Lionel Messi dan rekan setimnya di Timnas Argentina menang adu penalti lawan Prancis di Piala Dunia 2022. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Jakarta
Argentina menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 karena berstatus sebagai juara bertahan.
Tim nasional Argentina menjadi salah satu yang disorot jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Datang dengan status juara bertahan, tim besutan Lionel Scaloni diharap mampu mempertahankan permainan terbaiknya.
Sejak memenangi Piala Dunia 2022, Argentina nyaris tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Mereka berhasil menjuarai Copa America 2024 dan bertengger di puncak klasemen dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL.
Namun, mempertahankan gelar juara Piala Dunia selalu menjadi tantangan yang jauh lebih sulit. The Analyst menyoroti sejumlah faktor yang dapat menentukan apakah Argentina mampu kembali mendapatkan trofi.
1. Minimnya Ujian
Salah satu tanda tanya terbesar adalah kualitas lawan yang dihadapi Argentina dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026. Selain melawan Brasil, Uruguai, Kolombia, dan negara-negara kuat Amerika Selatan lainnya di kualifikasi, tim berjuluk Albiceleste jarang berhadapan dengan kekuatan elite Eropa.
Kondisi ini membuat kemampuan sesungguhnya Argentina menghadapi tim kelas dunia sedikit sulit diukur.
2. Kondisi Fisik Pemain
Keberhasilan Argentina dalam dua turnamen besar terakhir dibangun di atas fondasi pemain-pemain berpengalaman yang menjadi tulang punggung tim. Masalahnya, beberapa nama penting seperti Emiliano Martinez, Cristian Romero, dan Leandro Paredes sempat mengalami gangguan kebugaran menjelang Piala Dunia 2026.
3. Tingkat Kompetitif
Kepindahan Lionel Messi dan Rodrigo De Paul ke Inter Miami menghadirkan perdebatan tersendiri. Meski Liga Amerika Serikat (MLS) terus berkembang, level kompetisinya masih dianggap berada di bawah liga-liga elite Eropa.
Messi masih menunjukkan produktivitas luar biasa. Namun performa di level klub dan turnamen internasional adalah dua hal yang berbeda. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung untuk membuktikan bahwa kualitasnya masih mampu menjadi pembeda menghadapi tim kuat.
4. Stamina Lionel Messi
Usia Messi sudah tidak muda lagi untuk ukuran pesepak bola profesional. Karena itu, pengelolaan kondisi fisiknya menjadi salah satu pekerjaan terpenting bagi Scaloni.
Copa America 2024 menunjukkan bahwa beban fisik yang terlalu besar bisa berdampak langsung pada kondisi sang megabintang. Cedera yang dialami Messi di final menjadi pengingat bahwa Argentina tidak bisa terus bergantung penuh kepadanya.
5. Konsistensi Filosofi Lionel Scaloni
Sejak mengambil alih kursi pelatih Argentina, Scaloni dikenal sebagai sosok yang mengutamakan kesinambungan. Mayoritas pemain yang menjuarai Piala Dunia masih menjadi bagian penting skuad.
Bahkan beberapa pemain yang sempat absen pada turnamen empat tahun lalu kini kembali mendapatkan peran signifikan. Para pemain memahami tugas masing-masing, sementara chemistry yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun menjadi keuntungan besar.
6. Kehadiran Generasi Baru
Salah satu alasan Argentina sukses di Qatar adalah keberanian Scaloni memberikan kepercayaan kepada pemain muda seperti Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister. Kini, peluang serupa terbuka bagi nama-nama baru seperti Valentin Barco, Giuliano Simeone, Jose Manuel Lopez, dan Nico Paz.
Jika salah satu atau beberapa dari mereka mampu tampil impresif selama turnamen, Argentina dapat meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
7. Bukan Favorit Utama
Meski berstatus juara bertahan dan pemuncak ranking FIFA, Argentina tidak ditempatkan sebagai favorit utama oleh banyak model prediksi statistik. Faktor usia skuad dan minimnya pertandingan melawan lawan elite menjadi alasan utama.
Situasi ini justru mengingatkan pada perjalanan mereka di Piala Dunia 2022. Saat itu Argentina datang dengan ekspektasi tinggi, tetapi bukan favorit utama. Mereka mampu berkembang seiring berjalannya turnamen dan mencapai performa terbaik ketika momen-momen krusial tiba.