak menganggap kariernya bersama Timnas Portugal akan segera berakhir.
Alasannya sederhana, kompetisi Arab Saudi dinilai belum berada pada level yang cukup tinggi untuk mempertahankan kualitas pemain elite dunia.
Namun, anggapan tersebut perlahan terbukti keliru. Kehadiran Ronaldo menjadi titik awal transformasi besar Saudi Pro League (SPL). Setelah sang megabintang Portugal datang, sejumlah nama besar Eropa ikut meramaikan kompetisi tersebut, mulai dari Neymar, Karim Benzema, Sergej Milinkovic-Savic hingga Joao Cancelo.
Bahkan Ronaldo pernah menyatakan bahwa level kompetisi Arab Saudi tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. “Liga Arab Saudi jauh lebih baik dibandingkan liga Portugal dan Prancis. Di Prancis semuanya hanya PSG,” ujar Ronaldo ketika membahas kualitas kompetisi yang kini dibelanya, dikutip dari Marca.
Meski demikian, banyak kalangan di Eropa tidak sepenuhnya menerima pandangan tersebut. Sepak bola Arab Saudi masih sering dipandang dengan sikap meremehkan, seolah menjadi tujuan akhir karier pemain yang sudah melewati masa puncaknya.
Tidak Menghalangi Pemanggilan Tim Nasional
Selama beberapa tahun terakhir muncul anggapan bahwa pemain yang hijrah ke Arab Saudi akan kehilangan peluang untuk kembali membela tim nasionalnya.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, bahkan pernah memberikan sinyal demikian ketika tidak memanggil Steven Bergwijn setelah sang pemain bergabung dengan Al Ittihad pada 2024.
Namun kenyataannya berbeda. Menjelang Piala Dunia 2026, banyak pemain yang merumput di SPL tetap mendapat kepercayaan dari pelatih tim nasional masing-masing. Bahkan, akun resmi SPL dalam unggahannya Senin (8/6/2026) menyebut terdapat 47 pemain dari klub SPL yang tampil di Piala Dunia 2026.
SPL tercatat menempati posisi ke-6 daftar liga penyumbang pemain terbanyak ke Piala Dunia 2026 di bawah top 5 liga terbaik dunia: Premier League Inggris (154 pemain), Bundesliga Jerman (94), Ligue 1 Prancis (78), La Liga Spanyol (74), dan Serie A Italia (66).
Salah satu kasus yang paling banyak dibicarakan adalah pemanggilan striker Al Ahli, Ivan Toney, ke skuad Inggris racikan Thomas Tuchel. Keputusan tersebut memicu perdebatan karena Toney dipilih dibanding beberapa penyerang yang bermain di Inggris.
“Ini juga menjadi kejutan bagi kami. Dia (Ivan Toney) memiliki kehadiran alami di kotak penalti dan merupakan finisher alami. Dia juga sangat baik dalam situasi bola mati. Jangan lupa, dia adalah spesialis penalti kelas dunia,” kata Tuchel setelah mengumumkan skuadnya.
Brasil juga memberikan contoh serupa. Bek Al Ahli, Roger Ibanez, tetap masuk dalam skuad Carlo Ancelotti untuk Piala Dunia 2026 meski menit bermainnya bersama Selecao relatif terbatas.
Kemudian di Timnas Spanyol, Aymeric Laporte sempat menjadi bahan perdebatan setelah pindah ke Al Nassr pada 2023. Namun pelatih Luis de la Fuente menegaskan bahwa bermain di Arab Saudi bukanlah hambatan untuk membela La Roja.
“Bermain di Arab Saudi bukan masalah. Saya lebih memilih pemain yang bermain 90 menit di Arab Saudi daripada pemain yang hanya bermain 15 atau 20 menit di Premier League,” ujar De la Fuente.
Prancis juga memiliki contoh serupa. N'Golo Kante tetap menjadi bagian penting tim nasional saat memperkuat Al Ittihad. Untuk Piala Dunia 2026, Didier Deschamps juga memasukkan Theo Hernandez yang kini bermain untuk Al Hilal.
Portugal bahkan menjadi negara yang paling konsisten mempertahankan pemain-pemainnya yang berkarier di Arab Saudi. Selain Cristiano Ronaldo, pelatih Roberto Martinez juga terus memercayai Joao Felix (Al Nassr), Ruben Neves (Al Hilal), dan Joao Cancelo (Al Hilal). Keempatnya dipastikan tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas individu dan performa pemain kini lebih diperhatikan dibanding sekadar kompetisi tempat mereka bermain. Saudi Pro League yang dulu dipandang sebelah mata kini berhasil membuktikan diri sebagai salah satu panggung penting bagi para pemain yang akan tampil di ajang sepak bola terbesar dunia.
Selain nama-nama top di atas dan tentunya pemain Timnas Arab Saudi sendiri, berikut ini beberapa nama lainnya yang berlaga di kompetisi SPL dan memperkuat negara masing-masing di Piala Dunia 2026:
- Pantai Gading: Franck Kessie (Al Ahli)
- Prancis: Theo Hernandez (Al Hilal)
- Brasil: Roger Ibanez (Al Ahli) dan Fabinho (Al Ittihad)
- Curacao: Jurien Gaari (Abha Club)
- Portugal: Ruben Neves (Al Hilal), Joao Félix (Al Nassr), dan Cristiano Ronaldo (Al Nassr)
- Inggris: Ivan Toney (Al Ahli)
- Panama: Orlando Mosquera (Al Fayha)
- Maroko: Yassine Bono (Al Hilal)
- Senegal: Edouard Mendy (Al Ahli), Kalidou Koulibaly (Al Hilal), dan Sadio Mane (Al Nassr)
- Mesir: Nabil Dunga (Al Najma)
- Aljazair: Riyad Mahrez (Al Ahli) dan Houssem Aouar (Al Ittihad)
- Irak: Ali Jasim (Al Najma)
- Meksiko: Julian Quinones (Al Qadisiyah)
- Turki: Merih Demiral (Al Ahli)
- Tunisia: Aymen Dahmen (Al Hazem)
- Uruguai: Darwin Nunez (Al Hilal)
- Yordania: Ali Al-Azaizeh (Al Shabab)
- Gana: Cristopher Bonsu Baah (Al Qadisiyah)