TVRINews – Kansas, Amerika Serikat

Tim nasional Aljazair siap mengantisipasi gaya bermain Argentina yang kerap memprovokasi lawan.

Gelandang tim nasional Aljazair, Ibrahim Maza, tidak gentar menghadapi Argentina dalam pertandingan perdana Grup J Piala Dunia 2026 pada Rabu (17/6/2026). Ia menegaskan seluruh pemain siap untuk tampil habis-habisan demi meraih hasil positif.

Di atas kertas, kekuatan Aljazair dianggap kalah kualitas dari Argentina. Apalagi dalam skuad juara Piala Dunia 2022 terdapat sosok Lionel Messi, salah satu pemain terbaik generasi saat ini.

"Kami harus menjalani Piala Dunia yang bagus, dan pertandingan pertama melawan Argentina akan sangat penting," kata Maza, dikutip dari Goal, Selasa (9/6/2026).

Pemain berusia 20 tahun itu juga sudah mewaspadai kebiasaan Argentina melakukan provokasi dalam pertandingan. Rekan-rekan setimnya tidak boleh terbawa dengan situasi yang sengaja diciptakan untuk mengganggu fokus dan konsentrasi di lapangan.

"Mereka banyak melakukan provokasi, tetapi kami harus tetap tenang, memberikan segalanya, bermain cerdas, dan melihat apa yang terjadi," tuturnya.

Dalam tiga uji coba terakhir yang dilakoni, skuad asuhan Vladimir Petkovic mencatatkan kemenangan atas Guatemala dan Belanda, lalu bermain imbang saat menghadapi Uruguai. Hasil tersebut menjadi modal berharga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain menjelang tampil di Piala Dunia 2026.

Berbekal hasil positif tersebut, Maza optimistis kemenangan atas Argentina bukanlah hal yang mustahil. "Kami bakal kalahkan Messi, insyaallah," ujarnya.

Perjalanan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026 tidak akan mudah. Setelah menghadapi Argentina, mereka masih harus melawan Yordania dan Austria untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.

Persaingan sengit kemungkinan terjadi antara Aljazair dengan Austria. Namun, bukan berarti mereka bisa meremehkan Yordania, wakil Asia yang akan mencatatkan debutnya tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.

Meski demikian, Aljazair datang dengan ambisi besar. Tim berjuluk Fennecs itu ingin mengulangi pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia, yakni saat menembus babak 16 besar pada edisi 2014.

Saat itu, Aljazair bahkan mampu memaksa Jerman yang kemudian keluar sebagai juara untuk bermain hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya kalah dengan skor 1-2.